Serba-Serbi Asuransi Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

Nggak ada orang yang pengin sakit. Tapi, ya yang namanya penyakit itu enggak pandang bulu. Siapa saja bisa kena. Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi penting.

Ibarat payung yang melindungi dari hujan, asuransi kesehatan akan menanggung risiko keuangan yang terjadi jika kita terkena sakit. Risiko keuangan seperti apa? Seperti ongkos rumah sakit, ongkos kamar untuk rawat inap, hingga biaya obat-obatan.

Banyak orang yang salah kaprah juga di sini, karena menganggap asuransi kesehatan menghindarkan kita dari risiko sakit. Bukan, bukan gitu ya. Sakit itu biasa terjadi, dan bisa terjadi pada setiap orang. Efek dari sakit yang bisa dalam bentuk tagihan rumah sakit dan berobat yang kemudian dipindahkan ke pihak perusahaan asuransi. Tentunya, jika kita sudah membeli polisnya.

So, gimana kalau kita bahas saja seluk-beluk asuransi kesehatan di artikel kali ini? Mau?

Apa Itu Asuransi Kesehatan?

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asuransi artinya perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Kalau dalam hal asuransi kesehatan berarti kaitannya dengan perawatan dan pemeliharaan kesehatan kita ya.

Untuk yang bekerja di perusahaan, adalah menjadi kewajiban perusahaan untuk mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Kesehatan. Namun, jika menurut kebijakan perusahaan, BPJS Kesehatan saja kurang, maka boleh mencari tambahan alternatif jenis asuransi swasta atau bisa juga dengan tambahan benefit tunjangan kesehatan yang lain. Yang penting memang kembali ke kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Siapa Saja yang Wajib Memiliki Asuransi Kesehatan?

Siapa pun boleh memiliki asuransi kesehatan, bahkan ya disarankan banget untuk punya asuransi kesehatan. Dari yang usia produktif atau tidak produktif, dari profesi apa pun, anak-anak hingga lansia, termasuk ibu rumah tangga juga disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan.

Kenapa? Karena sakit bisa datang pada siapa pun, dan biaya perawatan serta pengobatan bisa banget bikin tabungan jebol, apalagi kalau pakai menginap di rumah sakit. Sudah banyak kasus utang yang disebabkan oleh biaya berobat dan rumah sakit, bahkan sampai utang yang menjerat seperti utang pada rentenir.

Asuransi kesehatan tidak mengenal batasan usia. Jadi, sebaiknya dimiliki oleh siapa pun, demi mendapatkan manfaat optimalnya.

Beberapa Jenis Asuransi Kesehatan

Di Indonesia, asuransi kesehatan ada beberapa jenis yang dikategorikan berdasarkan karakteristiknya masing-masing.

  • Berdasarkan perawatan: asuransi rawat inap, yang akan meng-cover biaya ketika kita harus menginap di rumah sakit dengan perhitungan jam antara 16 jam hingga 24 jam (jadi pelajari polisnya ya), dan asuransi rawat jalan, yang akan meng-cover biaya pengobatan, tanpa menginap di fasilitas kesehatan.
  • Berdasarkan metode pembayaran: asuransi cashless, yang akan langsung meng-cover biaya cukup dengan kita menunjukkan kartu anggota saja, dan asuransi reimbursement, yang mengharuskan kita membayar biayanya lebih dulu, baru kemudian diklaim ke perusahaan asuransi untuk mendapatkan ganti biayanya.
  • Berdasarkan pengelola dana, yaitu pemerintah--dalam hal ini BPJS Kesehatan--dan swasta.
  • Berdasarkan nilai tanggungan, yaitu tanggungan total yang memungkinkan pihak perusahaan asuransi untuk menanggung seluruh biaya perawatan, mulai dari deteksi dini sampai rawat inap dan rehabilitasi, serta tanggungan tertinggi yang akan menanggung biaya perawatan kesehatan yang paling tinggi di antara semua tagihan.
  • Berdasarkan tertanggung, yaitu pribadi dan kelompok.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan untuk Memilih Asuransi Kesehatan

1. Siapa yang harus diasuransikan?

Buat kamu yang masih single, maka asuransi pribadi akan lebih cocok. Jika dari kantor sudah ada BPJS Kesehatan, maka itu sebenarnya sudah cukup. Tetapi, jika ada pertimbangan lain, kamu juga bisa menambah asuransi swasta.

