7 Langkah Mencapai Kebebasan Finansial Menurut Robert Kiyosaki

Sudah seharusnya, setiap orang bisa mencapai kebebasan finansial. Kenapa kebebasan finansial itu harus kita capaI?

Karena dengan kebebasan finansial, kita nggak akan lagi merisaukan berbagai masalah keuangan yang bisa terjadi. Singkatnya, kita bisa menikmati hidup tanpa takut kehabisan uang. Mengapa begitu? Karena kita punya cukup dana untuk melakukan apa saja, dan bahkan, tanpa perlu bekerja dengan aktif, kita tetap tidak akan kehabisan uang.

Kebebasan finansial ini berbeda dengan sekadar ‘being rich’ saja. Dengan kebebasan finansial, mungkin kita enggak tampak kaya raya, tetapi dana yang kita punya cukup banget untuk hidup sehari-hari.

Nah, bagaimana caranya mencapai kebebasan finansial ini? 

Langkah-langkah berikut ini bisa kamu lakukan untuk mencapai kebebasan finansial. Langkah ini Value! rangkum dan ulik berdasarkan tulisan Robert Kiyosaki dalam buku Rich Dad, Poor Dad. Sudahkah kamu membacanya? Kalau sudah, pasti kamu juga sudah hafal isinya apa saja. Anggaplah artikel ini sebaga summary atau reminder akan apa saja yang bisa dilakukan demi mencapai kebebasan finansial.

Dan buat kamu yang belum baca buku Robert Kiyosaki tersebut, well, ada baiknya kamu baca deh. Meski sudah di-summary-kan di sini, tetapi akan lebih baik jika kamu baca sendiri supaya lebih detail. Yang ada di sini, hanya sekadar catatan yang bisa kamu ulang supaya bisa jadi motivasi kamu.

Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

1. Bertanggung jawab penuh terhadap keputusan hidup sendiri

Salah satu tanda kemandirian finansial adalah ketika dapat bertanggung jawab secara penuh terhadap keputusan--terutama keputusan keuangan--untuk diri sendiri. Dan, kemandirian ini menjadi syarat pertama untuk dapat mencapai kebebasan finansial.

Siapa pun tidak akan dapat bebas finansial kalau tidak dapat bertanggung jawab atas keputusan sendiri.

Robert Kiyosaki juga menekankan hal ini dalam bukunya. Menurutnya, sudah sepatutnya setiap orang harus berani bertanggung jawab atas keuangan masing-masing, terkait keputusan membeli atau mendapatkan penghasilan yang akan memengaruhi neraca keuangan kita. Kita mesti sadar, bahwa setiap keputusan mengurangi atau menambah aset itu akan memengaruhi pula kondisi keuangan kita di masa depan.

Jadi, apakah kamu sekarang sudah banyak menimbang ketika hendak membeli sesuatu, atau saat hendak menambah penghasilan? Jika kamu masih hobi belanja impulsif, sudah pasti kamu belum siap mencapai kebebasan finansial.

2.Budgeting dan catatan pengeluaran adalah kunci

Dalam usaha untuk mencapai kebebasan finansial, sehari-harinya kita akan banyak bergantung pada budgeting: buat anggaran dan kontrol pengeluaran.

Kamu pasti sudah sadar kan, bahwa kita tuh hidup di dunia yang serbakonsumtif. Tanpa pengelolaan keuangan, yang dilakukan dengan berawal dari budgeting yang rapi, kebebasan finansial rasanya akan cukup mustahil untuk diwujudkan.

Sudah tahu kan, mengapa catatan pengeluaran dan anggaran itu sangat penting untuk dibuat? Dengan catatan pengeluaran dan anggaran itu, kita bisa:

  • Tahu pola keuangan sehari-hari kita, sehingga kita bisa memetakan kebutuhan anggaran kita ke depannya.
  • Tahu dengan pasti kondisi keuangan kita sendiri: sehat atau ada yang perlu diperbaiki.
  • Terbantu ketika hendak menyusun tujuan dan rencana keuangan yang komprehensif sampai masa depan nanti.
  • Lebih mudah mengontrol pengeluaran dari nafsu belanja impulsif dan kurang esensial.
  • Meminimalkan masalah keuangan yang bisa terjadi di masa depan.
  • Hidup sesuai kemampuan.

Kebiasaan kita dalam mengendalikan keinginan dengan baik akan memengaruhi neraca keuangan, dan akan berpengaruh jangka panjang ke depan. Kita jadi mikir berulang kali untuk mengeluarkan uang, dan pada akhirnya hal ini akan menyelamatkan kita dari banyak masalah keuangan di kemudian hari.

Kebebasan finansial pun akan lebih mudah dicapai ketika kita dapat membuat budgeting yang baik. Anggaran akan membuat batasan kendali diri, sedangkan catatan pengeluaran bisa menjadi alat untuk mencermati jika ada masalah.

Jadi, catatan keuangan pribadimu sudah rapi belum?

