Apa Kabar Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa di Tengah Pandemi COVID-19 Ini?

Pandemi COVID-19 telah mengubah setiap industri di dunia; bisnis tour and travel, transportasi, ritel, layanan kesehatan, apa saja. Ada begitu banyak hal yang akhirnya enggak dapat kita kendalikan selama pandemi ini berlangsung. Namun, ada satu hal yang dapat kita lakukan, yaitu memastikan kesehatan kita tetapi terjamin. Yes, kita kali ini akan membahas mengenai asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, di tengah pandemi ini.

Menanggapi darurat pandemi, ada beberapa kebijakan pemerintah juga digulirkan di industri perasuransian, yaitu melonggarkan penagihan premi hingga setahun ke depan. Di Amerika sendiri, juga ada kebijakan perusahaan asuransi mobil yang menunda penagihan iuran asuransi, dengan pertimbangan kondisi kita yang enggak akan terlalu banyak mengadakan perjalanan.

Di antara kelesuan ekonomi, kita bisalah berharap sekarang, bahwa semakin banyak orang sadar akan arti pentingnya asuransi--terutama asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Yes, pandemi COVID-19 ini menghadirkan peluang lebih bagi para pelaku industri asuransi untuk berkembang dan mendukung lebih banyak orang daripada sebelumnya. Bahkan, menurut berita yang dilansir oleh Tempo.co, kuartal pertama sampai dengan bulan April, sejumlah perusahaan asuransi mencatatkan capaian positif pendapatan premi asuransinya, bahkan tumbuh hingga 2 digit.

Kesadaran Akan Pentingnya Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa Meningkat

Alasan mengapa industri asuransi bisa bertumbuh dengan baik, sudah pasti salah satunya disebabkan oleh bertambahnya kesadaran kita akan pentingnya asuransi kesehatan dan juga asuransi jiwa.
Beberapa alasannya adalah sebagai berikut:

1. Musibah bisa datang sewaktu-waktu

Tak ada satu pun dari kita yang merencanakan untuk mendapatkan musibah, sakit, tertimpa bencana, ataupun mengalami kecelakaan. Tetapi, yah, namanya hidup, siapa yang bisa meramalkan.

Sedangkan, manusia pada dasarnya selalu mencari “aman”. Maka, asuransi bisa menjadi salah satu opsi untuk memunculkan perasaan aman itu. Bukan berarti lantas kalau kita membeli premi asuransi berarti kita bisa terhindar dari musibah atau sakit sih. Tetapi, setidaknya kita bisa menekan risiko keuangan yang mungkin terjadi dari musibah atau kondisi yang kurang menguntungkan tersebut.

2. Uang kecil untuk uang besar

Yes, kalau dibandingkan dengan uang yang harus kita keluarkan (atau “hilangkan”) ketika terjadi kondisi darurat--misalnya sakit--uang yang kita setorkan untuk membayar premi secara teratur ini jauh lebih kecil.

3. Memberikan jaminan kepastian

Katakanlah, suatu kali kita harus sakit dan tidak dapat lagi memberikan penghasilan untuk keluarga. Dengan uang pertanggungan yang kita terima, hidup keluarga akan bisa terbantu untuk beberapa saat. Setidaknya, hal ini memberi kita waktu untuk mencari alternatif solusi lain, untuk mencari penghasilan pengganti.

Asuransi Bisa Lebih Mudah Diakses dan Terjangkau

Iya, ini efek yang paling mudah terlihat sekarang, ya kan?

Untuk menjangkau lebih banyak orang (serta mengedukasi mengenai pentingnya asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi umum lainnya), perusahaan asuransi kini juga mengembangkan teknologi masing-masing sehingga bisa diaplikasikan secara online. Mereka nggak mau kalah dengan perusahaan sekuritas, yang hampir semuanya sudah go online.

Tentu saja, hal ini memudahkan bagi para nasabah baru, yang sekarang didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z--generasi yang sangat melek teknologi.

