Reksa Dana Pasar Uang: Panduan untuk Investor Pemula

Sudah belajar tentang cara berinvestasi di reksa dana kan? Nah, salah satu jenis reksa dana yang bisa kamu pilih adalah Reksa Dana Pasar Uang.

Kamu mau tahu lebih banyak tentang salah satu instrumen yang dibilang minim risiko, tetapi imbalnya lebih besar daripada deposito ini? Yuk, ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Apa Itu Reksa Dana Pasar Uang?

Seperti namanya, Reksa Dana Pasar Uang adalah salah satu jenis reksa dana dengan alokasi dana investasi paling besar pada instrumen pasar uang.

Apa saja yang termasuk instrumen pasar uang? Di antaranya:

  • Surat berharga pasar uang
  • Sertifikat deposito
  • Sertifikat Bank Indonesia
  • Instrumen lain, seperti surat utang dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun, dan sebagainya.

Reksa Dana Pasar Uang biasanya ditawarkan untuk kamu yang baru pertama kalinya mencoba berinvestasi melalui reksa dana. Mengapa? Karena dengan rentang waktu yang cenderung singkat, maka kamu tak perlu harus memikirkan risiko yang terlalu serius. Tetap ada risikonya, tetapi sangat kecil. As you know, seorang investor pemula biasanya sih kemampuan untuk mengelola toleransi terhadap risiko masih belum matang. Jadi, ya demi kesehatan mental, lebih baik cari aman dengan mulai investasi di Reksa Dana Pasar Uang ini.

Ditambah dengan pengelolaan yang diserahkan pada manajer investasi, ibaratnya investor tinggal santuy saja sambil menunggu imbal hasil yang menjadi haknya. Eh tapi enggak sesantai itu juga sih, karena kita juga perlu untuk memantau kinerja manajer investasi. Kalau kinerjanya kurang oke, jadi kita bisa tahu dan bisa mencari solusi secara cepat.

Keunggulan dan Imbal Reksa Dana Pasar Uang

Beberapa keunggulan Reksa Dana Pasar Uang di antaranya:

  • Waktunya yang fleksibel, kamu bisa topup dan mencairkan kapan pun, selama jam kerja manajer investasi pastinya ya. Berbeda dengan deposito, misalnya, yang kalau dicairkan lebih awal dari jatuh tempo, maka ada penalti yang dikenakan.
  • Kamu bisa mulai dari Rp100.000 saja untuk bisa berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang. Pastinya ini sangat terjangkau ya. Mahasiswa saja juga bisa menyisihkan uang sebesar ini.
  • Mudah pembeliannya, karena sekarang banyak perusahaan sekuritas yang sudah memiliki aplikasi mobile sendiri, yang memungkinkan kita memantau pertumbuhan investasi dengan lebih baik. Mau buka akunnya juga mudah, syaratnya enggak aneh-aneh.
  • Instrumen reksa dana bebas pajak, termasuk Reksa Dana Pasar Uang. Berbeda dengan bunga deposito yang dikenakan pajak sebesar 20%, untuk besaran lebih dari Rp7.500.000.

Imbal yang bisa kamu dapatkan dari investasi Reksa Dana Pasar Uang bervariasi sih, tergantung manajer investasi. Tapi saat artikel ini ditulis, rata-rata antara 4 - 7% per tahun.

Karena itu, penting buatmu untuk meriset dulu. Bacalah prospektus yang biasanya disediakan oleh masing-masing manajer investasi. Pelajari dengan saksama, dan lihat perkembangan dana yang mereka kelola.

Risiko Berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang

Meski dianggap sebagai instrumen investasi yang paling aman, tetapi risiko akan selalu ada di setiap instrumen investasi.

Ada beberapa risiko yang harus dipahami dalam investasi di Reksa Dana Pasar Uang

  • Risiko wanprestasi. Sebagian kecil dana investasi bisa saja dialokasikan dalam bentuk obligasi, yang berarti ada peluang terjadi wanprestasi, alias gagal bayar ketika peminjam dana tidak bisa membayar bunga dan dana pinjamannya saat jatuh tempo.
  • Reksa Dana Pasar Uang juga tergantung pada fluktuasi harga pasar yang terjadi; bisa naik bisa turun. Hal ini berbeda dengan deposito, yang berbunga tetap, jika suku bunga Bank Indonesia tidak turun.
  • Produk reksa dana bukan merupakan produk perbankan, sehingga tidak ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan. Berbeda dengan deposito, yang dijamin LPS hingga nominal dana Rp2 miliar. Jadi, kalau misalnya, terjadi risiko sehingga dana investasi kita hilang, maka tidak ada penjaminan pengembalian dana seperti halnya deposito.


Tip Terbaik Investasi di Reksa Dana Pasar Uang

1.Sesuaikan dengan tujuan

Reksa Dana Pasar Uang cocok dimanfaatkan sebagai instrumen investasi jangka pendek, misalnya yang dalam hitungan bulanan hingga maksimal banget 3 tahun. Kalau lebih lama, gimana? Ya, enggak apa sih, tapi karena instrumennya berjangka waktu pendek, maka kinerjanya mungkin tidak optimal.
Karena itu, penting untuk disesuaikan dengan tujuan keuanganmu.

Tujuan jangka pendek itu misalnya seperti dana liburan ke Jepang yang akan kamu pakai 1 tahun lagi. Atau, kamu pengin membeli saham blue chip tertentu yang harganya mahal, nah, kamu bisa menabung dulu di Reksa Dana Pasar Uang. Ketika danamu sudah mencukupi, cairkan lalu investasikan di pasar saham untuk membeli saham incaranmu.

2.Topup konsisten

Cara investasi Reksa Dana Pasar Uang terbaik adalah dengan topup secara konsisten. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas autodebet dari tabunganmu, untuk secara otomatis transfer ke rekening dana nasabah, atau RDN yang kamu dapatkan ketika kamu membuat akun untuk pertama kali.

Kalaupun enggak pengin memanfaatkan autodebet, kamu bisa menjadwalkan topup manual secara rutin, di awal bulan ketika kamu baru menerima gaji.

Yes, cara investasi terbaik adalah dengan menyisihkannya di awal bulan. Mengapa? Karena enggak akan pernah ada uang sisa di akhir bulan.

3.Review berkala

Ketika kamu sudah bisa konsisten untuk berinvestasi di reksa dana ini, maka lakukan review secara berkala. Apalagi ketika pasar sedang volatile seperti sekarang. Harus banget dipantau, karena pergerakan pasar bisa membuat proporsi investasimu berubah dari rencana semula.

Pertimbangkan, apakah kamu perlu menambah proporsi investasi setiap bulan, ataukah perlu mendiversifikasikannya lagi.

Bagaimana? Sudah cukup mendapat gambaran mengenai Reksa Dana Pasar Uang ini? Sudah semakin menarik kan, untukmu mulai berinvestasi?

Yes, jangan menunda investasi hanya karena pasar yang sedang tak stabil seperti ini. Justru, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai karena nanti ketika pasar sudah pulih kembali, kamu akan mendapatkan imbal yang bisa diharapkan.