Begini Cara Melunasi Utang dengan Segera dan Sampai Tuntas

Ada yang sedang galau karena utang? Nggak bisa tidur dan makan dengan tenang, karena diteror oleh tagihan cicilan? Nggak bisa konsen ke pekerjaan karena mikirin bagaimana caranya melunasi utang secepatnya?

Utang memang bisa memberdayakan, tetapi tak jarang membuat kita jatuh ke jurang penuh masalah. Kamu mau memilih yang mana, tentu saja kembali pada dirimu sendiri.

Bagaimanapun, semua seharusnya sudah disadari sejak awal--sejak sebelum kamu berutang. Sejak kamu mempertimbangkan untuk berutang. Segalanya harus sudah diperhitungkan, mulai dari mau utang buat apa, bagaimana nanti membayarnya, uang buat mengembalikan sumbernya dari mana, dan seterusnya.

Yang pasti: utang harus dikembalikan. Bagaimana pun caranya, apa pun kondisinya.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk bisa melunasi utang sampai tuntas?

Cara Melunasi Utang sampai Tuntas

1. Sadari bahwa kita punya masalah

Ini terutama buat kamu yang utangnya masuk ke kategori utang konsumtif, dan kewalahan untuk melunasi.

Kalau kondisinya begini, ini jadi masalah. Dan yang pertama harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyadarinya. Dengan berkata, “Ya, ini masalah hidupku: utang. Dan, aku harus cari jalan atau cara untuk segera mengatasinya.”

Mengapa harus begini?

Karena banyak orang yang enggak sadar, bahwa berutang untuk barang konsumtif, apalagi dengan kartu kredit--misalnya, dengan pembayaran minimum dan telat-telat, itu adalah masalah besar. Selalu ada pembenaran untuk berutang barang konsumtif yang katanya sparks joy itu.

Padahal ...

Sadari dulu, bahwa kamu sedang memiliki masalah keuangan, selanjutnya kamu akan bisa mencari solusi bagaimana melunasi utang sampai tuntas, dan akhirnya bisa menyingkirkan masalah besar dalam hidupmu ini.

2. Cermati dan pilah utangmu

Apa sih, tujuan kamu berutang?

Segala hal yang kita lakukan memang seharusnya dimulai dengan menentukan tujuan. Mau beli sesuatu, tujuannya buat apa? Mau pergi, tujuannya ke mana? Mau investasi, tujuannya apa? Mau beli rumah, mau dipakai untuk apa?

Betul enggak? Demikian juga dengan berutang. Apa sih tujuan kamu berutang sebelumnya?

Adalah menjadi masalah ketika kamu berutang bukan untuk tujuan yang mahapenting. Lalu, apa yang harus kamu lakukan?

  • Duduk dan cek catatan keuangan (semoga ada). Berapa persentase utangmu saat ini dibandingkan dengan penghasilanmu? Apakah lebih dari 30%? Kalau sudah jadi masalah sih, pasti akan lebih besar daripada 30%. Inilah yang harus jadi patokan. Kalau memang lebih besar dari 30%, kamu harus menguranginya sampai kurang dari ini.
  • Kenali utangmu: utang KPR, KTA, kartu kredit, arisan, utang teflon, utang pinjol, utang rentenir? Lalu, mana yang harus jadi prioritas untuk dibereskan dulu? Yang akan segera jatuh tempo? Yang tenornya paling dekat? Yang bunganya paling tinggi? Yang nominalnya paling kecil?
  • Ketika sudah menentukan prioritas utang mana yang harus dibereskan dengan segera, buat rencana realistis untuk segera melunasinya.

Ingat, prinsipnya: utang tidak boleh lebih dari 30% penghasilan. Cut out your debt, sampai seminimal mungkin.

3. Cek aset

Selanjutnya, yang harus dilakukan agar segera dapat melunasi utang adalah merencanakan pembayaran dan pelunasan.
Kamu punya apa sekarang? Cek aset fisik yang bernilai jual tinggi! Mobil, motor, smartphone, laptop, ipad, emas batangan? Kalkulasikan dan pertimbangkan jual beberapa di antaranya untuk menutup utang dengan segera. Mulailah dengan utang yang sudah kamu susun prioritasnya seperti pada poin 2.

Selain aset fisik di atas, kamu juga bisa cek aset yang berupa produk finansial. Kamu punya reksa dana? Tabungan? Celengan? Deposito? Saham yang bisa segera dijual?

Yes, pertimbangkan untuk mempergunakan segala sumber daya yang ada dan memungkinkan untuk segera melunasi utang sampai tuntas.

