7 Jenis Investasi yang Populer di Indonesia dan Cocok untuk Investor Pemula

Dengan berinvestasi, kita bisa mencapai banyak tujuan keuangan. Pun enggak perlu khawatir, dana kita tergerus oleh inflasi. Sudah baca mengenai beberapa alasan investasi tak boleh ditunda lagi kan?

Tapi, tanpa mengenal apa saja jenis investasi yang bisa dimanfaatkan dan kemudian menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, ya sama saja bohong juga. Karena kesesuaian pemilihan instrumen investasi ini juga berpengaruh besar pada suksesnya tujuan investasi kamu.

Karena itu, kalau kamu mau mulai berinvestasi sekarang, setelah menguatkan niat, selanjutnya kamu perlu tahu nih jenis investasi yang bisa kamu manfaatkan. Yuk, simak artikel ini sampai selesai ya. 

7 Jenis Investasi yang Sesuai untuk Pemula dan Kecocokannya untuk Tujuan Keuangan

1.Emas

Emas bisa dibilang menjadi salah satu instrumen atau jenis investasi yang paling populer, karena sudah dikenal sejak angkatan orang tua kita, bahkan sampai kakek dan nenek kita.

Tapi, juga ada yang berpendapat kalau emas bukan instrumen investasi yang menguntungkan, karena harga emas juga enggak sestabil itu. Ada fluktuasinya. Ya, kalau dipikir-pikir, saham pun begitu, reksa dana juga. Namanya investasi kan selalu ada risiko, betul?

Tapi ini memang patut dipahami oleh investor pemula yang baru mulai sih. Bahwa harga emas itu enggak selalu naik. Tetapi kalau horizon waktunya ditarik melebar, misalnya dalam kurun waktu 20 tahun, maka kamu akan melihat grafik harga yang naik.

Dengan demikian, sampai di sini bisa disimpulkan, bahwa emas cocok dipakai untuk tujuan keuangan jangka panjang. Jika kamu beli emas sekarang, dan pengin kamu pergunakan 2 - 3 tahun lagi dananya, emas akan lebih berfungsi sebagai pengendali nilai asetmu terhadap laju inflasi.

Jadi, pertimbangkan hal-hal ini jika kamu ingin mulai investasi dengan emas.

2.Properti

Properti juga merupakan jenis investasi yang sangat populer. Selain emas, angkatan orang tua dan kakek nenek kita banyak nih yang punya simpanan dalam bentuk tanah. Beli tanah, dianggurin. Beli bekas sawah, terus dicuekin. Iya, soalnya “hanya” jadi investasi saja.

Di zaman modern seperti sekarang, properti enggak hanya terbatas pada rumah dan tanah saja, tetapi bisa juga apartemen. Jadi, kita bisa menyesuaikannya dengan kondisi.

Kalau kebetulan kamu hidup di daerah dengan mobilitas tinggi, dekat perkantoran misalnya, investasi apartemen mungkin akan lebih menguntungkan. Sedangkan, jika kamu mau investasi rumah, maka pilihlah daerah pinggiran yang tenang, dengan target mereka yang menyiapkan bekal pensiun, misalnya.

Dengan penyesuaian ini, maka kamu akan bisa punya rencana jelas dengan investasimu.

Investasi properti juga termasuk investasi jangka panjang, dan akan butuh modal besar. So, jika kamu mempertimbangkan untuk mulai investasi dengan properti, pertimbangkan hal ini dengan baik.

3.Deposito

Jenis investasi berikutnya yang sangat cocok juga untuk investor pemula adalah deposito. Kenapa dibilang sangat cocok? Karena deposito merupakan instrumen yang relatif paling aman, dengan risiko paling kecil--meski yah, seiring dengan itu, imbal hasilnya pun juga tak sebesar investasi lain.

Deposito ada 2 jenis juga yaitu deposito ARO (Automatic Roll Over), yaitu deposito yang akan langsung diperpanjang jika jatuh temponya tiba, dan deposito nonARO yang kalau mau diperpanjang ya kita harus mengaktivasinya lagi ke bank.

