Investasi di Reksa Dana Campuran: Belajar Dulu Yuk!

Selain reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, ada juga reksa dana campuran yang bisa menjadi alternatif instrumen investasi kamu.

Seperti apa sih, reksa dana campuran itu? Bedanya apa dengan jenis reksa dana yang sebelumnya pernah kita bahas? Apa keunggulan dan risikonya?

Cari tahu yuk! Enggak usah ke mana-mana, di sini saja. Ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Apa Itu Reksa Dana Campuran?

Reksa dana--seperti yang sudah kamu ketahui--adalah wadah suatu pihak untuk mengumpulkan dana investasi dari sekumpulan investor, untuk kemudian dialokasikan ke instrumen-instrumen investasi sesuai yang diamanahkan.

Kalau boleh diibaratkan, reksa dana adalah investasi patungan dari beberapa pihak yang kemudian pengelolaannya diserahkan pada manajer investasi. Pertumbuhan (dan kinerja yang kurang baik) akan menjadi tanggung jawab manajer investasi. Jika investor merasa performa manajer investasi tidak memuaskan atau kurang sesuai dengan yang diharapkan, maka mereka berhak untuk “memecat” manajer investasi, dan memindahkannya ke manajer investasi yang lain.

Nah, yang membedakan masing-masing jenis reksa dana ini adalah proporsi instrumen yang dikelola. Reksa dana pasar uang didominasi oleh produk pasar uang, sedangkan reksa dana pendapatan tetap akan didominasi oleh produk obligasi. Berbeda juga dengan reksa dana saham, yang sebagian besar dana investasinya akan dialokasikan ke instrumen saham.

Bagaimana dengan reksa dana campuran?

Reksa dana campuran memungkinkan manajer investasi untuk lebih bebas dan leluasa mengalokasikan dana sesuai analisis yang dilakukan berdasarkan kondisi pasar--mulai dari instrumen pasar uang, obligasi, dan saham--tetapi masing-masing tidak boleh melebihi 79%.

Jenis-Jenis Reksa Dana Campuran

Nah, dari proporsi berbagai instrumen yang tidak boleh melebihi 79% itu “melahirkan” beberapa jenis reksa dana campuran.

Mari kita lihat.

  • Defensif, reksa dana dengan profil risiko paling rendah. 70 - 79%-nya ada di instrumen pasar uang dan obligasi.
  • Berimbang, yang menempatkan proporsi berimbang di instrumen obligasi, pasar uang, dan saham. Karena proporsi yang lebih seimbang antara produk pasar uang dan saham, maka tingkat risikonya lebih tinggi dibanding defensif.
  • Agresif, yang menempatkan 70 – 79% dana kelola ke instrumen saham. 
  • Dinamis, yang memungkinkan manajer investasi untuk mengelola dana sesuai fluktuasi pasar yang terjadi, demi mengejar keuntungan yang paling maksimal. Dengan demikian, risikonya pun paling tinggi di antara jenis reksa dana campuran yang lain. 

Keunggulan dan Imbal Reksa Dana Campuran

Ada beberapa keunggulan reksa dana campuran yang bisa dipertimbangkan oleh investor pemula, di antaranya:

  • Bisa mulai dengan Rp100.000, yang pastinya sangat terjangkau. Tinggal kita atur sendiri alokasi setiap bulan atau sesuai rencana keuangan kita.
  • Mudah cara memulainya, kamu hanya perlu menemukan manajer investasi berkompeten yang sesuai. Lakukan riset secara mendalam ya, karena pertumbuhan investasimu akan tergantung pada kompetensi manajer investasimu.
  • Imbal dari hasil investasi di reksa dana campuran akan lebih besar daripada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, bahkan deposito. Untuk sekarang ini--ketika IHSG masih dalam kondisi sangat volatile--bisa jadi imbal reksa dana campuran belum terlalu menggembirakan, karena ada proporsi saham di dalamnya. Memang ada yang minus, tetapi yang positif masih banyak, dan kamu bisa memilih yang paling cocok dengan tujuan keuanganmu.

