Cara Investasi Reksa Dana Paling Mudah yang Bisa Dilakukan oleh Investor Pemula

Reksa dana biasanya dianggap sebelah mata oleh para investor senior, karena dianggap ‘nanggung’. Cuan sih, tapi enggak segede kalau kita beli sahamnya langsung. Berisiko juga, besar kecilnya tergantung instrumen tentu saja. Tetapi, buat para investor pemula, mulai dengan cara investasi reksa dana bisa jadi adalah yang paling cocok.

Padahal, ya yang namanya keuangan itu kan sifatnya personal. Satu sama lain kebutuhannya enggak sama, ketahanannya juga berbeda. Kondisinya beda, preferensi pun akhirnya juga tak akan sama. Mengapa harus meremehkan satu instrumen dibanding yang lainnya?

So, kamu, para investor pemula, enggak perlu merasa minder karena mau belajar investasi melalui reksa dana dulu. Yang penting, sesuaikan dengan profil risikomu. Seiring waktu, kamu akan ‘naik kelas’ juga kok. Jika sekarang memang masih nyaman dengan reksa dana, ya kenapa enggak? Nggak ada yang salah dengan memulai dari reksa dana.

Nggak perlu bingung dan khawatir, cara investasi reksa dana sekarang mudah banget. Kamu hanya modal smartphone dan kuota, and of course, dana untuk diinvestasikan--yang juga enggak terlalu banyak. Nah, langsung saja yuk, kita uraikan satu per satu langkah cara investasi reksa dana yang paling mudah untuk investor pemula.

Cara Investasi Reksa Dana Paling Mudah untuk Pemula

1. Tentukan tujuan investasimu

Setiap orang bisa memiliki tujuan investasi yang berbeda. Mengapa tujuan ini harus ditentukan sejak awal? Karena ini akan menyangkut motivasimu, konsistensimu, dan ketahananmu untuk berinvestasi nantinya, hingga kamu bisa mencapai tujuan.

Biasanya, kalau kita melakukan sesuatu tanpa tujuan dan niat yang kuat, di tengah jalan akan terdistraksi oleh berbagai macam godaan yang akhirnya berbuah sulitnya kita mendapatkan hasil yang maksimal.

Tujuan investasi juga akan menentukan instrumen mana yang paling optimal untuk kamu manfaatkan. Ketidaksesuaian antara tujuan dan instrumen akan berbuah kegagalan juga.

Jadi, tentukanlah, kamu investasi untuk apa? Untuk dana darurat? Untuk DP rumah? Untuk biaya melahirkan? Atau yang lebih panjang, seperti untuk dana pendidikan?

Tentukan serealistis mungkin, sehingga kamu termotivasi untuk menabung, konsisten, dan bisa memilih instrumen yang pas.

2. Cari informasi dan pahami cara kerja reksa dana

Langkah kedua cara investasi reksa dana yang harus dilakukan oleh investor pemula adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang seluk beluk reksa dana, dan pahami cara kerjanya.

Pepatah klise itu berkata, tak kenal maka tak sayang. Maka, jika kamu tak mengenal instrumen investasi yang sudah kamu pilih, maka bisa dipastikan kamu akan tergagap-gagap juga nanti ketika sudah dalam prosesnya.

Apa yang harus dipahami?

  • Apa saja jenis reksa dana yang ada?
  • Bagaimana masing-masing karakternya?
  • Apa saja arti istilah-istilah yang sering dipakai dalam investasi reksa dana? Misalnya, apa itu NAB? Apa itu prospektus? Apa itu manajer investasi? Dan seterusnya.
  • Bagaimana cara pengelolaan dana di reksa dana?

Semakin banyak informasi yang kamu peroleh dan ingat, maka akan semakin baik kamu dalam memutuskan hendak berinvestasi di reksa dana yang mana. Semakin baik keputusanmu, maka peluang untuk sukses dalam berinvestasi juga akan semakin besar.

Berarti, cara investasi reksa dana paling mudah ini enggak bisa singkat dong, makan waktu lama dong, pakai belajar dulu? Iya, untuk hasil maksimal, kamu memang mesti belajar dulu. Enggak bisa enggak.

3. Pilih manajer investasi dan perusahaan sekuritasmu

Kesuksesan investasi di reksa dana sedikit banyak juga tergantung pada kinerja manajer investasi, karena danamu akan mereka kelola. Sebagai investor, kamu memang menentukan jenis reksa dana apa yang kamu pilih. Namun, produk apa yang akan dibeli (sesuai dengan jenis reksa dananya), semua tergantung pada kepiawaian dan pengalaman manajer investasi dalam beranalisis.

So, keputusanmu dalam memilih manajer investasi juga akan menentukan. Kalau mau lebih dalam mengenal apa itu manajer investasi dan apa fungsinya, kamu bisa membacanya dengan lebih detail di artikel yang sudah ditautkan.

