Panduan Cara Beli Saham Online Paling Mudah untuk Investor Pemula

Buat kamu yang baru saja mulai nyemplung ke kolam investasi, barangkali cara beli saham ini agak-agak sulit dibayangkan gitu. Kalau-kalau pernah nonton film-film yang mengangkat tema pialang saham atau orang-orang Wall Street gitu, yang kebayang ya, dalam ruangan, penuh dengan monitor-monitor, dan kode-kode.

Iya enggak?

Padahal ya enggak gitu juga. Itu kerjaan pialang saham, memang. Tapi kita sebagai investor sih enggak kayak gitu cara beli sahamnya.

So, buat kamu yang enggak tahu caranya, nih sekarang dikasih tahu nih. Kalau kamu kebayang (betapa gampangnya), semoga lantas bisa memanggilmu untuk benar-benar mulai berinvestasi. Tenang, belanja saham itu enggak seseram itu kok. Malahan, asyik kalau kamu sudah paham prinsipnya, dan tahu pula tujuanmu sendiri dengan jelas.

Panduan Cara Beli Saham Online untuk Pemula

1. Belajar yang cukup

Lah, langkah pertama kok disuruh belajar? Iya, karena investasi saham itu bukan gambling, judi, ngeramal, nujum, dan sejenisnya. Investasi saham itu ada ilmunya, ada teorinya, plus mesti diiringi dengan praktik.

Iyes, meski kamu tujuannya adalah berinvestasi, dan bukan trading saham, tetapi belajar dulu is a must. Karena ada analisis angka-angka yang harus kamu lakukan, pun ilmu mengelola emosi yang mesti dilatih.

Setidaknya, kamu harus belajar untuk:

  • Merumuskan tujuan keuangan yang realistis untuk dicapai dengan investasimu
  • Menghitung kebutuhan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan
  • Bagaimana caranya mereview investasi, untuk tahu apakah sudah sesuai dengan harapan dan rencana
  • Menghadapi situasi yang di luar kendali, karena meski “hanya” investasi, tetapi pasar modal itu selalu berfluktuasi. Tanpa belajar yang cukup, energimu habis cuma untuk merasa khawatir investasimu merugi.

Singkatnya, tanpa ilmu yang cukup, kamu bisa tenggelam di kolam saham.

2.Pilih perusahaan sekuritas

Sebelumnya ada beberapa cara beli saham, yaitu:

  • Kamu datang ke perusahaan sekuritas, dan kemudian meminta mereka untuk membelikan saham sesuai pilihanmu.
  • Menelepon perusahaan sekuritas, dan memilih sahammu.
  • Beli saham secara online

Yang paling mudah yang mana, menurutmu? Yes, yang terakhir. Hare gene gitu.

Jadi, sebelum kamu beli saham secara online, pilih dulu perusahaan sekuritas mana yang bisa membantumu untuk bertransaksi saham. Tentunya, kamu harus memastikan bahwa perusahaan sekuritas tersebut punya aplikasi yang memungkinkanmu membeli saham secara online.

Ini adalah cara beli saham yang paling praktis dan gampang deh, untuk investor pemula. Jadi, saran sih, pakai cara ini saja, biar tak terlalu banyak energi terbuang percuma.

Bagaimana cara memilih perusahaan sekuritas? Kamu bisa:

  • Cek apakah terdaftar di BEI dan OJK.
  • Cari track record-nya: apakah pernah terlibat kasus berat, apakah pernah ada komplain, apakah review aplikasinya bagus, dan seterusnya.
  • Cari info biaya admin dan setoran awalnya.
  • Lihat apakah prosedur bikin akun, beli, dan jual sahamnya ribet apa enggak.
  • Lihat apakah akun media sosialnya ada dan ter-maintain dengan baik.

Nah, sekiranya sudah oke semua, kamu bisa segera membuka akun di perusahaan sekuritas tersebut. 

3. Install aplikasi

Seterusnya, kamu bisa install aplikasinya di smartphone kamu. Sekalian install dan mulai dioperasikan, kamu pun diwajibkan untuk membuat akun.

