Apa Investasi yang Menguntungkan di Masa Krisis dan New Normal?

Kamu setuju kan, kalau kita mesti tetap berinvestasi meski menghadapi masa krisis (bahkan resesi diprediksikan juga datang) dan new normal? Iya dong, karena hidup terus berjalan, tujuan keuangan kita juga tetap mesti dicapai. Masa pensiun kan enggak bisa ditunda. Tentu kita harus tetap berinvestasi, tapi sekarang kita harus lebih jeli memilih investasi yang menguntungkan.

Sebenarnya sih, setiap investasi itu selalu menjanjikan keuntungan, asal kita paham betul cara mainnya, bisa mengelola risiko dengan baik, dan fokus pada tujuan. Termasuk saat berada dalam masa krisis.

Nah, sekarang, buat kamu, yang sekarang lagi mulai untuk investasi, mungkin lagi merasa ragu ya? Mau jalan terus, takutnya entar kondisi semakin terpuruk. Meski kita sudah bersiap untuk masa new normal, tapi masih banyak ketidakpastian di depan sana. Takutlah ntar duitnya hilang, rugi, dan seterusnya. 

Tapi, kalau enggak dimulai juga, ya kapan lagi? Kan kalau kondisi krisis, pulihnya juga butuh waktu? Padahal ya itu tadi, kayak di atas, masa pensiun kan enggak bisa ditunda. Juga tujuan-tujuan keuangan yang lain, semua harus tetap pada rencana, kan?

Jadi, gimana?

Ya, harus tetap investasi dong, tapi pastikan instrumennya yang tepat. Jadi, apa investasi yang menguntungkan untuk dilakukan di masa krisis?

5 Investasi yang Menguntungkan di Masa Krisis

1. Deposito

Oke, pertama kita bahas yang cukup minim risiko dulu, yaitu investasi deposito. Karena satu, kamu pemula, pastinya masih harus ‘kenalan’ dulu dengan yang namanya risiko investasi, apalagi ini masa krisis. Bunga deposito di masa krisis biasanya memang diturunkan oleh Bank Indonesia, dengan tujuan untuk menstimulus ekonomi. Tapi, instrumen ini adalah yang paling minim risiko terutama di masa krisis.

Kenapa begitu? Karena deposito adalah produk perbankan, sehingga ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan sampai nominal Rp2 miliar. So, seandainya ada ‘apa-apa’, danamu akan dijamin tetap kembali, selama kamu menyimpannya di bank yang bereputasi baik.

Tapi, garis bawahi pada kata ‘minim risiko’ ya, yang berarti bukan bebas sama sekali.

Ada pula alternatif deposito dolar, yang memungkinkanmu untuk menyimpan mata uang dolar dalam deposito. Jika krisis keuangan datang, biasanya rupiah memang akan terkoreksi terhadap mata uang US Dollar. Ini bisa menjadi celah juga buatmu.

Tapi, yang pasti, instrumen apa pun, kamu harus menyediakan waktu untuk mempelajari aturan mainnya ya. Sesuaikan dengan tujuan dan kemampuanmu.

2. Obligasi Negara

Surat utang negara memang merupakan investasi yang menguntungkan, baik di masa krisis maupun saat kondisi kita baik-baik saja. Surat utang negara biasanya menawarkan return yang lebih tinggi dibanding deposito, meskipun ya enggak setinggi saham.

Cara kerja instrumen investasi obligasi ini cukup simpel. Kita bisa dibilang ikut membantu usaha pemerintah, karena memberikan pinjaman dana pada negara untuk membiayai pembangunan. Tentu saja, pemerintah enggak akan gegabah memanfaatkan pinjaman dana dari kita. Ada undang-undang yang mengatur kok.

So, bisa dibilang, investasi pada obligasi atau surat utang negara ini merupakan salah satu investasi yang menguntungkan dan aman dilakukan di masa krisis.

Seperti di masa pandemi COVID-19 ini, baru saja pemerintah mengeluarkan ORI017, dengan alokasi pendanaan untuk penanganan pandemi. Jadi terpanggil untuk membantu kan, kalau memang mampu? Sebentar lagi juga akan diluncurkan surat utang seri sukuk lo! Tunggu saja update-nya ya.

Tak hanya untuk sektor kesehatan, obligasi-obligasi pemerintah Indonesia juga dipakai untuk membangun infrastruktur seperti jalan-jalan tol, dan berbagai pembangunan sektor lainnya.

3. Reksa dana

Instrumen ini juga merupakan investasi yang menguntungkan yang bisa kamu pilih di masa krisis, terutama reksa dana pasar uang.

Reksa dana pasar uang cocok banget sebagai instrumen investasi jangka pendek untuk kamu yang masih pemula. Karena jangka pendek, maka risiko pun bisa minim, tetapi hasil investasi pun juga berbanding lurus. Instrumen ini cocok banget buat menaruh dana darurat.

Dengan reksa dana, kamu akan ‘patungan’ investasi dengan investor lainnya untuk mendapatkan keuntungan bersama-sama. Pastikan, kamu memilih manajer investasi yang memiliki izin yang sesuai dengan usahanya ya. Portofoliomu akan lebih banyak bergantung pada mereka. Jika kinerjanya tidak sesuai dengan harapan, kamu boleh pertimbangkan untuk langsung memindahkannya ke manajer investasi yang lain.

4. Saham blue chip

Saham blue chip adalah istilah untuk menyebut saham perusahaan besar yang merupakan leader di sektornya. Instrumen ini juga bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang menguntungkan di masa krisis.

Pastikan kamu tahu betul fundamental perusahaannya ya. Pelajar betul kinerjanya, dan belajarlah membaca laporan keuangan mereka yang bisa dengan mudah kamu akses di situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Belajarlah dari orang-orang yang sudah lebih dulu berpengalaman, tetapi pilahlah yang paling sesuai dengan tujuan dan kemampuanmu. Peka terhadap situasi, dan sering-sering update berita.

Sudah terlalu banyak kisah sedih investor gagal yang tersandung dan terseok dalam usahanya berinvestasi di pasar saham, lantaran hanya ikut-ikutan atau hanya menyerahkan uangnya begitu saja pada orang lain untuk diinvestasikan, tanpa mau usaha untuk paham dan belajar. Jangan ditambah lagi daftar panjangnya ya.

5. Emas

Di masa krisis, emas menjadi safe haven; selalu diburu oleh investor untuk mengamankan dana dari fluktuasi harga pasar. Saat artikel ini ditulis, harga emas melambung tinggi menyentuh Rp1 juta per gramnya.

Sungguh godaan bagi investor emas yang sudah lama menyimpan logam mulia untuk melepasnya sekarang. Lumayan banget dapatnya.

Tapi yah, sekali lagi, semua kembali ke tujuan dan kebutuhan masing-masing. Bukan tak mungkin, di depan nanti, kita akan mengalami krisis yang lebih parah lagi (knocks on wood). Yakin, mau lepas sekarang?

Lalu, buat kamu yang belum memiliki instrumen ini sebagai bentuk diversifikasi portofolio, mesti beli sekarang dong? Yah, semuanya kembali pada kebutuhan dan kemampuanmu juga. 

Yang pasti, jangan membeli hanya karena kepanikan atau ikut-ikutan ya. Pastikan sudah sesuai dengan tujuan dan kemampuan.

Nah, sudah memutuskan, mana investasi yang menguntungkan untukmu? Segera rencanakan investasimu, dan langsung eksekusi. Fokus pada tujuan, dan banyak-banyak belajar ya.

Good luck!