Asuransi Jiwa: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Apakah kamu termasuk dalam 2 dari 10 orang produktif Indonesia yang sudah memiliki asuransi jiwa? Bagus! Berarti kamu sudah sadar akan pentingnya perlindungan terhadap aset paling berharga, yaitu hidupmu sendiri.

Jika kamu sampai dengan saat ini belum juga terpanggil untuk membuat asuransi jiwa, enggak apa. Semoga setelah selesai membaca artikel ini kamu lantas sadar akan betapa pentingnya memiliki asuransi jiwa, terutama jika kamu berperan sebagai tulang punggung untuk keluargamu--dalam artian, banyak orang menggantungkan hidupnya padamu. Ya istri, anak-anak, plus orang tua juga, barangkali.

Apa Itu Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa adalah kontrak perjanjian antara orang yang ditanggung dengan perusahaan asuransi sebagai penanggung yang akan memberikan sejumlah nominal uang jika ada sesuatu yang terjadi pada pihak tertanggung sehingga menyebabkan risiko kematian.

Sebagai kewajiban, kita, para pemegang polis, membayar premi dengan nominal tertentu yang nantinya akan menjadi uang pertanggungan.

Kalau disederhanakan, asuransi akan menanggung risiko kerugian yang terjadi secara finansial, jika sesuatu terjadi hingga mengakibatkan si tertanggung meninggal dunia. Uang yang menjadi pengganti kerugian finansial tersebut bisa dimanfaatkan oleh waris atau keluarganya untuk berbagai keperluan, hingga menyambung hidup.

Kamu bisa membeli polis asuransi jiwa ini untuk dirimu sendiri, atau bisa untuk orang lain. Misalnya, istri membeli polis asuransi bagi suami yang bekerja untuk keluarga sebagai tertanggung. Juga bisa orang tua membeli polis asuransi untuk anaknya.

Mengapa Asuransi Jiwa itu Penting untuk Dimiliki?

1. Perlindungan terhadap hilangnya penghasilan

Misalnya, suami istri dengan anak-anak. Sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga, suami menanggung biaya hidup istri beserta anak-anak mereka. Ketika ada musibah datang sehingga suami tidak bisa melanjutkan perannya untuk menajdi pencari nafkah utama keluarga, maka ada risiko keluarga telantar secara ekonomi.

Di sinilah asuransi jiwa akan berperan penting. Kalau suami sudah memiliki asuransi jiwa, uang santunan asuransi jiwa yang biasanya sangat besar bisa dipakai istri dan anak-anaknya untuk menyambung hidup, setidaknya sampai istri bisa mendapatkan solusi untuk kembali mendapatkan nafkah untuk hidup.

2. Memberikan ketenangan

Ya, begitulah fungsi sebuah perlindungan atau proteksi; memberikan ketenangan agar kita tak perlu mengkhawatirkan semua hal.

Sebagai manusia, masalah kita memang sudah banyak. Belum lagi ditambah kecemasan akan terjadinya hal-hal di luar rencana yang bisa membuat kita mengalami kerugian secara finansial. Dengan adanya perlindungan dari asuransi, kita menjadi sedikit lebih tenang. Asuransi dalam hal apa pun deh.

Terutama asuransi jiwa. Manfaatnya itu loh, yang bikin tenang.

Karenanya, asuransi jiwa itu penting. Apalagi buat para kepala keluarga yang “katanya” mencintai keluarganya. Kalau ada apa-apa dengan kita, enggak mau kan keluarga terlantar begitu saja?

Sekarang mari kita lihat beberapa jenis asuransi jiwa yang ada di Indonesia.

Jenis Asuransi Jiwa

1. Term Life Insurance

Atau yang sering juga disebut dengan asuransi jiwa berjangka. Fungsinya untuk memberikan perlindungan terhadap tertanggung dari risiko kerugian finansial selama jangka waktu tertentu, antara 5 - 20 tahun. Premi asuransi jiwa jenis ini adalah yang paling terjangkau dan bersifat tetap sampai akhir kontrak.

Beberapa keuntungannya:

  • Besarnya premi ditentukan oleh kita sebagai pemegang polis, yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial kita.
  • Uang pertanggungan sangat besar, mencapai miliaran rupiah. Sungguh suatu manfaat yang besar banget jika dibandingkan dengan premi yang terjangkau.

