7 Tujuan Keuangan yang Perlu Kamu Punyai untuk Hidup yang Lebih Baik di Masa Depan

Sudahkah kamu memiliki tujuan keuangan? Kalau belum, nah, artikel kali ini akan membahas berbagai tujuan keuangan yang sebaiknya kamu miliki, demi masa depan yang lebih baik.

Memangnya penting banget ya, tujuan keuangan itu?

Yah, sebenarnya dari kalimat kedua di paragraf pembuka itu pun sudah cukup menjelaskan, betapa pentingnya tujuan keuangan buat kita masing-masing. Pada dasarnya, setiap manusia itu kan punya keinginan, cita-cita, ... mimpi, kalau boleh dibilang. Segala macam keinginan kita itulah yang menjadi tujuan keuangan kita.

Karena, untuk mewujudkan keinginan dan meraih cita-cita itu selalu akan butuh modal berupa uang. Itu sudah pasti. Dengan adanya tujuan keuangan yang jelas itu, kita pun jadi lebih mudah untuk menentukan rencana, jalan menuju ke cita-cita kita itu.

Analoginya, kayak kalau kita pengin pergi ke suatu tempat. Sebelum mengeluarkan kendaraan atau panggil ojek online, kita harus menentukan tujuan dulu, kan? Setelah ada tujuan, barulah kita bisa merencanakan untuk mencapai tempat itu dengan cara apa; mau jalan kaki, mau naik sepeda, pakai mobil pribadi, atau panggil abang driver ojol.

Tanpa tujuan yang ditentukan dulu, rasanya kita juga akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan kita pergi itu. Jangan-jangan, malah enggak pernah sampai, karena kita muter aja di tempat, ya kan?

Lalu, kapan tujuan keuangan ini sebaiknya mulai kita miliki?

Ya, lebih cepat lebih baik. Umumnya, orang-orang mulai memikirkan masa depannya ketika ia sudah memasuki masa produktif; sudah mulai bekerja, dan menerima penghasilan pertamanya. Meskipun, ada juga yang sudah mulai punya tujuan hidup jauh sebelum atau sesudah itu. Kapan pun mulai memiliki tujuan keuangan, ya akan baik adanya. Enggak pernah ada kata terlambat juga kok.

Nah, tujuan keuangan apa saja yang sebaiknya kita miliki untuk hidup yang lebih baik di masa depan?

1.Dana darurat

Dana darurat adalah dana yang akan dapat membantumu untuk menjalani masa sulit atau dapat kamu pergunakan untuk berbagai keperluan dadakan atau jika ada kondisi darurat.

And, no, midnight sale tidak termasuk dalam “kondisi darurat” ya. Terus, seperti apa kondisi darurat ini, misalnya?

  • Kamu kehilangan pekerjaan karena pandemi COVID-19, sedangkan kebutuhanmu akan tetap ada dalam beberapa bulan ke depan.
  • Laptopmu rusak, padahal kamu gunakan untuk mengerjakan tugas dari klien-klien atau dari kantor.
  • Ada anggota keluarga yang sakit dan butuh penanganan segera, sedangkan karena satu dan lain sebab, asuransi kesehatan belum bisa dicairkan.
  • Ada teman dekat yang mengalami musibah, dan sebagai makhluk sosial, kita pun berkewajiban untuk saling bantu.

Nah, kamu sekarang ada gambaran kan, untuk apa dana darurat ini ada. Dana darurat adalah tujuan keuangan yang paling dekat, yang harus segera kamu bangun dan miliki. Berapa besarnya?

Sebenarnya juga tergantung pada kebutuhan dan kondisimu. Jika sekarang kamu masih single, belum ada tanggungan, punya pekerjaan yang cukup stabil dan bisa diandalkan, mungkin kamu hanya perlu dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran rutin. Tetapi, jika kamu sudah berkeluarga dan profesimu adalah pekerja lepas, maka mungkin kamu butuh untuk memiliki dana darurat yang cukup besar, yaitu sekitar 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

2.Dana menikah

Buat kamu yang memang sudah punya rencana untuk membangun keluarga (terlepas sudah ada calon pasangan atau belum), dana menikah adalah tujuan keuangan berikutnya yang harus kamu siapkan.

Memang sih, tradisi di negara kita ini, kalau anak menikah maka hal itu akan menjadi tanggungan dan kewajiban orang tua. Tetapi, sebagai anak, kamu seharusnya bisa menikah dengan biaya sendiri. Yang penting kan, persiapannya dan selenggarakan sesuai kemampuan.

