Asuransi Unit Link: Asuransi Berisiko yang Perlu Kamu Pahami Betul Cara Kerjanya

Asuransi unit link barangkali malah lebih populer ketimbang jenis asuransi yang lain, karena ini produk yang selalu ditawarkan lebih dulu. Antara lain karena memang jenis asuransi ini menawarkan beberapa keuntungan yang tampak lebih menggiurkan.

Salah satunya adalah dengan membeli polis asuransi unit link ini, kita sekaligus bisa mendapatkan 2 manfaat sekaligus, yaitu proteksi plus investasi.

Tapi, bener enggak ya, jenis asuransi unit link ini memang sebagus itu, dan penting banget untuk kita miliki? Well, ada baiknya, kamu pahami dulu betul-betul mengenai cara kerja jenis asuransi ini sebelum kamu memutuskan untuk membeli polisnya.

Apa Itu Unit Link?

Asuransi unit link adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap berbagai risiko finansial yang terjadi akibat kecelakaan, musibah, ataupun risiko ekonomi yang lain, dengan biaya premi dari dana yang disetorkan oleh pemegang polis serta dari hasil imbal investasi yang dilakukan. Nah, inilah yang biasanya menjadi daya tarik bagi para calon nasabah. Bahwa, setelah jangka waktu tertentu, pemegang polis atau si nasabah akan tidak perlu membayar premi lagi lantaran sudah dipenuhi oleh hasil investasinya.

Nah, di sinilah asuransi unit link “menutup” kekurangan jenis asuransi jiwa murni lainnya.

Kadang yang terjadi pada mindset orang ketika mereka enggan memiliki asuransi adalah seolah-olah kita mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum pasti. Manfaatnya enggak terlihat. Bahkan lebih parah lagi, seakan-akan kita berharap untuk mendapat kecelakaan dan kematian dengan membeli polis asuransi ini.

Hal itu menjadi enggak terlalu kentara dengan adanya produk asuransi yang satu ini, karena di sini ditawarkan paket lengkap, yaitu proteksi yang sekaligus sebagai investasi. Asuransi unit link memberikan janji pertambahan manfaat terhadap premi--yang seakan-akan menjadi uang yang keluar for nothing--menjadi “imbal” karena juga diinvestasikan ke instrumen tertentu, sesuai kebijakan perusahaan asuransi.

Ilustrasi Cara Kerja Asuransi Unit Link

Sampai dengan definisi di atas sudah cukup jelas belum? Kalau belum, coba deh ikuti alur cara kerja asuransi unit link berikut ini.

1. Premi

Pada awal kita menjadi nasabah, kita harus menyetorkan sejumlah uang sebagai premi, dan biasanya akan terjadi pemotongan untuk biaya operasional dan administrasi, juga sebagai ongkos pengelolaan investasi yang kita lakukan yang jumlahnya lumayan juga jika diakumulasikan.

Periode pembayaran premi ini bisa berbeda-beda sih antara satu perusahaan asuransi dengan yang lainnya. So, ada baiknya kamu benar-benar mempelajari polis dan/atau bertanya secara detail pada agennya mengenai hal ini.

Setelah pemotongan, dana kita akan diinvestasikan ke instrumen tertentu, yang pastinya dari sini diharapkan ada imbal atau keuntungan. 

2. Hasil investasi

Hasil investasi yang berupa keuntungan kemudian akan digunakan sebagai biaya premi asuransi jiwa, plus rider atau asuransi tambahan, jika ada, serta biaya administrasi lainnya.

Dengan demikian, terjadi dua kali pemotongan atas dana yang (seharusnya) menjadi milik kita, yaitu pemotongan di awal setoran, dan kemudian pemotongan ketika ada keuntungan hasil investasi.

3. Nilai polis asuransi

Setelah pemotongan, barulah nilai polis kita secara bersih bisa diperhitungkan. Kalau hasil investasinya masih sedikit, berarti kita tak bisa mendapatkan manfaat apa pun dari sejumlah dana yang sudah kita berikan sebagai premi. Katakanlah sampai 5 tahun pertama, sesuai kebijakan perusahaan.

Masalahnya, investasi itu kan berfluktuasi. Betul? Dengan demikian, akan ada peluang hasil investasinya juga minus--misalnya seperti yang terjadi sekarang di masa pandemi, ketika IHSG terkoreksi besar-besaran. Karena hasil investasi tidak sesuai harapan alias minus, maka nilai polis menjadi minus juga, sehingga biasanya di sini, nasabah akan diminta untuk melakukan topup dana, di luar premi yang sudah disepakati di awal.

