Investasi untuk Mahasiswa: Yang Cocok, Apa Ya?

Kita semua sudah tahu, bahwa investasi jika dimulai sedini mungkin akan semakin baik, terlepas dari apa pun tujuan finansialnya. So, kalau mau mulai investasi saat masih mahasiswa, gimana? Ya, bagus! Tinggal mencari saja investasi untuk mahasiswa yang cocok.

Zaman sekarang, mahasiswa enggak hanya sebatas kuliah, nongkrong di kantin, dan kemudian pulang doang kegiatannya. Banyak mahasiswa yang sudah mulai punya proyekan, pun otak bisnisnya sudah jalan. Ini pertanda bagus, karena semakin dini kamu memulai usaha, semakin banyak pula yang akan kamu dapatkan.

Jadi, pemasukan sebagai mahasiswa itu bisa digolongkan menjadi 2: uang saku dari orang tua, dan dari gigs yang dilakukan di luar jam kuliah; entah freelancing, jadi asisten dosen, jadi asisten peneliti, punya online shop, dan seterusnya.

Kalau sudah dapat penghasilan, terus dipakai buat apa? Nah, itu. Apalagi kalau mahasiswanya bucin. Wah, entahlah.

Kan, daripada dipakai buat jajan atau beli yang enggak jelas, boleh banget kalau mulai dicoba buat investasi saja. Karena, mau mahasiswa tajir atau bukan, ada banyak kok investasi yang cocok untuk mahasiswa.

Mari kita lihat, dengan asumsi, mahasiswa “hanya” perlu menyisihkan uang sebesar minimal Rp100.000 saja dari uang sakunya ya. Ya, kalau bisa lebih, pastinya itu lebih bagus.

5 Instrumen Investasi untuk Mahasiswa yang Paling Oke

1. Reksa dana

Untuk mulai investasi, reksa dana ini kayaknya yang paling oke. Enggak butuh modal terlalu besar, minimal Rp100.000 saja.

Ada 4 jenis reksa dana yang bisa dipilih:

  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana saham
  • Reksa dana campuran
Masing-masing memiliki karakternya sendiri, yang harus kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Imbal reksa dana cukup lumayan, pastinya ya tergantung kondisi pasar juga. Kamu mesti paham dan sadar akan risiko. Setiap investasi pasti ada risikonya. Jangan percaya kalau ada yang bilang investasi tanpa risiko.

Di reksa dana, dana kamu akan digabungkan dengan dana investor lain dan kemudian dikelola oleh manajer investasi agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Karena investasinya patungan, risikonya juga ditanggung rame-rame. Karena itu, penting buat kamu tahu cara memilih manajer investasi yang kompeten. Pelajari caranya ya.

2. Saham

Investasi untuk mahasiswa yang lain adalah investasi saham. Dengan modal awal Rp100.000 mungkin akan agak sulit sih ini. Kamu harus menemukan saham yang dijual per lembarnya kurang dari Rp1.000 untuk bisa beli satu lotnya.

Karena itu, kamu mesti belajar trading saham. Dengan modal Rp100.000, kamu beli saham murah, yang kemudian kamu jual lagi untuk mendapatkan capital gain, alias keuntungan dari selisih harga beli.
Agak tricky, dan tidak terlalu disarankan untuk kamu yang enggak punya pengetahuan yang cukup. Tetapi, bukan tak mungkin dilakukan.

Sekali lagi, pahami risikonya, mulailah dari nominal kecil, dan belajar.

Atau, kalau enggak, kamu menabung dulu deh. Sisihkan sedikit demi sedikit ke reksa dana pasar uang dulu. Misalnya sebulan Rp100.000, genap 10 bulan, kamu sudah bisa beli saham blue chip juga kok. Ini lebih sesuai buat investor pemula.

3. Emas

Instrumen investasi yang cocok untuk mahasiswa berikutnya adalah emas atau logam mulia. Beberapa investor agresif memang akan bilang, bahwa emas ini bukan instrumen investasi, tetapi sekadar pengendali inflasi--agar uang kita enggak habis tergerus inflasi.