Masing-masing perusahaan sekuritas akan memiliki prosedurnya sendiri-sendiri, jadi ikuti saja dan lengkapi syarat-syaratnya. Biasanya sih yang selalu diminta adalah nama, alamat lengkap, dan identitas, bisa diminta untuk menulis nomornya, foto, dan/atau selfie sambil memegang identitas. Ada yang meminta foto buku tabungan, ada yang enggak. Ada yang langsung diminta mengisi kuesioner untuk menentukan profil risiko, ada yang enggak.

Ikuti saja setiap step yang ada. Kalau kamu menemui kesulitan, segera hubungi helpdesk-nya atau ke akun media sosialnya. Nah, makanya penting untuk memastikan akun media sosialnya ter-maintain dengan baik. Karena kalau ada apa-apa, ya pasti kita akan ke akunnya itu untuk bertanya dan meminta informasi kan?

Kalau akun media sosialnya saja jarang update, jarang membalas komen follower, ya gimana bisa membantu kalau ada kesulitan?

Jika registrasimu sudah berhasil, maka biasanya secara otomatis kamu akan dibuatkan Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank kustodiannya. Nantinya, rekening inilah yang akan kamu gunakan untuk bertransaksi saham.

4. Deposit

Selanjutnya kamu harus deposit sejumlah uang ke Rekening Dana Nasabah. Bebas kok, mau deposit berapa, tetapi ada yang kasih batas minimal Rp100.000.

Sistemnya ya kurang lebih kayak rekening bank yang biasa nantinya. Rekening Dana Nasabah (atau ada juga yang menyebutnya dengan Rekening Dana Investor) ini akan menjadi penampung dana kita di sekuritas. Kalau mau beli saham, ya pakai dana yang ada di RDN ini. Pun kalau mau jual saham, nanti dananya juga masuk ke RDN ini, baru kemudian bisa kita minta transfer ke rekening kita sehari-hari.

Nah, berarti untuk bisa beli saham, kamu harus punya sejumlah uang dulu di RDN. 

5. Pilih saham dan beli

Selanjutnya, kalau sudah ada dana di RDN, maka kamu pun bisa mulai beli saham online. Pilih saham yang sudah kamu incar--tentu dengan melakukan analisis terlebih dahulu--dan cari deh di aplikasi sekuritas online-mu. Biasanya akan ada pilihan pada list emiten yang ada di situ, mau beli atau mau jual.

Kamu tinggal klik saja opsi belinya. Setelah itu, kamu biasanya akan ditanya mau beli berapa lot? Isikan sesuai yang kamu inginkan. Satu lot itu berarti 100 lembar saham. Jadi, kamu nantinya akan mengeluarkan uang sejumlah satu lot itu.

Misalnya begini. Kamu pilih saham GHJK dengan harga Rp100/lembar saham. Untuk membeli 1 lot saham GHJK, maka kamu akan mengeluarkan dana sebesar Rp10.000 dari akun RDN-mu. Kalau kamu mau membeli 50 lot, berarti ya tinggal dikalikan lagi. Rp10.000 dikali 50, berarti Rp500.000.

Gitu aja. Mudah kan?

Begitu kamu klik tombol “beli” atau “submit”, atau semacamnya, maka saat itu juga danamu di RDN berkurang. Ya jadi kayak belanja di online shop aja. Kalau sudah, nanti akan ada notifikasi dari aplikasi sekuritasnya, jika sahammu sudah berhasil terbeli.

Kadang, jika harga saham tiba-tiba berubah, maka transaksimu akan di-hold, sampai harganya sesuai. Kamu bisa membatalkan transaksi jika masih on hold ini, dan memasukkan harga yang baru, sesuai yang ada di pasar. Atau, kamu mau menunggu sampai harganya sesuai juga bisa.

Mudah kan, cara beli saham online ini?

Iya, gampang banget. Kamu bisa melakukan transaksi saham ini setiap hari kerja, di jam kerja, mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Selanjutnya, pantau terus portofoliomu, lakukan review dan evaluasi secara berkala. Konsisten dan rutin topup ke RDN, biar ketika ada saham incaran yang diskon, kamu bisa segera beli.

Nah, begitulah panduan cara beli saham online termudah untuk investor pemula. Yang pasti, keep learning, belajar terus, biar investasinya makin bertumbuh.

Semangat, dan sampai ketemu di pasar modal!