Ingat, bahkan sebelum bisa investasi pun kamu harus melunasi utang (konsumtif) dulu kok. Supaya investasinya bisa maksimal, dan tujuan investasimu tercapai.

4. Perbaiki cash flow

Kamu tahu, apa yang menyebabkanmu jadi memutuskan untuk berutang? Karena pengin beli sesuatu tapi uangnya kurang? Atau, kemarin utang demi membayar obat atau biaya rumah sakit karena enggak punya asuransi kesehatan?

Utang-utang tertentu bisa dihindari dengan pengendalian cash flow yang baik. 

Kalau misalnya kamu pengin beli sesuatu yang nantinya mengalami devaluasi--alias nilainya akan turun seiring dengan pemakaian--prinsipnya sih seharusnya jangan dibayar dengan utang. Perbaiki cash flow, agar kamu bisa menabung untuk membelinya.

Begitu juga dengan utang untuk membayar biaya obat atau rumah sakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan yang memadai, kamu enggak perlu harus berutang loh!

Jeratan utang yang melilit sebagian besar orang--percaya atau tidak--disebabkan oleh cash flow yang kacau. Memang tidak semua penyebabnya cash flow juga sih, tetapi mostly begitu.

So, coba cermati. Apa yang membuatmu terjerat utang sejak awal? Kalau memang masalahnya ada pada cash flow, ayo, perbaiki segera, agar ke depannya kamu enggak harus berutang lagi untuk memenuhi kebutuhanmu.

Begitu juga kalau kamu ingin melunasi utang secara tuntas, semua kunci juga ada pada cash flow. Atur cash flow--hidup superhemat, ubah gaya hidup, hanya mengeluarkan uang untuk kebutuhan esensial--demi mendapatkan uang tambahan untuk bisa melunasi utang dengan segera dan tuntas.

5. Bayar cicilan tepat waktu

Salah satu kebocoran yang bisa terjadi (dan cukup bikin pusing) adalah ketika kita membayar cicilan terlambat. Mengapa? Karena ada denda yang kemudian harus dibayar juga, selain bunga.

Apalagi kalau kita utang pinjol, yang memberlakukan bunga berbunga dan juga denda berbunga. Wah, beban utang semakin berat seiring waktu berjalan.

Untuk jenis-jenis utang seperti ini memang harus segera diprioritaskan. Buat rencana realistis untuk segera melunasi utang-utang ini. Kalaupun enggak bisa langsung dilunasi, jangan sampai terlambat membayar cicilan. Hindarilah denda, dan bunga yang bergulung.

6. Ajukan restrukturisasi

Jika kamu memang benar-benar mengalami kesulitan untuk membayar cicilan atau melunasi utang dengan segera--mungkin tertunda, atau butuh waktu untuk mengumpulkan lebih banyak uang--kamu bisa minta keringanan pada pihak yang memberimu pinjaman.

Seperti misalnya ke bank atau leasing. Cari informasi bagaimana caranya mengajukan restrukturisasi utangmu. Dengan alasan yang tepat, pengajuanmu bisa berpeluang untuk diterima.

Begitu juga jika kamu berutang pada keluarga, teman, atau siapa pun secara personal. Jangan menghindar ketika ditagih--apalagi malah ngegas kalau diminta melunasi secara baik-baik. Diskusikan dan beri tahu mereka kalau kamu sedang kesulitan keuangan, lalu cari solusi yang baik untuk semua pihak. Jangan korbankan jalinan persahabatan atau kekeluargaan ‘hanya’ karena utang.

Mengajak pihak pemberi pinjaman untuk ngobrol akan selalu lebih baik ketimbang kamu menghindar dari mereka. Really.

7. Tambah penghasilan

Keenam usaha di atas sudah kamu lakukan dan kamu masih pengin usaha lagi untuk bisa melunasi utang dengan segera? Tambah penghasilanmu!

Coba cari-cari peluang. Kamu bisa berdagang atau berjualan apa saja, bisa pula memanfaatkan keahlian atau hobimu, untuk mendapatkan tambahan uang untuk melunasi utang.

Pasti bisa dengan sedikit modal kreativitas dan kejelian mengenali kebutuhan orang di sekitarmu.

Melunasi utang memang bukan usaha yang ringan. Butuh niat besar plus semangat juang yang tinggi untuk bisa melakukannya. Akhir kata, cuma bisa mengucapkan, semoga utangmu segera lunas dengan tuntas ya! Dan, bijaklah dalam berutang untuk selanjutnya.