Reksa Dana Pendapatan Tetap: Apa yang Harus Kamu Ketahui Dulu?

Kemarin kita sudah bahas seluk-beluk reksa dana pasar uang. Enggak ketinggalan artikelnya kan? Masih bisa dibaca kok, kalau ketinggalan. Sekarang kita akan membahas jenis reksa dana yang lain nih, yaitu reksa dana pendapatan tetap.

Buat kamu yang sekarang lagi mencari instrumen investasi yang cukup aman, risiko ada tapi tidak terlalu tinggi, dengan imbal yang lebih tinggi dari deposito dan reksa dana pasar uang, merapat yah, dan ikuti artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Kalau melihat ada frasa “pendapatan tetap” barangkali kamu akan berpikir, bahwa reksa dana ini adalah investasi yang bakalan memberimu pendapatan tetap setiap bulan, layaknya gaji, gitu deh. Well, pemikiranmu enggak salah, tapi juga kurang tepat.

Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang alokasi dana investasinya 80% pada instrumen obligasi, dan sisanya ke instrumen pasar uang. Nah, seperti yang sudah kamu ketahui, bahwa umumnya obligasi atau surat utang memberikan kupon yang diterimakan secara tetap setiap bulannya, yang besar bunganya sudah ditentukan. Ya, kayak kalau kita beli ORI atau SBR.

Karena itu, instrumen ini disebut dengan “reksa dana pendapatan tetap”. Dana yang sudah diinvestasikan dan sudah jatuh tempo akan diputar lagi oleh manajer investasi untuk mendapatkan lebih banyak imbal dan kupon-kupon. Akan begitu terus, sampai kita meminta pencairan.

Keunggulan dan Imbal Reksa Dana Pendapatan Tetap

Keunggulan reksa dana pendapatan tetap kurang lebih seperti reksa dana pasar uang juga, karena pada prinsipnya sama, hanya saja komoditinya yang berbeda.

Di antaranya adalah:

  • Cara mulai investasinya mudah dan terjangkau--sama dengan reksa dana pasar uang--kamu hanya butuh modal awal sebesar Rp100.000 saja. Tentunya ini sangat terjangkau untukmu, bahkan kamu yang masih mahasiswa. Mulainya mudah, proses selanjutnya juga mudah kalau mau topup, karena sudah banyak perusahaan sekuritas yang memiliki aplikasi mobile yang praktis, dan kamu bisa berinvestasi secara online. Cuma kayak mindah-mindahin uang antar dompet digital saja.
  • Fleksibel, tidak terikat waktu. Satu-satunya yang harus kamu pegang secara disiplin adalah tujuan dan rencana keuanganmu sendiri. Tapi tidak ada penalti yang harus kamu tanggung, seandainya kamu hendak mencairkan dana investasimu lebih awal dari rencana.
  • Pemantauan investasinya mudah dilakukan, karena setiap manajer investasi diwajibkan untuk memberikan laporan keuangan yang transparan di aplikasi masing-masing, dan hal ini diawasi langsung oleh OJK. Jadi, kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan, kita bisa melihat dan mempertanyakannya langsung.

Untuk imbalnya, meski tidak menentu setiap harinya karena sangat tergantung pada pergerakan harga pasar, tetapi yang pasti, return bisa sangat lebih besar daripada deposito.

Saat artikel ini ditulis, di salah satu aplikasi sekuritas tercatat, imbal tertinggi reksa dana pendapatan tetap ada di angka 7.81%. Terendahnya minus sih. Karenanya, ketepatanmu memilih produk dan manajer investasi akan sangat menentukan.

Di bawah sana nanti akan ada tip terbaik untuk berinvestasi reksa dana pendapatan tetap. Makanya, baca artikel sampai selesai ya.

Risiko Reksa Dana Pendapatan Tetap

Meski dibilang sebagai salah satu instrumen yang aman, reksa dana pendapatan tetap tetaplah membawa risiko. Risiko yang harus dipahami oleh investor pemula, terutama. Apa saja?

