Sebenarnya, Asuransi Pendidikan Itu Apa? Pahami Dulu Yuk!

Generasi milenial barangkali adalah generasi yang megang hidup sekarang ini. Sudah mapan, sudah berkeluarga, rasanya pun sudah memiliki banyak hal yang sudah diraih tetapi juga masih banyak yang direncanakan di depan. Salah satunya adalah dana pendidikan bagi anak-anak mereka. Nah, barangkali sudah akrab juga dengan salah satu produk keuangan yang sangat populer ini: asuransi pendidikan.

Sudah rahasia umum pula, bahwa biaya pendidikan di Indonesia meningkat sebanyak 10 - 20% dari tahun ke tahun. Dan, hal ini harus diantisipasi oleh orang tua zaman now yang pastinya pengin menyekolahnya anak-anak mereka setinggi-tingginya. Kalau hanya dengan menabung, di atas kertas, cita-cita ini sungguh jadi hal yang mustahil untuk diwujudkan, terutama jika kita enggak punya privilege apa pun.

Jadilah sebagai orang tua, kita harus punya rencana keuangan yang matang untuk dapat mengamankan dana pendidikan anak ini. Salah satu produk yang sering ditawarkan untuk membantu adalah asuransi pendidikan.

Lalu, apakah ini memang bisa menjadi tool atau alat mencapai tujuan keuangan yang tepat? Mari kita lihat beberapa fakta asuransi pendidikan yang ada di Indonesia.

Fakta-Fakta Asuransi Pendidikan

1. Apakah pendidikan adalah suatu risiko?

Menurut asal katanya, asuransi artinya adalah memindahkan risiko kerugian secara finansial kepada pihak lain--dalam hal ini adalah perusahaan asuransi--sementara kita, sebagai pemegang polis, memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah premi secara teratur sesuai kesepakatan, yang nantinya akan menjadi uang pertanggungan alias santunannya.

Yuk, perhatikan pada bagian “risiko kerugian secara finansial”. Kalau asuransi kesehatan, berarti risiko kerugian finansial akan terjadi ketika kita sakit dan harus membayar biaya rumah sakit dan biaya obat, sedangkan untuk sementara mungkin kita tak bisa produktif mencari penghasilan. Betul?

Untuk asuransi jiwa juga prinsipnya sama. Ada risiko kerugian finansial yang terjadi ketika tertanggung meninggal dunia dan tidak dapat produktif lagi mencari uang, terutama untuk warisnya atau siapa pun yang tadinya menggantungkan hidup pada si tertanggung. Di sinilah asuransi jiwa berperan, dengan memberikan santunan sehingga waris atau siapa pun orang terdekatnya tetap bisa survive sementara waktu sampai mereka bisa mandiri lagi.

Nah, bagaimana dengan asuransi pendidikan? Apakah pendidikan anak akan menimbulkan risiko kerugian finansial? Tentu tidak, karena sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menjamin masa depan anak dengan memberikannya pendidikan yang terbaik. Hal ini akan lebih tepat disebut dengan “tabungan”.

2. Mengandung risiko

Tetapi, sekadar “tabungan” saja kan tidak cukup. Mengingat inflasi yang tinggi membuat biaya masuk sekolah mengalami penyesuaian setiap tahunnya. Karena itu, harus dibarengi dengan investasi.
Begitu juga dengan asuransi pendidikan ini. Ada alokasi dana premi yang kita bayarkan untuk diinvestasikan.

Nah, sampai di sini, jadi ingat asuransi unit link dong? Ya memang. Memang asuransi pendidikan biasanya merupakan asuransi unit link yang di-rename menjadi asuransi pendidikan. Cara kerjanya sama. Sila dibaca lagi artikel mengenai asuransi unit link yang sudah ditautkan ya.