Rencanakanlah sejak jauh-jauh hari. Mau direncanakan bareng pasangan, atau mau direncanakan sendiri, boleh saja.

3.Dana pendidikan anak

Biaya pendidikan di Indonesia berinflasi antara 10 - 12% setiap tahunnya. Dan, sudah pasti setiap orang tua pengin pendidikan berkualitas baik untuk anak-anaknya. Sedangkan, pendidikan berkualitas akan butuh biaya yang tak sedikit.

Kalau dihitung-hitung, kebutuhan biaya pendidikan anak dari TK sampai universitas ini bisa menyerap sampai ratusan juta. Belum lagi kalau gengsi orang tua ikut berbicara; anak harus sekolah di sekolah berstandar internasional, atau kuliah di luar negeri. Akan ada biaya yang membengkak, pasti.

Tujuan keuangan ini adalah salah satu penyerap dana terbesar di hidup manusia, memang. Karena itu, perlu perencanaan yang detail.

4.Dana rumah pertama

Rumah pertama adalah simbol kemandirian dan kemapanan. Karena itu, jadikanlah ini juga sebagai salah satu tujuan keuangan dalam hidupmu.

Selain sebagai tempat berlindung, memulai hari dan juga mengakhirinya, rumah pun merupakan aset yang bisa dianggap sebagai investasi yang nilainya cukup besar.

Hanya saja, butuh modal yang cukup besar dan konsistensi tinggi untuk bisa punya rumah pertama ini. Karena itu, kamu perlu merencanakannya dengan baik juga, lepas kamu mau beli rumah dengan sistem cash ataupun kredit. Either way, sesuaikan dengan kemampuanmu.

5.Dana pensiun

Pada saatnya nanti, kita juga akan merasa lelah untuk mencari uang. Energi habis, tenaga enggak ada lagi, kinerja otak pun sudah mulai mundur. Menjadi tua itu sudah pasti, kita enggak bisa menghindarinya.

Tapi, meski tua, ya sebisa mungkin kita tetap mandiri, ya kan? Enggak mungkinlah kita membebankan diri kita pada anak-anak, yang sudah punya kehidupan sendiri. Tapi, tanpa penghasilan lagi, dari mana kita bisa memenuhi kebutuhan hidup, kalau bukan dari dana pensiun yang sudah kita persiapkan dengan baik sebelumnya?

Dana pensiun ini juga merupakan tujuan keuangan yang cukup besar loh, karena pastinya kita punya keinginan untuk menjalani masa tua yang sejahtera. Dengan persiapan yang matang, kita bisa banget menghabiskan masa pensiun dengan tenang dan bahagia. Mau nggak? Mau dong.

6.Bebas utang

Tepat sebelum mulai pensiun, sebaiknya kita lunas utang apa pun. Itu tujuan keuangan keenam yang mesti kamu miliki juga. Siapa yang mau sih, sampai tua terus membayar cicilan setiap bulan? Padahal penghasilan sudah berkurang jauh.

Menjalani hidup tanpa utang itu lebih ringan. Tetapi, kadang kita memang perlu berutang, asalkan tepat dan punya rencana matang untuk membayarnya.

Jangan sampai mewariskan utang untuk anak cucu kita nantinya.

7.Dana liburan

Ya, kenapa enggak? Kita juga bisa merencanakan tujuan keuangan yang bikin seneng dan termotivasi seperti halnya dana liburan ini, ya kan? Ya, meski kalau sekarang kita harus menunda dulu acara liburan sih, karena kondisinya sedang kurang memungkinkan.

Tapi tujuan keuangan ini enggak perlu dihilangkan kok. Biarkan saja tetap ada, jika memang kamu pengin. Tetapkan juga rencanamu pengin liburan ke mana dan kapan.

Atau, mungkin kamu pengin juga tujuan keuangan lain, seperti dana nonton konser, atau dana beli mobil, dana buat pergi umrah, dan lain sebagainya. Ini semua memang penting kok, dalam hidup. Biar semangat juga kan, kerja dan cari uangnya?

Nah, memang sepenting itu untuk punya tujuan keuangan. Sepenting itu pula kita harus memiliki rencana keuangan.

Jadi gimana, tujuan keuangan apa yang paling dekat dan segera kamu rencanakan?