  • Risiko fluktuasi harga dan bunga obligasi. Hal ini jamak terjadi di dunia investasi ya, jadi seharusnya ini adalah risiko yang harus sudah dipahami oleh investor. Manajer investasi biasanya sudah juga punya langkah antisipasi terhadap risiko ini. Kita pun bisa mengantisipasinya dengan prinsip diversifikasi.
  • Risiko gagal bayar, atau default. Ini juga merupakan risiko umum yang harus ditanggung di berbagai investasi, termasuk di reksa dana pendapatan tetap. Risiko ini terjadi ketika pihak penerbit obligasi--sebagai instrumen mayoritas dalam jenis reksa dana ini--ternyata tidak mampu membayar bunga dan pinjaman pokoknya, utamanya jika pihak penerbit adalah perusahaan. Hal ini biasanya sudah diantisipasi juga oleh manajer investasi yang memilih penerbit berdasarkan rating obligasi korporasi.

Memang ada banyak risiko yang bisa terjadi pada investasi, tetapi manajer yang baik akan mampu mengambil langkah antisipasi bahkan sebelum terjadi risiko. Karenanya, penting untukmu bisa memilih manajer investasi yang berkompeten.

Cara Berinvestasi

Mudah, karena kamu cukup membuka akun di perusahaan sekuritas--tentu saja setelah kamu memilih dari antara banyak sekuritas yang ada. Pastikan mereka punya aplikasi mobile agar kamu mudah bertransaksi.

Hari gini, ya masa masih mesti jalan ke kantor perusahaan sekuritas buat investasi sih? Manfaatkan teknologi saja! Akan lebih praktis dan mudah.

Setelah kamu membuka akun, dan memenuhi syarat-syaratnya, biasanya akan diikuti pula dengan proses verifikasi. Ikuti saja semua prosedurnya. Rata-rata mereka tidak membuat prosedur yang terlalu rumit kok, terutama untuk menarik investor baru.

Setelah akunmu terverifikasi, kamu bisa segera berinvestasi mulai dari nominal Rp100.000.

Tip Berinvestasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

1. Pilih manajer investasi yang berkompeten

Yes, ini adalah tip pertama yang harus diperhatikan oleh investor pemula. Manajer investasilah yang bertanggung jawab terhadap dana investasi yang kita “titipkan”, so, pada merekalah semuanya bergantung.

Baca prospektus yang ada di setiap aplikasi sekuritas, untuk bisa mengetahui “rapor” si manajer investasi. Kamu juga bisa melakukan riset secara virtual untuk mengetahui rekam jejaknya, pastikan mereka juga punya saluran khusus untuk berkomunikasi dengan investor.

2. Konsisten

Yep, tip investasi terbaik tetap saja: konsisten. Ini memang hanya satu kata, tetapi cukup sulit dilakukan. Tapi, kalau kita memang bisa melakukannya, percaya deh, tujuan keuangan akan dengan mudah kita capai.

Disiplin dan konsisten memang satu-satunya kunci sukses investasi.

3. Sesuaikan dengan tujuan keuanganmu

Reksa dana pendapatan tetap cocok dimanfaatkan sebagai instrumen investasi jangka pendek - menengah, antara 3 hingga 5 tahun. Dengan demikian, kamu bisa menyesuaikannya dengan tujuan keuangan yang sudah kamu buat.

Misalnya, untuk biaya menikah, biaya DP properti, ataupun dana-dana lain yang akan kamu gunakan 3 - 5 tahun lagi.

Nah, demikianlah sedikit perkenalan dengan reksa dana pendapatan tetap. Gimana? Apakah kamu tertarik mulai investasi di jenis reksa dana satu ini?

Kalau iya, segera cari manajer investasi yang berkompeten ya! Good luck!