Tip Agar Pengajuan KPR Rumah Segera Disetujui oleh Bank

Sepertinya setiap orang pasti pengin punya rumah sendiri. Namun, harga properti yang meningkat dari tahun ke tahun, membuat kita putar otak banget untuk dapat mewujudkan tujuan keuangan yang satu ini. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengambil KPR rumah.

Apa itu KPR Rumah? Yah, kamu bisa membaca dengan lebih detail di artikel yang lalu.

Butuh niat dan semangat perjuangan yang sangat besar untuk akhirnya berani berkeputusan mengambil KPR rumah ini. KPR bisa jadi pos pengeluaran tetap selama bertahun-tahun, dan jumlahnya sama sekali enggak sedikit. Kalau enggak punya niat besar untuk punya rumah sendiri, rasanya banyak orang yang lebih memilih sewa deh, karena terlihat lebih terjangkau.

Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa kamu menunda terus untuk beli rumah ya? Mendingan sewa? Kalau iya, baca dulu nih, komparasi antara beli rumah versus sewa rumah, mana yang lebih menguntungkan.

Nah, buat kamu yang memang sudah membuat keputusan besar dan berani untuk mengambil KPR rumah, kamu mesti tahu dulu beberapa trik agar pengajuan KPR rumah kamu bisa disetujui oleh bank. Karena, terus terang, mengajukan KPR ini juga PR tersendiri loh! Banyak kok kasus yang pengajuannya selalu ditolak.

Yah, penolakan oleh bank ini pastinya ada alasannya. Enggak mungkin hanya asal menolak. Makanya, kamu wajib tahu nih, apa saja yang harus dipenuhi agar pengajuan KPR rumah kamu ke bank bisa disetujui dengan segera.

Trik Agar Pengajuan KPR Rumah Disetujui Bank

Ini penting kamu ketahui, agar kamu bisa mempersiapkannya dengan lebih baik sehingga pengajuan KPR rumah bisa segera disetujui. Umumnya, pengajuan KPR rumah ditolak lantaran banyak persyaratan yang tidak dipenuhi, dan justru malah yang paling dianggap sepele.

1. Perhatikan syarat dan ketentuan umum

Nah, ini banyak saja yang suka skip, enggak (mau) membaca syarat dan ketentuan umum dengan detail dan lengkap. Scanning aja gitu ala-ala fast reading. Dan, itu adalah kesalahan pertama dalam mengajukan KPR rumah ke bank.

Begitu kamu sudah mendapatkan informasi dari bank mengenai syarat-syarat pengajuan KPR rumah, maka bacalah segala syarat dan ketentuan yang tercantum.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah usia. Umumnya, usia minimal yang diperbolehkan untuk mengajukan kredit rumah ini adalah 21 hingga 55 tahun. Nah, banyak yang salah paham di sini. 

Yang paling penting untuk diperhatikan adalah usia ketika kita selesai melakukan cicilan. Ini artinya, kita harus memperhitungkan, antara usia sekarang saat mengajukan kredit dan tenor cicilan. Misalnya, saat ini usia 30 tahun. Kalau kita mengajukan KPR rumah dan kemudian memilih tenor 15 tahun, maka kemungkinan besar pengajuan kita akan diterima, karena di akhir masa tenor kita akan berusia 45 tahun. Usia 45 tahun masih termasuk usia produktif, sehingga memberi kepercayaan pada bank bahwa kita akan mampu membayar cicilan dari penghasilan kita.

Seandainya, sekarang usia kita adalah 45 tahun, maka tenor yang bisa kita ambil adalah 10 tahun, maksimal. Jika kita ambil KPR rumah dengan tenor 20 tahun, maka kemungkinan besar pengajuan KPR kita akan ditolak. Bank menilai, usia 65 tahun seharusnya kita sudah pensiun, sehingga akan lebih sulit membayar cicilan.

Nah, bank memang penuh perhitungan, sehingga kalau pengin pengajuan KPR kamu disetujui, kamu harus mengikuti cara berpikir mereka.

2. Penuhi dokumen-dokumen yang menjadi syarat pengajuan KPR rumah

Ada banyak persyaratan dokumen yang akan diminta oleh pihak bank terkait pengajuan KPR rumah kita. Ada yang tergantung pada pekerjaan kita sehari-hari, karena ini erat kaitannya dengan komitmen pembayaran cicilan hingga lunas.

Untuk karyawan perusahaan, ada slip gaji atau surat keterangan kerja yang harus dilampirkan. Untuk pemilik bisnis, ada NPWP, surat izin usaha, data transaksi bisnis selama 3 bulan terakhir, dan sebagainya. Untuk profesional, ada surat izin praktik dan lain-lainnya.