Risiko Reksa Dana Campuran

Karena proporsi instrumen investasinya termasuk instrumen agresif maka kamu juga perlu mengelola risiko yang mungkin terjadi. 

Beberapa risiko yang bisa terjadi di antaranya:

  • Risiko capital loss, yang terjadi ketika ada alokasi dana investasi kita di saham yang ikut terseret turun ketika IHSG merosot.
  • Risiko gagal bayar, ketika kita memiliki alokasi dana investasi di instrumen obligasi, dan si penerbit surat utang mengalami kesulitan pembayaran bunga dan pokok pinjaman.

Kedua risiko tersebut adalah risiko terbesar yang bisa kita hadapi di reksa dana campuran. However, sebenarnya setiap manajer investasi selalu punya cara untuk meminimalkan loss atau kerugian yang mungkin muncul. Mereka tahu cara membaca pasar, dan biasanya memang selalu punya langkah antisipasi jika pasar merosot. Dengan kata lain, mereka kan juga enggak mau rugi terlalu besar.

So, sekali lagi, pemilihan manajer investasi yang benar-benar berkompeten menjadi kunci pertumbuhan investasimu di sini.

Tip Terbaik Investasi Reksa Dana Campuran

1. Temukan manajer investasi yang berkompeten

Do your homework: lakukan riset terhadap manajer investasi yang ada, dan pilihlah yang paling berkompeten menurutmu.

Ingat, kamu akan memercayakan dana investasimu untuk mereka kelola loh. 

2. Pilih cara berinvestasi yang paling mudah untukmu

Dalam berinvestasi reksa dana, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa berinvestasi melalui perusahaan sekuritas, melalui bank, atau melalui aplikasi fintech yang sekarang sudah begitu berkembang secara online.

Yang mana yang paling mudah untukmu?

Saran sih, pakai fintech saja secara online. Kamu enggak harus jauh-jauh datang ke kantor sekuritas atau bank kan? Tetapi, tentu saja, hal ini tergantung kondisimu ya. Kalau memang menurutmu paling mudah datang ke kantor sekuritas atau bank, ya enggak apa juga.

Yang pasti, pilihlah cara yang paling mudah.

3. Konsisten dan disiplin

Yes, ini adalah tip terbaik investasi di instrumen mana pun, termasuk di reksa dana campuran. Sudah membuat akun, sudah pula mulai membeli produk reksa dananya, ya akan percuma jika kita enggak konsisten topup.

Pilihlah horizon waktu sesuai dengan tujuan keuanganmu. Ingat, instrumen reksa dana campuran paling cocok dimanfaatkan untuk tujuan jangka menengah hingga panjang, antara 3 - 5 tahun. Karenanya, kamu harus menyesuaikannya dengan tujuan keuangan yang sudah kamu miliki.

Kesesuaian instrumen dan tujuan akan menjadi kunci sukses investasimu.

4. Sesuaikan dengan profil risiko

Kamu deg-degan enggak kalau misalnya investasimu merosot nilainya lantaran pasar juga sedang lesu, seperti saat pandemi sekarang ini? Ataukah, kamu menganggap bahwa sekarang justru menjadi saat yang tepat untukmu mennyuntikkan dana lebih banyak agar ketika pasar sudah pulih, kamu bisa memetik hasilnya?

Jawaban dari kedua pertanyaan di atas menggambarkan profil risikomu; apakah kamu cukup toleran dengan risiko di instrumen pasar modal? Jika tidak, maka sebaiknya kamu urungkan dulu untuk berinvestasi di reksa dana campuran. Karena, meski dikelola oleh manajer investasi, tetapi karena proporsinya berimbang, bukan enggak mungkin nilai aktiva bersihnya akan minus ketika pasar juga anjlok.

So, sampai di sini, ada gambaran mengenai investasi di reksa dana campuran kan? Semoga sudah cukup jelas sih. Dan, selanjutnya, kamu tinggal belajar sendiri sembari praktik investasi.

Jangan khawatir, selama horizon waktumu masih cukup, dan tujuan keuanganmu jelas, mostly rencana investasi akan bertumbuh seperti yang diharapkan.