Apa Sih Perbedaan Investasi dan Menabung? Newborn Investor Harus Tahu!

Kita mengenal dua cara untuk menyimpan uang, yaitu investasi dan menabung. Tapi, apa perbedaan investasi dan menabung? Kalau digolongkan menjadi dua begini kan berarti ada perbedaan besar antara keduanya, ya kan?

Yes, cara kita menyimpan uang (dan mengembangkannya) merupakan salah satu “cabang” ilmu pengelolaan keuangan pribadi. Adalah penting bagi kamu untuk mengetahui, kapan uang sebaiknya ditabung dan kapan uang seharusnya diinvestasikan. Karena keduanya memang punya cara kerja, tujuan, dan hasil yang akhirnya berbeda.

Inilah yang kadang belum benar-benar dipahami. Karena itu, masih banyak orang yang menganggap nabung itu ya investasi, investasi ya nabung. Padahal ya ... beda.

So, mari kita bahas satu per satu, apa saja perbedaan investasi dan menabung ini.

5 Perbedaan Investasi dan Menabung Paling Mendasar

Potensi Imbal

Perbedaan investasi dan menabung yang pertama bisa dilihat adalah dari potensi imbal yang kita dapatkan.

Dengan menabung, kita belum tentu mendapatkan imbal dari hasil tabungan kita. Tentu saja tergantung di mana kita menabungnya kan? Kalau nabungnya di celengan ayam di rumah, ya pastinya enggak akan ada imbal. Kalau menabung di bank, masih bisa mendapatkan imbal dari bunga tabungan. Tetapi, ini pun tidak terlalu banyak, maksimal hanya 2% saja. 

Ada bank yang memiliki kebijakan tidak memberikan bunga untuk tabungan dengan nominal di bawah Rp1 juta. Jadi, kalau saldomu kurang dari Rp1 juta ya bunga 0. Malahan akan habis juga lama-lama kalau enggak ditopup lantaran tergerus biaya administrasi.

Kalau kamu berinvestasi, ada imbal yang bisa kamu harapkan datang. Misalnya seperti deposito, ada suku bunga sampai dengan maksimal 6% sampai artikel ini dipublish. Kecil memang, tapi ada. Kamu berinvestasi di reksa dana, jelas ada imbalnya dan lebih besar dari deposito. Kisarannya antara 7 - 12%. Bisa lebih kalau pasar lagi bagus.

Potensi Risiko

Hukum yang berlaku adalah ada return, pasti selalu ada risiko. Potensi imbal semakin besar, maka semakin besar pula risikonya. Ini juga yang menjadi perbedaan mendasar investasi dan menabung.
Menabung, karena imbalnya kecil, maka risiko pun kecil. Dengan kata lain, aman. Apalagi jika kamu menabung di bank, ada LPS alias Lembaga Penjamin Simpanan yang akan menjamin tabunganmu. Kalau bank tempat kamu menyimpan dana terpaksa harus dilikuidasi karena berbagai sebab, danamu akan kembali utuh.

Investasi, berbeda dengan tabungan, akan selalu berpeluang risiko. Tinggal mengikuti imbalnya juga; kalau peluang imbal besar, risiko juga tinggi, demikian pula sebaliknya. Keduanya berbanding lurus. Sudah kenal dengan investasi derivatif kan? Investasi derivatif adalah investasi dengan peluang risiko paling tinggi, bahkan lebih tinggi dari investasi saham. Maka bisa diambil kesimpulan, peluang imbalnya juga sangat besar.

Begitulah “hukum” yang berlaku di pasar modal.

Variasi Pilihan

Tabungan tidak memiliki banyak variasi pilihan. Paling hanya tempatnya saja sih yang bisa dipilih. Banyak bank yang menawarkan tabungan berhadiah. Kalau soal tingkat bunga sepertinya sama saja, rendah. Ada pula pilihan menabung di koperasi, atau bisa juga di tempat lain--di bawah kasur, di bawah lipatan baju di lemari, di celengan ayam, ini juga termasuk dalam tabungan. Tapi secara jenis, tidak terlalu banyak yang bisa dipilih.

Berbeda dengan investasi. Banyak sekali jenis investasi yang bisa kita pilih, karena itu, kita bisa mendiversifikasikan dana investasi kita ke banyak instrumen yang disesuaikan dengan profil risiko dan juga tujuan keuangan kita.

Investasi ada yang berupa barang fisik, seperti emas atau properti. Ada pula yang berbentuk modal dan dana, misalnya seperti investasi saham, reksa dana, obligasi, hingga derivatif. Masing-masing memiliki karakternya sendiri, yang harus dipahami betul agar bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin.

Tujuan Keuangan

Tabungan banyak digunakan untuk operasional harian, karena memang aksesnya biasanya mudah. Tinggal ambil saja di tempat penyimpanan, tanpa lalalili prosedur yang rumit. Paling banter ya, tinggal ambil ke ATM. Sekarang juga ada mobile banking, yang bisa diakses dari mana pun, kapan pun. Pun sudah berkembang e-wallet dan e-money. Bikin transaksi lancar--terlalu lancar, sampai bocor.

Karena kemudahannya, tabungan ini bisa dibilang sebagai pegangan untuk tujuan keuangan jangka pendek. Uang cepet banget keluar masuknya di tabungan.

Investasi biasanya digunakan oleh para investor untuk tujuan keuangan jangka panjang. Ya, kecuali buat yang memang bisnis trading saham, misalnya. Saham bisa cepet banget keluar masuk. Tapi kan ini beda konteks.

Investasi di deposito, paling cepat jatuh temponya adalah 3 bulan. Demikian pula dengan obligasi. Misalnya obligasi dengan nominal kecil, ya rata-rata jatuh tempo 1 bulan. ORI017 jatuh tempo 3 tahun. Banyak investor berinvestasi di saham untuk tujuan keuangan yang sangat panjang. Untuk dana pensiun, salah satunya.

Kemudahan Akses

Nah, ini yang kita sudah sebutkan di atas. Tabungan sifatnya sangat likuid karena aksesnya sangat mudah. Saking mudahnya hingga risikonya pun muncul dari faktor eksternal: dibobol orang. 

Karena kemudahan akses dan likuiditasnya yang tinggi, maka tabungan merupakan salah satu instrumen penyimpan dana darurat yang paling bagus. Banyak orang menyimpan dana darurat dalam bentuk tabungan.

Berbeda dengan investasi. Beberapa di antaranya sangat tidak likuid. Misalnya saja, properti. Sebagai aset riil, properti memang baik karena kecenderungan harga properti yang terus naik dari tahun ke tahun. Apalagi kalau lokasinya sangat strategis. Tetapi, jika ingin dijual kembali karena butuh dana cair, kita akan butuh proses yang panjang.

Begitu pula dengan deposito, misalnya. Jika kita mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, kita bisa kena penalti alias denda. Ada sih yang enggak ada penalti, tetapi bunganya urung diberikan. Ya kan, sama saja berarti itu penalti.

Nah, itu dia 5 hal paling mendasar perbedaan investasi dan menabung. Jadi sekarang, kamu mau menabung atau investasi? Tentukan dulu tujuanmu, baru sesuaikan instrumennya. Mau menabung atau investasi pada dasarnya adalah menyimpan uang. Ketahui cara kerjanya sehingga bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin.