Pekerja Lepas di Masa New Normal: Apa yang Perlu Disiapkan?

Tiba-tiba saja profesi pekerja lepas alias freelancer menjadi cukup populer di masa pandemi dan new normal ini. Semua tak lepas dari efek penurunan aktivitas ekonomi yang berimbas pada dirumahkannya sejumlah karyawan dan pekerja. Mau enggak mau, mereka pun harus survive dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menjadi seorang pekerja lepas.

Padahal, berprofesi menjadi pekerja lepas--apalagi pengin sukses berkarier di sini--tuh juga enggak mudah loh. Banyak hal mesti disiapkan dan bakalan banyak juga hambatannya ke depan.

So, masih tetap pengin menjadi pekerja lepas di masa new normal ini? Ya, enggak apa. Pastikan kamu siap menghadapi berbagai fluktuasi. Yang seperti apa?

7 Hal Keuangan yang Perlu Disiapkan dan Diperhatikan oleh Para Pekerja Lepas di Masa New Normal

1. Penghasilan tidak tetap

Salah satu masalah “terbesar” yang dihadapi oleh umumnya pekerja lepas adalah penghasilan yang tidak tetap. 

Ini memang merupakan perbedaan terbesar antara freelancer dan pekerja kantoran. Kerja kantoran, gaji rutin. Setiap bulan ada, dan jumlahnya ya bisa dikatakan kurang lebih sama. Paling-paling kalau tambah ya karena ada lemburan atau bonus. Kalau berkurang, ya karena kemarin sempat absen jadi enggak dapat uang makan.

Dengan kerja freelance, kamu bisa saja menghadapi situasi saat penghasilan menurun atau meningkat dadakan. Sudah jumlahnya nggak tetap, dapatnya pun juga enggak bisa dipastikan. Kadang sebulan rame, dua bulan paceklik alias zero income.

Karena itu, punyai catatan dan rencana keuanganmu sendiri. Pemasukan boleh saja tidak tetap dari klien, tapi kamu bisa menetapkannya sendiri, berdasarkan anggaran belanja bulanan dan pengeluaran rutinmu. Miliki 2 rekening terpisah; satu rekening untuk menerima fee, yang lain untuk operasional. Atau bisa juga, satu rekening untuk menerima fee sekaligus operasional, rekening yang lain untuk tabungan.

Gajilah dirimu sendiri setiap bulan, dengan melakukan transfer sesuai anggaran ke rekening operasional. Atau, transfer sejumlah dana langsung ke tabungan, dan sisakan untuk operasional. Either way, sama-sama baik, sesuaikan dengan kondisimu.

2. Pengeluaran rutin

Yes, penghasilan bisa tidak tetap, tetapi pengeluaran bisa ditetapkan. Menjadi pekerja lepas kebutuhannya sama dengan jenis pekerja yang lain: ada kebutuhan rutin, ada kewajiban (utang, utilitas, dan sebagainya), juga butuh menabung untuk masa depan.

Jadi, buatlah pengeluaran rutin, dan lakukan poin pertama di atas untuk mencukupinya.

Perhitungkan beberapa pengeluaran ekstra karena pekerjaan, misalnya--alih-alih kerja di kafe--sekarang kamu akan lebih banyak kerja di rumah. Ini berarti harus ada tambahan bujet untuk kuota. Well, bisa dibilang, ini re-alokasi sih, karena bujet buat beli kopi dengan fasilitas wifi gratis, sekarang kamu kopinya kopi sachet saja plus beli kuota.

Kamu bakalan juga butuh berbagai alat kerja, seperti laptop yang sesuai spesifikasi kerja, juga handphone yang mumpuni untuk memperlancar pekerjaanmu. Mungkin butuh juga membeli beberapa program, dan seterusnya. Ini semua adalah modal kerja, jadi anggarkan.