Itu ada benarnya. Karena toh, harga emas juga sangat fluktuatif. Enggak sestabil yang kita kira, dan juga enggak naik terus-terusan. Hal ini perlu kamu pahami, jika kamu sebagai mahasiswa memilih emas sebagai titik awal mulai investasi.

Tapi, enggak salah juga kalau mau mulai dari sini. Toh jika tujuan keuanganmu cukup panjang, misalnya untuk biaya menikah sendiri 10 tahun lagi, gitu ya pastinya lumayan juga nanti hasilnya.

Emas juga bisa berfungsi sebagai dana darurat. So, jika kamu memang pengin mulai investasi dari emas, kamu bisa menganggapnya sebagai cadangan dana jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

4. Deposito

Investasi untuk mahasiswa yang berikutnya bisa kamu pertimbangkan adalah deposito. Ini juga cukup terjangkau modal awalnya untuk mahasiswa.

Deposito cocok buat kamu yang cari aman saja. Sampai dana Rp2 miliar, simpananmu akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), karena deposito termasuk dalam produk perbankan. Jadi, misalnya ada apa-apa, modalmu akan balik utuh.

Suku bunganya ya tentu saja lebih tinggi dari tabungan biasa, tetapi kalau dibandingkan reksa dana pasar uang ya lebih rendah sedikit sih. Kamu bisa memilih tenor 3 bulan sampai 2 tahun untuk jatuh temponya. Semakin panjang waktunya, pastinya bunganya akan semakin banyak.

Mau mulai dengan deposito? Boleh, langsung capcus ke bank terdekat ya!

5. Diri sendiri

Nah, ini yang enggak boleh dilupakan nih, investasi diri sendiri. Sebagai mahasiswa, masih panjang langkahmu ke depan. Masih banyak ruang berkembang, masih banyak peluang yang belum terambil.
So, investasi pada diri sendiri ini adalah investasi terpenting untuk mahasiswa. Belajar, belajar, dan belajar. Dari mana saja, kamu bisa belajar tentang apa saja. Buka pikiran, buka hati. Serap sebanyak mungkin ilmu.

Terpenting, belajar mengelola keuangan sejak dini. Agar nanti, ketika kamu benar-benar sudah mandiri dan menjalani hidupmu sendiri, kamu enggak shock, dan kemudian menggunakan uang untuk hal-hal yang kurang perlu dan malah melupakan hal penting.

Seenggaknya, belajarlah dari mereka, para generasi terdahulu. Jangan ulangi kesalahan mereka.

So, kamu mau mulai investasi sekarang? Coba ikuti beberapa tip berikut.

Tip Investasi untuk Mahasiswa

  • Pelajari instrumennya. Adalah penting buatmu untuk mengenali berbagai karakter instrumen investasi, agar kemudian kamu bisa menyesuaikannya dengan tujuan keuanganmu. Buat rencana yang realistis, dengan tujuan yang realistis juga, agar kamu mudah membuat progress-nya.
  • Jangan tergiur investasi too good to be true. Ingat, selalu saja ada orang yang terjebak investasi bodong, karena terlalu buta pada keuntungan tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. Akhirnya ratusan juta raib. Sekali lagi, belajarlah dari kesalahan orang lain. Itu akan lebih bijak ketimbang kamu membiarkan dirimu sendiri salah dan baru kemudian belajar.
  • Konsisten. Ini yang susah sih. Enggak hanya buat kamu, tapi buat orang pada umumnya juga kadang susah banget konsisten investasi di setiap bulannya. Percaya deh, semakin hari, yang namanya godaan dan cobaan akan semakin banyak. Kamu mesti sadar, dan belajarlah untuk mengelolanya.
Nah, selamat memulai perjalanan investasimu ya! Semoga kamu bisa mencapai tujuan dengan selamat!