Karyawan Kantoran di Masa New Normal: Siapkan Beberapa Pos Pengeluaran Baru Ini!

Hai, kamu para karyawan kantoran! Sudah mulai masuk kerja lagi? Bagaimana perasaanmu? Senang? Excited, karena sudah bisa beraktivitas lagi dan nggak mati gaya di rumah aja? Atau, khawatir bin waswas, lantaran kita masuk new normal bukan karena sudah aman tetapi karena berusaha memulihkan ekonomi yang makin terpuruk?

Either way, itu perasaan yang wajar kok. Setiap orang punya mindset dan perasaan masing-masing, karena yah, kebutuhan dan kondisinya juga berbeda. Kita tak boleh menyalahkan satu sama lain, karena bagaimanapun, insting manusia adalah bertahan dan mencari aman.

So, buat kamu, karyawan kantoran yang (mau enggak mau) sudah ngantor lagi, sudah menyiapkan apa aja nih untuk menjalani masa new normal ini? Karena, sekarang itu semuanya beda; kebutuhan kita beda, kebiasaan kita juga berubah, aturan pun ikut pula disesuaikan.

Dan segala macam yang berbeda itu buntutnya selalu ke keuangan. Iya, selalu begitu. 

Nah, sepertinya, para karyawan kantoran harus menyiapkan diri akan ada pos pengeluaran baru selama new normal. Apa aja? Coba disimak ya.

Pos Pengeluaran Baru yang Harus Disiapkan Karyawan Kantoran Selama New Normal

1.New normal starter kit

Kayak apa aja? Masker (meski bisa masker kain yang bisa dicuci dan dipakai ulang, tapi berarti harus beli beberapa, buat cadangan), hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, kalau perlu ya bawa hand soap sendiri, sampai yang biasanya pakai ojol pakai helm punya driver, sekarang mesti bawa helm sendiri.
Jangan lupa juga harus punya peralatan makan sendiri, jangan pinjam punyanya pantry kantor. Begitu juga dengan alat ibadah. Bawa mukena sendiri, jangan gantian sama teman kantor.

Semua itu ya butuh dibeli, kalau selama ini belum punya kan? Yah, beberapa kebutuhan sih hanya sekali aja belinya. Tapi kayak hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, mungkin harus dimasukkan ke dalam daftar belanja bulanan.

2. Bekal

Ini sih sebenarnya bukan pos pengeluaran baru sih buat karyawan kantoran. Hanya saja, ada alokasi ulang, yang tadinya dana buat beli makan di warung, sekarang dialihkan untuk bawa bekal sendiri dari rumah.

Yah, kamu perlu catat juga sih. Kata orang, masak sendiri itu lebih hemat. Tapi, ada kalanya, justru pengeluaran malah jadi berkali lipat kalau kita memasak bekal sendiri tuh. Kok bisa? Iya, soalnya terus milih, bahan-bahannya organik, masaknya pakai minyak zaitun, dan seterusnya--yang mana, harganya lebih mahal dari bahan-bahan yang biasa dipakai.

Akibatnya, tahu-tahu duit menipis aja. Bikin kaget. Kayaknya udah bawa bekal sendiri, tapi kok malah boros?

Jadi, gimana dong? Ya, sesuaikan saja dengan kemampuanmu. Memang bagus sih kita memilih bahan-bahan terbaik, demi kesehatan diri sendiri. Tapi oh tapi ... kesehatan dompetmu juga jangan dipertaruhkan.

So, be wise.

3.Transportasi

Kalau biasanya sudah bisa lumayan hemat dengan naik angkutan umum--apalagi MRT kemarin juga baru saja diresmikan, sepertinya sih sekarang mostly karyawan kantoran, termasuk kamu, harus pakai kendaraan sendiri demi keamanan.

Ini berarti ada alokasi ulang dana untuk transportasi juga. Untuk satu dan lain kasus, naik kendaraan pribadi juga butuh pengeluaran yang lebih besar. Tentu saja, tergantung pada jurusan dan jarak antara rumah atau tempat tinggal kamu ke tempat kerja.

Jangan sampai kecolongan di pos ini ya, jika memang kamu terpaksa memilih opsi untuk menggunakan kendaraan pribadi selama masa new normal.

4. Vitamin dan suplemen

Nah, ini. Siapa yang sekarang jadi lebih rajin belanja buah, juga berbagai vitamin dan suplemen? Ya, enggak salah kok. Malah harus. Kan, kita harus menjaga kesehatan tubuh kita, betul?

Tapi, ini berarti harus dianggarkan dengan saksama juga, karena bisa “mencuri” uang belanja bulananmu tanpa kamu sadari. Lagi-lagi atas nama prioritas kesehatan, ya kan?

Jadi, pastikan kamu sudah memperhitungkannya ya.

Dengan keempat pos pengeluaran “dadakan” yang muncul selama masa new normal di atas, maka jelaslah kamu harus punya struktur anggaran belanja bulanan yang baru.

Berikut beberapa tip menyiapkan anggaran untuk menyesuaikan dengan pengeluaran yang baru.

1. Aktifkan e-wallet

E-wallet will come handy di masa new normal. Memang belum ada bukti nyata dan klinis yang menjelaskan bagaimana virus corona menular lewat uang, tapi yah, kita enggak bisa memastikan enggak ada orang yang bersin dan kemudian dropletsnya menempel di uang yang kemudian diberikan ke kita, bukan?

Lagi pula, e-wallet juga lebih praktis kok.Meski kamu ya tetap saja harus bawa uang cash, just in case ada warung yang enggak bisa dibayar dengan e-money. Tapi, sejauh kamu bisa membayar cashless, bayarlah secara cashless.

Lebih aman untukmu, lebih aman pula untuk penjualnya.

2.Tetap siap dengan penghasilan yang belum normal-normal amat

Kok begitu? Ya, soalnya jam lembur juga dihilangkan kan?

To be realistic, kadang lembur ini justru dibutuhkan oleh karyawan kantoran, demi uang upah lebih. Bener enggak? Dengan berlakunya new normal, shift ditiadakan, jam lembur dihilangkan, bahkan jam kerja dikurangi, ini bisa membawa efek penghasilan kita jadi berkurang.

Begitu juga misalnya uang dinas luar kota, atau berbagai bentuk uang jalan yang lain, juga akan berkurang, lantaran perusahaan belum mengizinkan karyawannya untuk keluar kantor terlalu sering.

So, bersiap ya. Kelolalah gajimu dengan baik.

3.Dana darurat!

Jangan lagi meremehkan adanya dana darurat di masa-masa darurat. Seharusnya sih sekarang kamu sudah sadar betul apa pentingnya dana darurat ini.

Jadi, tetap pantau dana daruratmu. Selama kamu masih berpenghasilan, sisihkan sebagian--tak hanya untuk investasi, tapi juga dana darurat. We never know, kapan musibah datang. Betul?

Simpan dana daruratmu di instrumen yang cukup likuid dan mudah diakses. Beri akses juga pada orang terpercaya, sehingga sewaktu-waktu diperlukan, mudah pula digunakan.

Nah, itu dia beberapa hal keuangan yang harus diperhatikan oleh karyawan kantoran selama masa new normal ini.

Ingat, new normal ini ada bukan karena sudah aman, tetapi demi memulihkan ekonomi negara supaya tidak semakin terpuruk. Jadi, kitalah yang harus bijak dalam beraktivitas. Patuhi protokol kesehatan. Yang terpenting adalah jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker, rajin membersihkan tangan, dan sering-seringlah berada di udara terbuka.

Sehat selalu, kawans!