3. Asuransi Kesehatan

Seorang pekerja lepas juga butuh asuransi kesehatan loh! Kalau sebelumnya kamu bekerja di kantor dan mendapatkan benefit jaminan dan asuransi kesehatan, begitu sekarang kamu mencoba peruntungan menjadi pekerja lepas, maka kamu harus mengurus asuransi kesehatanmu secara mandiri.

Banyak orang terpaksa tidak bisa merasakan manfaat asuransi kesehatan, seperti BPJS Kesehatan, lantaran enggak paham, kalau asuransi kesehatan ini harus diurus ketika kita berhenti dari pekerjaan untuk bisa tetap meneruskan keanggotaan.

Jadi, coba dicek ya, bagaimana posisinya sekarang. Karena asuransi kesehatan ini penting, apalagi di masa pandemi dan new normal ini. Flu sedikit saja sekarang sudah jadi perkara besar, soalnya. Ya kan?

4. Asuransi Jiwa

Sebagai pekerja, kamu juga akan butuh asuransi jiwa loh. Apalagi jika kamu menjadi tulang punggung keluarga, atau harus menanggung kebutuhan hidup sekian banyak orang di rumah. Harus, wajib banget punya asuransi jiwa.

Asuransi jiwa akan memberikan perlindungan terhadap kerugian risiko yang bisa terjadi jika kamu--karena satu dan lain hal--enggak bisa mendapatkan penghasilan lagi. Yah, kita memang enggak minta musibah datang sih, tapi ya siapa yang menjamin hidup lancar-lancar saja.

Apalagi di kondisi new normal, dengan berbagai kebiasaan dan kebutuhan baru seperti ini.

5. Dana darurat

Dana darurat juga penting banget, jadi nggak boleh dilupakan. Seharusnya sih sekarang kita semua sudah belajar akan arti pentingnya dana darurat, di masa pandemi dan kemudian dilanjutkan ke masa new normal seperti ini.

Apalagi untuk freelancer alias pekerja lepas, yang enggak ada jaminan untuk selalu ada job bulan berikutnya. Dana darurat harus lebih besar ketimbang para pekerja kantoran bergaji rutin dan tetap. Seberapa besar? Ya, paling aman sih 12 kali pengeluaran rutin.

Dana darurat ini akan sangat membantu ketika kamu sedang kesulitan, mengalami insiden dadakan yang butuh uang (misal laptop rusak, atau handphone hilang), sampai bisa memperpanjang napas ketika belum dapat job baru lagi.

6. Dana pensiun

Sebagian besar dari pekerja lepas, umumnya sih, bekerja sesuai passion. Karena itu, enggak sedikit dari mereka yang bertekad untuk terus bekerja sampai memang benar-benar nggak bisa kerja lagi.

Oh well, tetapi kamu harus ingat. Tenaga, energi, dan pikiran kita sudah jauh berkurang kemampuannya ketika kita sudah memasuki usia 50 tahun ke atas loh. Jadi, lebih baik enggak usah dipaksa banget.

Okelah kalau mau masih bekerja terus, tapi ingat, harus lebih banyak beristirahat. Jangan gaspol terus. Salah-salah malah jadi penyakitan. Yang seharusnya tinggal menikmati hasil jerih payah, malah jadi kena financial disaster. Oh no.

Karena itu, adalah penting juga bagi pekerja lepas untuk menyiapkan dana pensiun. Ini enggak hanya berlaku di masa new normal saja sih, tapi seterusnya dan kapan pun.

7. Pengembangan diri sendiri

Nah, yang terakhir, kamu mesti ingat, bahwa persaingan freelancer itu cukup sengit. Siapa yang kurang punya skill akan tersisih oleh mereka yang punya skill bagus dan multitalented.

Jadi, milikilah anggaran khusus untuk secara rutin berinvestasi pada diri sendiri: beli buku-buku, ikutan kelas-kelas, webinar, seminar, ... apa pun deh. Baik yang gratis dan berbayar.

Oke, itu dia beberapa hal keuangan yang harus disiapkan jika kamu memutuskan untuk mendalami karier sebagai pekerja lepas di masa new normal ini.

Good luck ya!

Other Blogs