Yang perlu kamu pahami betul adalah selalu ada risiko dalam setiap langkah investasi pada instrumen apa pun. Dalam asuransi pendidikan, perusahaan asuransi memiliki manajer investasi yang akan mengelola dana nasabah, dan mengalokasikannya dalam instrumen tertentu. Ketika iklim investasi sedang baik, maka bisa jadi hasil investasi akan baik juga. Tetapi, kalau iklim investasi sedang menurun--seperti sekarang ini, misalnya, ketika pandemi virus corona terjadi, pasar uang dan pasar saham global ikut terpengaruh, sehingga anjlok ke level rendah--maka investasi yang dilakukan pun akan kena imbas pula.

Jadi, kalau asuransimu “tercampur” dengan investasi, berarti ada risiko yang juga muncul di situ. Premi yang kamu bayarkan akan ikut turun nilainya.

Padahal, asuransi seharusnya menjadi jaring pengaman kalau kita ada risiko kerugian finansial kan? Nah, gimana dong, kalau jaring pengamannya ternyata juga mengandung risiko? Jadi, double risk dong? Ya, bisa dibilang begitu.

3. Tercover dalam asuransi jiwa

Yes, asuransi pendidikan biasanya adalah asuransi jiwa yang dikombinasikan dengan investasi. Uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan adalah hasil pembayaran premi asuransi jiwa, sehingga yang menjadi pihak tertanggung seharusnya adalah orang tua, bukan anak.

Nah, inilah yang biasanya menjadi kesalahan para nasabah asuransi pendidikan, karena yang dicantumkan sebagai tertanggung adalah nama anak. Jika suatu kali nanti ada sesuatu yang terjadi, maka ini bisa menjadi sandungan untuk klaim asuransi.

Jadi, pastikan kamu mencantumkan namamu sebagai tertanggung, sehingga nanti kalau terjadi sesuatu, anakmulah yang akan menerima uang pertanggungannya.

Tip Memilih Asuransi Pendidikan (Jika Masih Bertahan)

1. Pelajari polisnya

Sungguh, ini merupakan kesalahan berulang yang sering dilakukan oleh (calon) nasabah asuransi di mana pun, untuk produk asuransi apa pun: malas membaca polis.

Ya, enggak bisa disalahkan lantaran bahasa polis asuransi memang merupakan bahasa hukum yang kadang sulit dicerna oleh orang awam. Namun, sebagai (calon) nasabah, kita berhak mendapatkan penjelasan detail mengenai polis asuransi yang akan kita beli. Tanyakan pada agen asuransi, segala hal yang kurang dapat dipahami dari polis asuransinya.

Tanyakan jangka waktunya, preminya, term & condition kalau harus topup premi, uang pertanggungan, dan juga investasinya.

Kita boleh banget mengetahui apa yang terjadi dengan uang kita, bukan?

2. Jangan buru-buru

Segala hal memang harus diputuskan dengan kepala dingin, tanpa tergesa-gesa. Termasuk ketika kita akan memutuskan hendak membeli polis asuransi pendidikan.

Take your time untuk mempelajari polis dengan saksama, mencari informasi tambahan lainnya, dan berdiskusi dengan pasangan, terutama terkait segala risiko yang bisa terjadi.

Kebutuhan kita adalah yang utama. So, selalu berpijaklah dari kebutuhan ini untuk bisa mendapatkan manfaat yang optimal dari asuransi pendidikan. Ingat, dana pendidikan anak kita yang menjadi taruhannya loh!

3. Perhatikan perusahaan dan agen asuransinya

Sudah terlalu banyak kasus tentang penipuan produk keuangan, termasuk asuransi pendidikan. Jadi, ada baiknya kamu melakukan survei dan riset dulu terhadap perusahaan (juga agen-agennya) asuransi.

Pastikan mereka memiliki izin yang resmi. Untuk agen, pastikan dia memiliki kartu anggota Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, atau Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia. Agen yang memiliki kartu-kartu ini merupakan agen profesional yang pasti akan siap membantumu untuk paham produk asuransi yang akan dibeli.

Demikianlah sedikit mengenai asuransi pendidikan. Pahami risikonya, cara kerjanya, dan manfaatnya, lalu pertimbangkan dengan saksama. Jangan lupa, untuk membandingkannya juga dengan produk keuangan yang lain; yang mana yang manfaatnya akan lebih optimal sesuai dengan kebutuhanmu.

Other Blogs