Perbedaan Investasi dan Trading Saham - Kamu Harus Tahu!

Jika kalian sedang belajr mengenai saham sekarang, pasti tahu ada investasi dan trading saham. Sekilas, kedua jenis aktivitas ini memang sama. Ya kan, objeknya sama: saham. Tapi, ada perbedaan investasi dan trading yang paling mendasar sehingga membuat keduanya memiliki karakteristik yang jauh berbeda.

Sejatinya, istilah trading ini sebelumnya sangat dan hanya identik dengan forex. Tapi seiring perkembangan, trading pun juga dikenal di pasar modal.

Nah, buat kamu yang baru mulai menceburkan diri ke kolam pasar modal, sepertinya kamu memang harus kenalan dulu dengan kedua jenis aktivitas terkait transaksi saham ini, dan mengenal perbedaan investasi dan trading yang paling mendasar. Tujuannya, supaya kamu tahu dan bisa memutuskan, kamu hendak memakai metode yang mana untuk mengembangkan danamu.

Siap? Mari kita lihat.

Investasi Saham

Pengertian

Investasi saham dilakukan demi mengembangkan dana dengan menanamkannya pada perusahaan tertentu yang sahamnya--yang merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan--kita beli. 

Cara investasi saham sangatlah mudah, apalagi belakangan ini, dengan perkembangan fintech yang luar biasa. Rasanya, semua orang bisa saja menjadi pemilik saham perusahaan mana pun yang menjadi pilihannya.

Pada saatnya, kita dapat menjual saham yang kita miliki untuk mendapatkan kembali dana yang sudah kita tanamkan, dengan mengharap keuntungan. Kapan menjualnya? Tergantung kebutuhan masing-masing, disesuaikan dengan rencana dan tujuan keuangan.

Strategi dan Prinsip

Yang pasti memang, perbedaan investasi dan trading saham adalah pada perlakuan terhadap saham yang kita beli dan horizon waktunya. 

Kalau investasi saham, kita akan membeli saham untuk kemudian kita simpan. Buy and hold, begitu istilahnya. Tujuan penyimpanannya tentu tergantung tujuan investasi masing-masing, yang biasanya merupakan tujuan jangka panjang. Untuk dana pensiun, misalnya.

Investor memang akan mengikuti harga saham, tetapi lebih fokus pada pergerakannya di rentang waktu yang panjang. Jikapun harga saham turun, seperti saat pandemi sekarang ini, investor pada umumnya tidak terlalu khawatir. Mereka akan terus “menabung” saham sedikit demi sedikit sesuai tujuan dan rencana keuangan yang sudah dibuatnya. Konsisten adalah senjata utamanya.

Investor bukannya tak mungkin melepas saham di tengah perjalanan investasinya, tetapi umumnya dengan alasan kesehatan perusahaan di mana ia menanam modal memburuk. Bisa jadi pula, bahwa tujuan keuangannya sudah tercapai, sehingga ia merasa harus mengambil dana investasinya.

Risiko dan Imbal

Jenis imbal yang diharapkan oleh investor juga berbeda dengan trader pada umumnya. Ini jugalah yang menjadi perbedaan investasi dan trading saham yang cukup mendasar.

Ada 2 jenis imbal yang diharapkan oleh investor dari investasi saham yang dilakukannya, yaitu capital gain, yang diterimanya ketika ada selisih antara harga jual yang lebih tinggi dari harga beli saham, dan dari dividen yang diterima secara berkala.

Risiko sebenarnya sama saja sih dengan trading saham, yaitu capital loss dan ketika perusahaan tempat ia membeli saham ternyata bangkrut dan dilikuidasi. Dana hilang, tidak kembali, atau aset berkurang.

Trading Saham

Sekarang mari kita lihat perbedaan investasi dan trading saham dari sisi para trader.

Pengertian

Trading saham pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan investasi saham, yaitu untuk mengembangkan dana yang dimiliki dengan membeli saham yang merupakan surat bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan.

Trading pada dasarnya berarti dagang; jual beli. Jadi, trading saham berarti sang trader membisniskan saham yang dimilikinya. Prinsipnya ya seperti pedagang pada umumnya, mereka “kulakan” di harga rendah, lalu dijual di harga yang lebih tinggi.

Trading biasanya dilakukan di pasar modal maupun di pasar obligasi. Karena sifatnya yang aktif berjual beli, maka frekuensi penjualan para trader akan lebih tinggi dibandingkan investor.

Strategi dan Prinsip

Nah, dengan demikian sudah bisa dipahami sih, perbedaan investasi dan trading saham dari segi strategi dan prinsipnya.

Seorang trader akan melakukan perdagangan saham secara aktif, bisa harian bahkan per jamnya. Mereka akan memantau pergerakan pasar modal dan harga-harga sahamnya dengan saksama, dan ketika mereka melihat sentimen bergerak naik, maka mereka akan melepas sahamnya dengan cepat.

Jika seorang investor fokus pada horizon waktu yang lebar, tidak demikian dengan seorang trader. Ia akan memantau grafik pergerakan pasar dari waktu ke waktu, karena ia mencari celah untuk mendapatkan untung ketika harga saham naik, meskipun hanya sebentar.

Prinsip seseorang yang sedang melakukan trading saham adalah buy and sell; beli dan segera jual ketika harga sudah naik sesuai dengan target. 

Risiko dan Imbal

Imbal yang diharapkan oleh para trader adalah capital gain, yaitu selisih harga jual yang lebih tinggi daripada harga beli. Trader tidak mengharapkan menerima dividen, karena mereka umumnya tidak memegang saham di waktu yang cukup lama untuk sempat mendapatkan dividen.

Risiko yang bisa “diderita” oleh para trader adalah capital loss, yaitu kerugian yang terjadi ketika mereka menjual sahamnya dengan harga di bawah harga beli.

Sama ya, dengan investor saham?

Banyak yang menganggap, trading saham itu spekulasi. Padahal ya enggak juga, karena para trader melakukan aktivitasnya penuh strategi dan analisis yang rumit lo. Jadi, bukan ilmu nujum. Banyak hal yang harus dipelajari juga untuk bisa menjadi trader andal.

Nah, gimana nih? Sudah cukup jelas kan ya, perbedaan investasi dan trading saham sampai di sini?

Jadi, kamu memutuskan mau investasi atau trading nih?