Mengenali dan Tip Memilih Asuransi Syariah Berkualitas

Semakin banyak produk syariah ditawarkan, menjawab kebutuhan sebagian dari kita yang memang ingin berkegiatan ekonomi--khususnya dalam mengelola keuangan dengan memegang prinsip hukum Islam. Tentunya, demi berkah rezeki yang lebih berlimpah jika kita melakukan apa yang sudah menjadi aturan.

Kabar baiknya lagi, meski aktivitas syariah dilakukan berdasarkan hukum Islam, namun tak menutup peluang bagi nonmuslim untuk juga memanfaatkan produknya. Nggak salah kok, lantaran prinsip syariah memang sebenarnya bersifat universal dan punya nilai tambah lebih dibandingkan produk keuangankonvensional yang lain. Jadi, ya, kenapa enggak kita juga manfaatkan kan, meski kita (misalnya) nonmuslim.

Memang belum sebanyak produk konvensional, tetapi produk syariah kini juga semakin beragam. Mulai dari KPR Syariah, saham syariah, obligasi yang juga syariah, hingga asuransi syariah. Nah, yang terakhir ini yang akan kita bahas kali ini.

Kamu sudah mengenal asuransi syariah? Belum? Kalau belum, kamu sedang berada di tempat yang tempat. Simak terus artikel ini sampai selesai ya.

Apa Itu Asuransi Syariah?

Saat ini, memang belum banyak yang tahu bahwa ada asuransi syariah yang bisa menjadi opsi selain asuransi konvensional yang jenis dan macamnya banyak banget. Namun, buat yang sudah tahu, banyak juga yang akhirnya beralih dari asuransi konvensional yang dimiliki ke asuransi syariah, karena dinilai lebih menjawab kebutuhan mereka.

Asuransi syariah adalah produk keuangan yang akan memberikan kompensasi atas kerugian finansial yang dialami oleh pihak tertanggung, dengan bentuk investasi aset dengan prinsip saling menolong sesuai hukum syariah yang berlaku, dengan syarat bebas riba dalam perhitungannya.

Kalau di Wikipedia sih disebutkan seperti ini:

usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.

Ada 2 akad yang dipergunakan dalam asuransi syariah, yaitu akad tijarah (yang dilakukan untuk tujuan komersial) dan akad tabarru’--yang dilakukan demi tujuan kebaikan dengan prinsip saling menolong.

Apa Beda Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional?

Nah, ini penting untuk kamu ketahui ya, agar kemudian kamu bisa menentukan dan memilih yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Asuransi konvensional:

  • Merupakan kesepakatan dua pihak, yaitu penanggung dan tertanggung, yang masing-masing terikat kewajiban sesuai perannya. Penanggung akan menanggung risiko keuangan yang terjadi dari si tertanggung, sedangkan tertanggung wajib membayar premi sesuai kesepakatan.
  • Dibuat berdasarkan pemikiran, kebiasaan, dan kebutuhan manusia yang berkembang sesuai zaman.
  • Instrumen investasi yang digunakan adalah yang menggunakan sistem bunga.
  • Dana yang terkumpul menjadi hak milik perusahaan, sehingga ada peraturan “dana hangus” untuk beberapa produk asuransinya jika jangka waktu sudah habis sedangkan tidak ada klaim oleh nasabah.
  • Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Asuransi syariah:

  • Merupakan kesepakatan dua pihak, dengan tujuan saling membantu dan bekerja sama demi keuntungan bersama pula.
  • Dibuat atas dasar hukum dan ajaran agama Islam.
  • Pengembangan dananya menggunakan sistem bagi hasil.
  • Peserta asuransi syariah akan mempunyai hak kepemilikan dana yang sudah terkumpul, sehingga asuransi syariah tidak kenal akan dana hangus. Jika jangka waktu habis, maka dana akan dikembalikan pada nasabah.
  • Ada Dewan Pengawas Syariah yang mengawasi kinerja asuransi.

Nah, bisa dilihat ya, beberapa perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah di atas. Selain kelima hal di atas, asuransi syariah juga menganut transparansi dalam pengelolaan dananya, karena dana yang sudah disetorkan oleh nasabah--dan kemudian dikembangkan melalui instrumen investasi syariah--tetap akan menjadi milik nasabah dan tidak berpindah kepemilikan ke perusahaan asuransi. Mereka hanya mendapatkan sedikit bagian sebagai biaya pengelolaan. Karenanya, nasabah akan mendapatkan laporan pengembangan dana ini secara transparan dan teratur dari perusahaan asuransi.