Lalu, bagaimana cara memilih manajer investasi dan perusahaan sekuritas yang terbaik untuk kita?

  • Pastikan mereka memiliki izin untuk menjalankan usaha secara legal dari Otoritas Jasa Keuangan, dan juga menjadi anggota bursa di Bursa Efek Indonesia. Masing-masing bisa kamu cek di website OJK dan BEI.
  • Telusuri rekam jejak mereka, kamu bisa melakukannya secara digital; googling, stalking akun-akun media sosialnya, dan sebagainya. Gali informasi apakah mereka pernah terlibat kasus, apakah mereka cukup responsif terhadap opini-opini followernya, dan seterusnya. Kamu akan bisa merasakan, apakah mereka layak dipilih dari hasil telusuranmu ini.
  • Lihat kinerja, yang kamu bisa lihat dari grafik prospektusnya. Gampangannya, jika dana kelola mereka besar, berarti mereka dipercaya oleh banyak orang.

4. Buka akun dan beli reksa dana yang paling sesuai dengan tujuan

Cara investasi reksa dana selanjutnya adalah tentu saja membuka akun di perusahaan sekuritas yang sudah kamu pilih. Ada banyak cara untuk melakukannya, tapi yang paling mudah sekarang adalah melalui aplikasi mobile.

Kamu tinggal mendaftarkan dirimu sendiri di aplikasinya, ikuti semua syarat dan petunjuknya. Bisa jadi berbeda sih antara satu aplikasi dengan yang lain, tetapi pada prinsipnya kamu akan melalui proses sebagai berikut:

  • Isi data diri secara lengkap; nama, alamat, dan lain sebagainya.
  • Unggah foto identitas diri yang legal, ada yang juga akan memintamu untuk selfie dengan memegang id card. Ada juga yang meminta foto halaman pertama dari buku tabungan.
  • Verifikasi dan validasi akun, bisa bermacam-macam caranya. Kamu ikuti saja ya.
  • Ada yang memberikan kuesioner dulu untuk menentukan profil risiko
Setelah semua proses buka akun terlalui, kamu bisa langsung melakukan transaksi. Rata-rata cara transaksinya adalah sebagai berikut:

  • Pilih jenis reksa dana; reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau reksa dana saham.
  • Pilih produknya, biasanya ada banyak fitur bantuan yang bisa kamu manfaatkan, seperti adanya robo advisor atau filter list.
  • Tentukan jumlah pembelianmu, lalu transfer sesuai angkanya.
  • Pembelian reksa dana akan segera diproses oleh perusahaan sekuritas, dan kamu akan melihat hasilnya pada bagian portofolio.
Mudah kan, cara investasi reksa dana sampai di sini? Yang paling rumit memang di bagian belajar dan memilih kok. Jadi, kamu enggak perlu terlalu khawatir.

5. Review berkala

Selanjutnya, kamu perlu melakukan review berkala terhadap kinerja portofoliomu. Jangan sampai nih, mentang-mentang dikelolain, kamu terus cuek aja terhadap progress-nya.

Di awal, kita sudah menentukan tujuan kita berinvestasi. Saat memilih sekuritas, manajer investasi, dan produk reksa dananya, kita sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan kita. Saat memilih produknya pun, kita sudah melakukan simulasi imbal hasil yang diprediksi akan kita terima. Nah, kita perlu mengecek, apakah prediksi ini sesuai dengan kenyataannya sekarang.

Lakukan review ini minimal setahun sekali atau dua kali. Mintalah perusahaan sekuritasmu untuk memberikan rekap data pembelian produk reksa dana, dan kamu bisa membandingkannya dengan progress yang sedang berjalan sekarang.

Misalnya nih, kamu menyimpan sejumlah dana investasi di reksa dana saham dengan target imbal hasil 10% setiap tahunnya. Nah, jika sampai dengan saat ini, kinerjanya ternyata 12%. Nah, ini berarti aman. Tetapi, jika kurang dari 10%, maka kamu perlu mereviewnya, apa penyebabnya? Seperti sekarang, rapor reksa dana saham belum kembali seperti semula lantaran terhantam badai pandemi virus corona. Maka, kamu bisa mempertimbangkan keputusanmu berikutnya; apakah hold, lanjut, atau justru segera memindahkannya ke produk yang lebih aman karena horizon waktu investasinya tinggal sedikit lagi.

Yang pasti, semua kembali ke tujuanmu berinvestasi.

Nah, ternyata enggak terlalu sulit kan, cara investasi reksa dana ini sampai di sini? Siap untuk berinvestasi sekarang?

Sekali lagi, tujuan keuangan, kebutuhan, dan kemampuan finansialmu harus selalu menjadi pegangan ya. Good luck!