Di samping yang berkaitan dengan pekerjaan, juga ada beberapa dokumen pribadi yang diminta. Mulai dari kartu identitas, kartu keluarga, PBB, SHM/HGB, dan IMB rumah. 

Kalau diperhatikan, dokumen yang diminta itu ada 3 jenis, yakni dokumen pribadi, dokumen terkait pekerjaan kita, dan dokumen legalitas rumah yang akan dibeli. Nah, kalau pihak bank kebetulan sudah bekerja sama dengan pengembang rumah yang akan kamu beli, persoalan dokumen ketiga tersebut biasanya akan lebih lancar, karena bank pasti sudah punya data pengembang rumah.

Penuhilah syarat-syarat dokumen ini semua, jangan sampai ada yang terlewat. Semakin lengkap syarat dipenuhi, maka semakin besar peluang pengajuan KPR rumah disetujui oleh bank.

3. Score credit

Tahukah kamu, bahwa setiap orang itu punya “rapor” utang di OJK? 

Ada yang namanya SLIK, atau Sistem Layanan Informasi Keuangan, yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan. Di sini ada kumpulan data nasabah perbankan yang berisi mengenai riwayat kredit suatu pihak dan juga kualitas pembayarannya.

Inilah credit score yang digunakan sebagai referensi di Indonesia.

Menurut Investopedia, begini:

Credit scores determine a person’s ability to borrow money for mortgages, auto loans, and even private loan for college.

Ketika kamu punya credit score yang baik--belum pernah menunggak utang, pembayaran cicilan lancar, selalu tepat waktu--maka hal ini juga akan terekam dalam sistem. Dengan “modal” credit score inilah, sebuah bank bisa menilai apakah kamu layak untuk mendapat pinjaman KPR rumah atau tidak.
Jadi, apakah kamu pernah punya pengalaman kredit ditolak bank? Bisa jadi, kamu pernah punya rapor yang kurang baik terkait kredit yang sudah-sudah. Jadi, sebelum mengajukan KPR, ada baiknya kamu menyelesaikan segala tunggakan jika masih ada.

Terus, kalau ternyata credit score kurang baik, apa yang bisa kita lakukan? Ya, sepertinya terpaksa mencari sumber dana yang lain untuk bisa membeli rumah.

4. Pastikan punya penghasilan tetap

Untuk bisa mendapatkan kredit, maka pihak bank harus memastikan debiturnya mampu membayar kembali hingga lunas. Karena itu, mereka perlu berbagai dokumen pendukung yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi finansial si debitur. Salah satunya soal penghasilan.

Jadi, pastikan bahwa kamu memiliki penghasilan tetap yang cukup untuk membayar cicilan dalam beberapa tahun ke depan sampai kredit KPR rumah kamu lunas.

Bagaimanapun bank itu suatu bentuk bisnis, sehingga mereka harus memastikan mendapatkan benefit dari kerja sama yang mereka lakukan dengan kamu sebagai nasabah. Mereka harus mengelola risiko hingga seminimal mungkin.

Kalau misalnya kamu adalah seorang karyawan sebuah perusahaan yang payroll-nya bekerja sama dengan bank tertentu, maka biasanya pengajuan KPR rumah akan lebih mudah disetujui jika kamu mengajukan ke bank yang sama. Karena, payroll akan menjadi semacam jaminan bahwa kamu akan membayar cicilan dengan lebih lancar.

5. Beres DP rumah

Uang muka atau downpayment rumah merupakan hal yang terpisah dari KPR rumah. So, pastikan DP rumah sudah beres sebelum kamu mengajukan KPR rumah, karena biasanya tanda bukti DP ini juga diminta oleh pihak bank. Jangan sampai, mereka mengucurkan dana untuk KPR, tapi DP belum ada, bisa jadi dipakai buat yang lain-lain kan.

Untuk urusan DP rumah, kamu harus berhubungan dengan pihak pengembang. Ada pengembang yang memberikan fasilitas cicilan untuk DP rumah juga. Informasi ini sebaiknya sudah kamu ketahui, ketika kamu survei pertama untuk memilih rumah.

Yash, memiliki rumah sendiri barangkali memang merupakan cita-cita terbesar kita. Jangka waktunya bakalan panjang--terutama jika kamu memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR rumah--nominalnya pun besar. Sekali lagi, butuh niat dan semangat juang yang tinggi.

Semoga impianmu untuk memiliki rumah segera terwujud, dengan disetujuinya pengajuan KPR rumah kamu pada bank. Amin.