Begini Cara Termudah untuk Mengelola Keuangan Bisnis Kecil Kamu Sendiri

Adalah penting bagi kamu untuk mempunyai laporan keuangan bisnis yang rapi--yang meliputi catatan arus kas, omzet (harian, bulanan, hingga tahunan), dan sebagainya--bahkan sejak awal usaha kamu berdiri.

Nggak peduli seberapa kecil usaha kamu, buatlah laporan keuangan bisnis kamu sedetail dan serapi mungkin, agar ketika suatu hari nanti bisnis kamu menjadi besar, kamu enggak akan ribet sendiri.

Selain akan sangat diperlukan ketika kamu hendak mencari pinjaman modal usaha, laporan keuangan bisnis akan membantumu untuk mengukur kinerja serta target; sudah tercapai ataukah belum, dalam satu periode. Kalau sudah tercapai, apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mengembangkan bisnis lebih baik lagi, dan kalau belum tercapai, pastinya kamu juga jadi tahu langkah solutif apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja bisnismu.

Banyak bisnis kecil yang nggak mampu bertahan, hanya karena masalah pengelolaan keuangan bisnis yang kurang efektif. Padahal pasar berpeluang besar, sumber daya juga cukup banget, pun sudah punya strategi pemasaran yang sudah lumayan efektif.

Memang, butuh wawasan yang cukup untuk bisa mengelola keuangan bisnis dengan baik, tetapi sebenarnya prinsipnya sama saja dengan pengelolaan keuangan pribadi. Intinya, menjaga agar arus kas masuk lebih besar ketimbang arus kas keluar. Kebocoran-kebocoran akan berpeluang besar terjadi, tetapi ada banyak cara yang bisa efektif mengatasinya. Salah satunya dengan memiliki laporan keuangan bisnis yang rapi.

Nah, yuk, kita lihat bagaimana cara termudah untuk bisa mengelola keuangan bisnis kecilmu dengan rapi sehingga akan menguntungkan di kemudian hari.

Cara Termudah Mengelola Keuangan Bisnis Kecil

1. Belajar membuat laporan keuangan

Seperti halnya pengelolaan keuangan pribadi yang dikategorisasikan dalam beberapa pos--yaitu pos kebutuhan pribadi, investasi, cicilan utang, dan pos hura-hura--maka pengeluaran dalam keuangan bisnis juga perlu untuk kamu kategorisasikan jenisnya, dan kemudian kamu buat catatan keuangan untuk masing-masing jenis ini.

Macam jenis kategorisasinya bisa kamu sesuaikan dengan jenis bisnis, tetapi sebagai acuan, kamu mungkin bisa memisahkannya atas catatan arus kas masuk, catatan arus kas keluar, catatan persediaan barang atau bahan baku produk, catatan utang piutang, hingga catatan laba dan rugi. Pisahkan masing-masing ke dalam buku kas khusus. Dengan begini, akan lebih mudah untukmu jika suatu kali nanti kamu perlu menelitinya kembali untuk berbagai keperluan.

2. Pisahkan keuangan bisnis dari keuangan pribadi

Tahukah kamu, bahwa hal kedua inilah yang sering menjadi penyebab utama gagalnya sebuah bisnis kecil dan rintisan; keuangan bisnis dan pribadi pemilik tidak dipisahkan. Karenanya, hal ini harus sudah kamu antisipasi sejak awal: pisahkan rekening keuangan pribadi dengan keuangan bisnis, selain membuat catatan keuangan yang terpisah juga.

Jika hal ini sampai terjadi--keuangan pribadi dan bisnis tidak ada pemisahan--maka kamu akan sulit memebedakan, mana uang untuk bisnis dan mana uang yang bisa dipakai untuk keperluan pribadi. Akibatnya, uang usaha bisa jadi kamu pakai juga buat belanja kebutuhan sehari-hari. Lama kelamaan, bisa jadi terkikis habislah modal usaha dan akibatnya, bisnis pun bangkrut.

Hal ini sering terjadi, karena para pemilik bisnis kecil ini menganggap bahwa usahanya masih sederhana kok. So, dijadikan satu aja enggak apa, asalkan ada pencatatan, misalnya. Tapi, enggak. Pada akhirnya keuangan bisnis dan pribadi memang tidak bisa disatukan. Harus dipisah, demi kebaikan bisnis kamu sendiri.