Tingkat suku bunga deposito memang lebih besar daripada tabungan biasa, dan juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama tidak lebih dari Rp2 miliar. Deposito juga bisa dipilih jangka waktunya, mulai dari 3 bulan sampai dengan 2 tahun. Untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan, bisa dipakai untuk menyimpan dana dengan tujuan tertentu, agar lebih aman dari penggunaan di luar rencana. Bisa juga sebagai dana darurat, atau dianggap sebagai aset lancar. Semakin panjang jangka waktunya, tentunya bunga yang diterima juga semakin bagus.

4.Reksa dana

Reksa dana adalah upaya suatu pihak tertentu (yang disebut dengan manajer investasi) untuk mengumpulkan dana dari para investor untuk kemudian diinvestasikan sesuai amanah dari para investor.

Karena investasinya bersifat “patungan” dari para investor, maka risikonya juga bisa dibilang dibagi-bagi. Karenanya, jenis investasi ini lebih nyaman untuk investor pemula. Tinggal memilih manajer investasi yang memang punya skill untuk ngulik dana aja tuh.

Reksa dana ada 4 jenis, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Masing-masing punya karakteristik sendiri-sendiri, dan kecocokan dengan tujuan keuangan masing-masing.

Bingung? Enggak perlu, dalam beberapa artikel ke depan, kita juga akan membahas jenis investasi reksa dana ini satu per satu dengan mendetail. Stay tuned ya!

5.Saham

Saham juga merupakan jenis investasi yang cukup populer. Biasanya sih selalu didahului dengan mindset, “Investasi saham itu sangat menguntungkan, bisa ngasih kita duit ratusan juta rupiah per bulan, meski kita lagi tidur!”

Nah, saran aja sih, jangan percaya dengan kata-kata kompor seperti ini.

Saham adalah instrumen investasi yang cukup agresif. Indeks IHSG saja sejak awal tahun menunjukkan grafik terjun bebas, dan hingga bulan ketujuh ini belum pulih seperti sedia kala. Memang, kita sudah mulai ke fase recovery sih, tapi no one know kapan pastinya nilai saham akan balik ke titik semula.

Begitulah saham. Kalau pasar lagi bagus, ya mungkin saja untung ratusan juta itu bisa mampir. Tapi kalau lagi turun, ya bisa juga kita kehilangan ratusan juta hanya dalam hitungan hari.

Jenis investasi ini cocok dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang, karena fluktuasinya yang sangat tajam.

6.Peer to Peer Lending

Perkembangan fintech belakangan memicu berbagai bentuk baru jenis investasi. Ini salah satunya. 

Well, sebenarnya sih, banyak yang bilang bahwa Peer to Peer Lending ini "haram" disebut sebagai investasi sih, tetapi lebih baik dibilang sebagai "pengembangan dana".

Mungkin kamu belum familier dengan jenis investasi, eh cara mengembangkan dana, satu ini ya? Prinsipnya simpel banget, kayak marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli, platform peer to peer lending mempertemukan orang yang butuh dana dengan mereka yang memiliki dana dan pengin berinvestasi. Biasanya orang yang meminjam dana melalui platform ini akan mempergunakannya untuk menambah modal bisnis. 

Lebih mendalam tentang peer to peer lending, nanti kita juga akan bahas secara khusus dalam satu artikel di web ini. Tunggu ya!

7.Obligasi

Kalau kamu sudah sempat beli ORI017, nah, itu berarti kamu sudah mulai berinvestasi di instrumen obligasi.

Nah, kalau soal jenis investasi obligasi ini sebenarnya sudah dibahas dalam artikel yang lain. Boleh banget langsung disimak di TKP. Yang pasti, untuk investor pemula, saran terbaik berinvestasilah pada obligasi pemerintah, karena risikonya paling kecil di antara jenis obligasi yang lain. Selain itu, ya, sambil membantu pemerintah untuk membangun infrastruktur dan segala macam PR yang bejibun itu.

Nah, sekarang kamu sudah mengenal beberapa jenis investasi yang populer. Sudah mulai memutuskan hendak mulai dengan yang mana?

Please keep in mind, bahwa setiap investasi selalu ada risiko, dan risiko selalu berbanding lurus dengan imbal yang akan kita dapatkan. 

Enggak pernah ada yang namanya investasi zero risk dengan return ratusan juta per bulan. Nggak pernah ada. Kalau ada yang menawarkan investasi seperti itu, hmmm ... kamu perlu mencurigainya.

So, have fun investing, gaes! Sampai ketemu di artikel berikutnya.