Jika kamu sudah berkeluarga, ada baiknya mempertimbangkan untuk membuat asuransi untuk seluruh anggota keluarga sekalian. Ada perusahaan yang memfasilitasi hal ini sekalian, tetapi ada juga yang enggak. Jadi, coba cek dengan HR di kantor tempat kamu bekerja ya.

Jika pihak perusahaan tidak memfasilitasi, maka segeralah mendaftarkan anggota keluarga kamu sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri, atau bisa juga dengan asuransi kesehatan swasta yang lain.

2. Perhatikan kondisimu atau keluargamu

Kondisi kesehatan kamu, dan juga keluarga--jika mereka juga mau didaftarkan di asuransi kesehatan--menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan. Apakah ada penyakit kritis, bawaan, keturunan, dan sebagainya.

Jika memiliki penyakit kritis, ada baiknya pertimbangkan untuk memilih asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan terhadap penyakit yang diderita.

Apakah dalam keluarga ada bayi dan juga lansia? Kalau iya, dan pengin mendapatkan perlindungan menyeluruh untuk keluarga, maka ada baiknya mencari asuransi kesehatan yang juga termasuk perlindungan bagi bayi dan lansia.

3. Segera urus asuransi kesehatan ketika masih sehat

Dalam pengajuan asuransi, ada yang namanya pre-existing condition, yaitu keterangan apakah kamu sudah memiliki penyakit tertentu ketika mengajukan kepesertaan asuransi. Umumnya asuransi akan menolak permohonan kita untuk menjadi nasabah, ketika kita sudah sakit.

Ya, ini wajar, karena asuransi merupakan bisnis, sehingga mereka pun harus memitigasi risiko kerugian sebisa mungkin. Jika kita sudah sakit, dan kemudian biaya pengobatannya ditanggung oleh asuransi, bisa jadi klaimnya akan lebih besar dari premi yang kita setorkan. Mereka pun menanggung rugi.

Begitulah memang sederhananya bisnis asuransi ini.

Jadi, segerakan untuk membeli polis asuransi kesehatan ketika kamu dan keluargamu masih sehat. Lebih cepat, lebih baik.

4. Pelajari polis dengan saksama

Banyak perusahaan asuransi yang bisa kamu pilih. Agennya lebih banyak lagi. Dan kebanyakan agen itu--seperti biasa--selalu pandai merayu.

Agar nggak terbujuk rayuan “gombal” para agen, ketahui dengan pasti apa kebutuhanmu. Jika mereka menawarkan asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, you always can say no. Minta penjelasan sedetail-detailnya dari mereka mengenai polis dan berbagai term & condition. Jangan iya-iya saja, tapi akhirnya menggerutu karena nggak jelas.

Pastikan kamu hanya membeli polis asuransi dari perusahaan dan agen yang terpercaya, serta ada izinnya. Lakukan riset dan survei, bisa tanya-tanya teman yang punya informasi atau gugling. Kepoin juga media sosialnya, apakah mereka cukup aktif dan helpful dalam setiap kontennya?

Nah, itu dia beberapa hal terkait asuransi kesehatan yang perlu kamu tahu sebelum membeli polisnya. Kalau ada yang masih belum jelas, jangan sungkan untuk bertanya pada agen asuransinya. Mereka dibayar untuk memberikan edukasi sebaik-baiknya pada (calon) nasabah.