Pisahkan keuangan pribadi dari keuangan bisnis. Jika kamu memang hendak mengambil sedikit dari keuntungan bisnis untuk tambahan belanja kebutuhan pribadi, maka pakai sistem honor atau gaji untuk diri sendiri. Ambil sesuai porsi (tentu sudah dengan perhitungan matang, yang tidak akan merugikan bisnis), transfer ke rekening pribadi, dan catat sebagai pengeluaran bisnis.

3. Buat rencana anggaran dalam periode-periode tertentu

Untuk suksesnya bisnis yang sedang kamu rintis, maka kamu perlu membuat perencanaan anggaran sebaik mungkin, apalagi ketika posisinya kamu memiliki modal lebih banyak dari yang sudah diperhitungkan.

Jangan sampai dihabiskan untuk hal-hal yang kurang krusial demi perkembangan bisnis. Hal ini jadi godaan terbesar loh. Ya, kurang lebih samalah dengan kondisi keuangan pribadi kalau tabungannya lagi banyak. Jadi gatal buat belanja ini itu yang nggak penting. Ya kan?

Karenanya, buat anggaran belanja dalam periode-periode tertentu. Misalnya, buat kas kecil untuk operasional harian. Lalu buat anggaran belanja untuk keperluan stok bahan produksi selama seminggu hingga sebulan. Kamu juga bisa membuat target-target triwulanan hingga tahunan. Sesuaikan dengan strategi bisnis yang sudah kamu rencanakan.

Lakukan analisis cost and benefit, untuk memastikan penggunaan modal bisnis kamu enggak sia-sia, tepat sasaran, dan dapat memberikan keuntungan kembali untuk peningkatan dan perkembangan usaha kecil kamu ini.

4. Jaga supaya arus kas tetap positif

Prinsip terbesarnya adalah menjaga agar arus kas tetap positif, sama saja dengan pengelolaan keuangan pribadi.

Nggak hanya berorientasi pada mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, pengelolaan keuangan bisnis juga meliputi pengelolaan utang dan kredit, serta pengelolaan inventaris dengan baik.

Banyak bisnis kecil yang goyah dan akhirnya mengalami kerugian, karena kesalahan pengelolaan arus kas. Hal tersebut dikarenakan putaran arus kas yang lambat, akibat dari beban utang yang terlampau besar sedangkan arus kas masuk tidak dapat mengimbanginya. Termin kredit menjadi lebih panjang, sehingga membebani operasional bisnis.

Atau, ada juga kasus, perputaran arus kas melambat karena si pemilik bisnis terlalu banyak menyetok bahan baku produksi, sehingga membebani keuangan karena banyaknya dan kecepatan order tidak seimbang.

Putaran kas harus efektif. Kendali hal-hal seperti ini ada di tangan kamu sebagai pemilik bisnis sekaligus pemegang manajemennya. Pertimbangkan dan kelolalah segala aspek keuangan secara cerdas dan strategis, agar arus kas keluar dan masuk tetap seimbang.

5. Manfaatkan teknologi

Persoalan pengelolaan keuangan bisnis memang bukan perkara kecil. Enggak semua orang capable atau punya skill mencukupi. Barangkali, saat ini kamu juga masih belajar. That’s ok, karena seiring waktu kamu akan punya pengalaman dan jam terbang tinggi sehingga pada waktunya, kamu akan dapat mengatasinya.

Jika sumber daya manusia memang belum cukup, manfaatkanlah teknologi untuk membantumu mengelola keuangan bisnis. Misalnya saja, automatisasi pembayaran kredit melalui autodebet, punyai aplikasi khusus untuk pembukuan dan akunting--kalau perlu, pakai aplikasi berbayar jika memang dibutuhkan. 

Intinya, enggak masalah keluar modal demi bisa mengelola keuangan bisnis dengan baik. Siapa tahu, dengan aplikasi-aplikasi semacam ini, kamu justru jadi bisa menghemat tenaga, waktu, dan pikiran, sehingga kamu bisa fokus ke pengembangan bisnisnya. Iya kan?

Aplikasi semacam ini ada banyak, dan kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Manfaatkan pula berbagai alat berteknologi lainnya, yang sekiranya bisa membantu.

Nah, demikianlah cara termudah untuk mengelola keuangan bisnis kecil yang baru kamu rintis. Learn by doing, jangan berhenti belajar dan berusaha ya. Pada akhirnya, kesuksesan akan di tanganmu juga.

Semangat!