Juga, ketika kamu sudah setuju untuk menjadi nasabah asuransi syariah, maka kamu pun memiliki kewajiban untuk berzakat sesuai hukum Islam yang berlaku. Besaran zakatnya akan disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah.

Nah, sekarang, tentunya kamu sudah bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan asuransimu. Tapi, bagaimana cara memilih asuransi syariah yang berkualitas?

Tip Memilih Asuransi Syariah

1. Kenali kebutuhanmu

Sebagai (calon) nasabah asuransi syariah, kamu harus mengetahui asuransi mana yang dapat melayani kebutuhanmu. Asuransi itu ada banyak, mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi properti, “asuransi” pendidikan, dan sebagainya.

Pilih yang paling dapat memenuhi kebutuhanmu, plus rider-nya juga jika ada dan perlu. Jika merasa ragu, mintalah pendapat mereka yang lebih tahu; perencana keuangan atau agen asuransi--atau bisa juga bertanya dan mencari informasi pada mereka yang sudah mempergunakan produk asuransinya; keluarga, teman-teman, atau yang lain.

Pelajari masing-masing jenis asuransi dan juga apa saja manfaatnya. Jika kamu memilih asuransi kecelakaan, maka kamu tidak akan mendapat manfaatnya ketika kamu dirawat karena penyakit. Demikian pula jika kamu membeli polis asuransi kematian, maka belum akan bisa dirasakan manfaatnya jika kamu hanya luka dan dirawat di rumah sakit.

2. Riset perusahaan asuransinya

Seperti juga investasi, produk asuransi syariah juga kadang tak lepas dari praktik bodong yang dilakukan oleh segelintir oknum. Pastinya kamu enggak akan mau terlibat dengan produk yang beginian kan?

So, do your homework, cari informasi seputar perusahaan asuransi syariah yang kamu incar. Dari long list kemudian short list. Kamu bisa mencari informasi lewat internet; cari tahu apakah perusahaan asuransi terkait masalah-masalah, juga bisa melalui akun media sosial mereka. Cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, sejak kapan mereka beroperasi, dan bagaimana kualitas pelayanannya. Terutama sih soal pembayaran klaim, sering bermasalah atau enggak.

Begitu juga dengan agen asuransinya. Seharusnya mereka tergabung dalam AASI, Asosiasi Agen Asuransi Syariah Indonesia, dan memiliki nomor keanggotaan AASI yang resmi. Kamu dapat menanyakannya pada mereka, jika kamu ragu. Mereka harus melewati uji profesionalitas untuk bisa tercatat sebagai agen asuransi secara resmi. Agen asuransi yang profesional akan dapat memberikan penjelasan produk yang mendetail dan lengkap. 

Agen dan perusahaan asuransi syariah yang baik akan membantu dan ikut bertanggung jawab jika terjadi masalah pada polis asuransi yang kita pilih nantinya.

3. Pelajari akad dengan saksama

Dalam asuransi syariah akan ada akad yang berisi kesepakatan-kesepakatan yang berhubungan dengan produk asuransi tersebut. Pelajari dengan saksama, terutama yang menyangkut status premi asuransinya.

Ingat, tidak pernah ada dana hangus dalam sistem asuransi syariah, sehingga hal ini tidak akan pernah ada dalam akad. Premi yang dibayarkan akan tetap ada, meskipun tidak 100% jika kamu sebagai nasabah tidak memperpanjang premi lagi, karena dipotong untuk biaya pengelolaan dan administrasi.

Pelajari ilustrasi perkiraan besaran dana yang akan kamu dapatkan ketika periode kesepakatan selesai. Jika ada yang tidak jelas, tanyakan pada agen asuransi secara mendetail. Demikian juga jika ada yang rasanya kurang wajar--misalnya, hasil dana pengembangan menjadi jauh lebih besar dari tawaran bank syariah pada umumnya, atau penawaran premi yang sangat murah, jauh di bawah produk asuransi lain yang sejenis.

Yes, kamu juga harus punya bekal pengetahuan dan wawasan yang cukup mengenai patokan keuangan syariah pada umumnya ya, agar bisa tahu jika ada yang terasa kurang wajar.

Nah, semoga sedikit penjelasan mengenai asuransi syariah di atas bisa memberimu gambaran mengenai produk keuangan satu ini ya. Semoga bisa memberikan ketenangan bagi kamu yang ingin merasakan manfaatnya, terutama untuk yang mengedepankan keadilan dan tujuan bersama.