Kalau enggak bisa topup, terus gimana? Ya, berarti polis terhenti, dan ini berakibat pada terhentinya fasilitas perlindungan sebagai fungsi utama asuransi juga.

Jadi kesimpulannya, nilai polis asuransi kita, selain tergantung oleh besarnya premi dasar yang kita bayarkan, juga tergantung pada kinerja investasi yang dilakukan oleh manajer investasi di perusahaan asuransi tersebut, plus performa instrumen investasi yang dipilih.

Nah, bagaimana kalau ternyata manajer investasinya kurang cakap?

Ya, mau enggak mau tetap harus melanjutkan, karena ada polis asuransi yang menjadi “taruhan”-nya. Berbeda kalau kita membeli polis asuransi jiwa murni, yang tidak akan terpengaruh oleh hasil investasi. Meski pasar modal dan pasar uang bergejolak, asalkan secara finansial kita mampu, kita bisa meneruskan polis tanpa terpengaruh. Yang memengaruhi ya kondisi finansial kita sendiri. Sedangkan, kalau mau investasi, ya berinvestasilah pada instrumen investasi murni--yang mana banyak sekali pilihannya sekaligus sangat mudah caranya. Apa pun yang terjadi pada investasi kita, tidak akan memengaruhi nilai polisnya.

Tip Sebelum Menjadi Nasabah Asuransi Unit Link

1. Pelajari cara kerjanya

Banyak nasabah asuransi unit link yang merasa kecele setelah beberapa tahun polis berjalan, karena performanya yang tidak sesuai dengan harapan. Banyak yang justru tidak bisa mendapatkan hasil asuransi seperti yang dijanjikan di awal oleh agen di saat asuransi ini dibutuhkan, misalnya untuk dana pendidikan anak.

Sudah harus menyetor uang pangkal sekolah, jangankan mendapatkan uang pertanggungannya, malah justru diminta topup dana lagi.

Hal ini terjadi bukan semata-mata kesalahan agen atau perusahaan asuransinya saja, melainkan juga karena kurang pahamnya nasabah akan cara kerja jenis asuransi ini.

Tidak ada larangan untuk membeli polis asuransi unit link ini, tetapi ada baiknya pahami dulu betul-betul cara kerjanya, sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kondisi dan tujuan keuangan kita, sehingga manfaatnya betul-betul kita rasakan.

2. Jangan malas baca polis

Yups, jangan malas baca polis asuransi sebelum benar-benar menandatangani kontrak dan mulai membayar premi. Hal inilah yang sering terjadi pada (calon) nasabah untuk asuransi jenis apa pun, terutama asuransi unit link ini.

Memang, kalau kita hendak menggunakan salah satu produk keuangan--apa pun itu; tabungan, investasi, dan asuransi--kita selalu perlu untuk aktif bertanya dan mencari tahu sebanyak-banyaknya terlebih dulu, agar kita tahu cara kerjanya sehingga bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan keuangan.

Jadi, jangan malas baca polis dan juga aktiflah bertanya pada agen asuransinya ya.

3. Pahami risikonya

Dalam ilustrasi cara kerja asuransi unit link di atas, kita sudah melihat bahwa ada risiko yang menyertai jenis asuransi ini, karena di dalamnya ada aktivitas investasi yang kita lakukan.

Nah, kamu harus paham betul, bahwa selalu ada risiko kerugian dalam setiap investasi, dalam instrumen apa pun. Jika di investasi biasa, akibat dari risiko ini adalah hilangnya uang kita. Nah, kalau dalam asuransi unit link, selain kita kehilangan uang, kita juga mempertaruhkan asuransi kita sendiri yang berharga. Jadi risikonya berlipat, karena premi yang hilang adalah premi proteksi kita kalau terjadi musibah loh.

Jadi, sadarilah dan pahamilah risiko ini sebelum kamu benar-benar menjadi nasabah asuransi unit link ya.

Begitulah sedikit mengenai asuransi unit link ini. Semoga sampai di sini, kamu sudah paham mengenai cara kerja asuransi ini beserta risikonya. Selanjutnya, keputusan ada di tanganmu. 

So, be wise ya!

Other Blogs