3. Bijak berutang

Utang bisa jadi memberdayakan, tapi tak jarang juga mendorong kita pada masalah yang besar. Utang juga yang biasanya menjadi penghambat terbesar jika kita ingin mencapai kebebasan finansial. Sebagian besar orang gagal bebas finansial karena terbelit utang.

Di artikel yang lalu, kita sudah membahas mengenai utang ini, pun sudah mengulas berbagai trik untuk melunasi utang hingga tuntas.

Kenali jenis utang; mana yang produktif dan penting untuk peningkatan kualitas hidup kita di masa depan, dan mana utang konsumtif yang tidak akan membawa nilai tambah untuk diri kita sendiri di masa depan. Dengan kemampuan mengenali utang seperti ini, kita dapat mempertimbangkan secara bijak, perlu enggaknya berutang.

Jika memang tidak perlu, ya jangan “memaksa” diri untuk berutang.

Begitu pun jika kita merasa tidak mampu membayarnya kembali, jangan “memaksa” diri untuk berutang, dengan pembenaran bahwa nanti juga akan ada rezeki untuk membayarnya. No, bukan begitu cara berpikir yang benar.

Berutanglah hanya untuk hal-hal yang akan memberikan manfaat untuk diri kita sendiri dalam jangka waktu yang panjang.

4. Miliki dana darurat

Dana darurat adalah dana yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan mendadak, urgent, dan darurat. Dan, midnight sale di mal bukan termasuk ‘keperluan darurat’.

Robert Kiyosaki--dan semua pakar keuangan--selalu menyebutkan bahwa kita harus memiliki dana darurat yang cukup, jika ingin mencapai kebebasan finansial. 

Berapa besar dana darurat yang cukup ini? Relatif, tergantung kondisi kita masing-masing. Misalnya, untuk para lajang dengan pekerjaan yang cukup aman di masa pandemi seperti ini--plus menjelang resesi yang diprediksikan datang--kamu akan perlu dana darurat setidaknya sama besar dengan 6 bulan pengeluaran harian rutinmu. Semakin banyak tanggungan, maka dana darurat akan semakin besar. Semakin insecure penghasilanmu, maka dana daruratmu juga akan semakin besar. Semakin tinggi risiko keuangan yang kamu hadapi, semakin besar pulalah dana daruratmu.

Pastikan kamu menyimpannya di instrumen yang aman dan likuid. Bisa manfaatkan reksa dana pasar uang atau tabungan.

Dengan dana darurat, kita akan lebih tenang menjalani hidup, meski sedang krisis sekalipun.

5. Buat tujuan keuanganmu secara bertahap

Mereka yang bisa merasakan kebebasan finansial adalah mereka yang sudah mencapai semua tujuan keuangannya. So, adalah penting buat kamu untuk menentukan tujuan keuangan sebelum akhirnya kamu mencapai kebebasan finansial itu.

Tujuan keuangan apa saja contohnya? Ya, misalnya saja:

  • Dana pensiun, agar bisa merasakan kebebasan finansial saat menjalani masa pensiun.
  • Dana rumah pertama
  • Dana pendidikan anak
  • Dan sebagainya

Dengan adanya tujuan keuangan, kita pun bisa membuat rencana keuangan yang realistis, sehingga kebebasan finansial pun bisa diwujudkan pada waktunya. Rencana dan tujuan keuangan akan memberikan kita motivasi untuk terus berusaha.

6. Hidup sewajarnya

Sepertinya memang sepele sekali, tetapi ternyata di dunia serbamodern dengan ‘campur tangan’ media sosial seperti sekarang ini, gaya hidup sewajarnya ini jadi agak sulit untuk diwujudkan. Betul enggak tuh?

Terlalu banyak membandingkan diri sendiri dengan orang lain menjadi salah satu ‘penyakit’ yang dapat menghambat kita untuk bisa hidup sewajarnya. Lihat teman pamer beli mobil baru atau DP apartemen mewah saja sudah bikin kita panas, apalagi yang suka share foto-foto jalan-jalan keluar negeri. Bener-bener bikin gerah!

Belum lagi paparan promosi dari mulai kuliner sampai barang-barang branded bikin kita lapar mata. Pengin juga punya, pengin juga pamer.

Tapi, tahukah kamu, kebebasan finansial sulit untuk dicapai jika kamu masih saja tidak bisa hidup sesuai kemampuan kamu.

Memang inilah tantangan zaman now, yang harus kita hadapi. Tetapi, dengan rencana dan tujuan keuangan yang sudah kita buat seperti di poin 5 di atas, seharusnya sih kita bisa tuh fokus saja pada diri sendiri.

7. Mulai investasi

Rencana keuangan tinggal rencana tanpa ada action yang nyata. Tujuan keuangan juga hanya tinggal mimpi jika tidak ada action yang nyata.

Jadi, mulailah investasi sekarang, demi mencapai kebebasan finansial secepatnya. 

Bagaimana?

Siapkah kamu mewujudkan kebebasan finansial dengan segera?