Sementara itu, ada hal yang diperhatikan terkait asuransi jiwa jenis ini, yaitu jika masa kontrak telah terlewati tanpa klaim, maka uang pertanggungan tidak dikembalikan dan akan hilang. The good side is, jika kamu enggak sampai harus klaim, berarti hidupmu baik-baik saja dan kamu bisa bersyukur untuk itu.

2. Whole Life Insurance

Atau yang sering disebut dengan asuransi jiwa seumur hidup. Seperti namanya, asuransi jiwa seumur hidup memberikan perlindungan terhadap pihak tertanggung seumur hidupnya, setidaknya sampai 100 tahun.

Sedangkan, beberapa keuntungannya antara lain:

  • Pemegang polis atau tertanggung bisa mendapatkan manfaat tunai setelah beberapa waktu kontrak berjalan. Manfaat tunai ini bisa kamu gunakan untuk membayar preminya lagi. Jumlahnya lumayan.
  • Ketika kontrak berakhir, dan tidak ada klaim selama kontrak berjalan, uang pertanggungan akan dikembalikan pada pemegang polis. 

Meski dipatok di angka 100 tahun, tapi angka harapan hidup kita kan juga enggak sampai segitu juga, rata-ratanya. Betul? Katakanlah, 80 - 85 tahun saja. Hal ini membuat adanya peluang perusahaan asuransi akan besar untuk mengembalikan dana nasabah setelah kontrak berakhir. Dengan demikian, harga premi pun menjadi lebih mahal.

Nilai total preminya juga tidak sebesar term life insurance karena bunga asuransi ini hanya sebesar 4% saja, belum lagi dipotong pajak.

3. Endowment Insurance

Atau yang biasa disebut dengan asuransi jiwa dwiguna. Dan, seperti bisa ditebak, asuransi ini memiliki 2 manfaat, yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka dan tabungan.

Ini artinya kita sebagai pemegang polis asuransi bisa mendapatkan manfaat tunai dari premi asuransi yang sudah disetorkan, dalam bentuk uang pertanggungan jika ada sesuatu yang terjadi pada tertanggung dalam jangka waktu tertentu sesuai polisnya, sekaligus juga dapat menarik polis asuransi sebelum masa kontrak berakhir.

Biasanya, jenis asuransi inilah yang dikemas menjadi “asuransi pendidikan anak”, meski istilah ini juga tidak sepenuhnya tepat.

Nah, asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhanmu? Tentu saja, harus kamu cek dengan teliti.

Teliti Membeli Polis Asuransi Jiwa

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya

Carilan informasi sebanyak-banyaknya, dan pahamilah sejelas-jelasnya produk asuransi yang ditawarkan oleh agen. Jangan hanya iya-iya doang, dan akhirnya menggerutu di belakang karena kurang paham.

Bandingkan satu produk dengan yang lainnya, dan jangan malas untuk mencermati polis. Memang polis asuransi biasanya dibuat dengan kata-kata level dewa yang hanya bisa dipahami oleh orang tertentu, tetapi kamu selalu bisa meminta penjelasan kepada agen asuransi mengenai produknya.
Sudah menjadi tugas mereka untuk memberikan edukasi pada (calon) nasabah, jadi jangan sungkan bertanya.

2. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan

Pada prosesnya, kamu barangkali juga akan ditawari berbagai produk asuransi. Ya, memang begitu juga tugas para agen asuransi; persis seperti sales persons di industri lainnya. Mereka harus bisa closing dengan deals terbaik.

Kamu harus paham akan hal ini, sehingga memaklumi usaha mereka untuk merayumu membeli berbagai macam produk. Tetapi, ada baiknya, kamu kekeuh pada kebutuhan dan kemampuan finansialmu.

Jadi, pastikan kamu tahu betul apa yang kamu butuhkan, dan hanya membeli sesuai kebutuhanmu saja.

3. Jangan tunda

Seperti juga saat menjadi peserta asuransi kesehatan, jangan tunda lagi untuk memiliki asuransi jiwa. Semakin cepat kamu punya, semakin baik, terutama jika kamu adalah pencari nafkah utama bagi keluargamu.

Mengapa? Karena premi untuk kamu yang masih muda akan lebih murah ketimbang premi untuk mereka yang lebih senior. Bagaimanapun, asuransi adalah industri, sehingga para pelakunya tetap memperhitungkan cuan dan harus memitigasi risiko yang bisa terjadi.

Nah, bagaimana? Sudah tahu kan, pentingnya memiliki asuransi jiwa setelah membaca artikel ini sampai di sini?

Other Blogs