Bagi konsumen aka nasabah, hal ini kemungkinan akan mengarah pada akses ke produk asuransi dengan harga yang lebih menarik (melalui peningkatan persaingan yang baik), proses aplikasi yang disederhanakan, dan pada akhirnya pengalaman pembelian premi yang lebih baik secara keseluruhan.

Opsi Premi Bisa Lebih Personal

Dalam berita yang sama dari Tempo yang sudah ditautkan di atas, disebutkan juga bahwa perusahaan asuransi diharapkan bisa mengembangkan opsi premi yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Bagaimanapun, kebiasaan dan kebutuhan kita akan berubah ke depannya, meski kita sudah memasuki masa new normal, lantaran masih belum ada kepastian kapan pandemi ini akan berakhir, kapan virus corona bisa dikendalikan, dan kapan vaksin virus ini bisa mulai diedarkan dan bisa dipakai.
Sementara itu, kita harus bisa mengendalikan pengeluaran sehari-hari karena pemasukan juga masih kena efek pandemi, sedangkan kebutuhan untuk berjaga-jaga dari risiko tetap jadi prioritas.

Dengan memberikan opsi premi yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pastinya, akan ada lebih banyak orang yang mau mempertimbangkan untuk menjadi nasabah asuransi sesuai dengan prioritasnya masing-masing.

Tip Memilih dan Membeli Polis Asuransi di Masa Pandemi

Buat kamu yang baru mau mulai memikirkan untuk melengkapi perlindungan dengan membeli polis asuransi--baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa, maka perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Hindari dulu produk asuransi berbalut investasi

Kondisi pasar modal sedang tidak begitu kondusif. Bahkan sekarang melahirkan apa yang disebut dengan market kangaroo, selain market bullish dan bearish, ketika harga saham gabungan loncat-loncat tanpa bisa diprediksi. Dan, kondisi ini belum terlihat ujungnya berada di mana.

Kamu akan butuh perlindungan yang lebih pasti, sehingga sebaiknya hindari produk asuransi berbalut investasi. Belilah asuransi murni.

2. Sisihkan penghasilan

Begitu kamu sudah setuju untuk membeli satu polis asuransi, maka saat itu pula akan ada satu tambahan pos pengeluaran dalam rutinitas keuanganmu sehari-hari.

Meskipun premi asuransi kadang ditagihkan secara tahunan, tapi ada baiknya kamu sudah menyisihkan uang setiap bulannya dari penghasilanmu. Hal ini akan jauh terasa lebih ringan ketimbang tiba-tiba saja kamu harus membayar premi tahunan yang angkanya bikin sakit perut mendadak.

Sisihkan di muka, ketika kamu baru saja menerima gaji. Sama seperti kamu menyisihkan di awal untuk investasi. Hitung besarannya, dan segera sisihkan ya.

3. Pelajari polis

Nah, ini yang kadang kita (sengaja) abaikan. Males banget enggak sih, baca polis yang kadang kalimatnya memang mbulet nggak jelas.

Namun, hal ini wajib kudu harus kamu lakukan. Bacalah polis asuransi sebelum kamu mengatakan, “Ya, saya mau beli polis ini.” Tanyakan pada agen asuransinya, apa pun yang sekiranya kurang jelas. Minta mereka menjelaskan ulang seluruh isi polis asuransi juga enggak apa, ketimbang kamu iya-iya aja padahal enggak ngerti.

So, Apakah Perusahaan Asuransimu Update terhadap Perkembangan?

Yup, perhatikan bagaimana perusahaan asuransi kamu bereaksi terhadap krisis pandemi COVID-19 ini. Mereka punya kebijakan apa, dan evaluasi apakah tindakan yang telah mereka lakukan sesuai dengan apa yang kamu cari dari mereka yang bertugas untuk memberi perlindungan padamu.

Semoga kamu selalu sehat ya, di situ. Juga dengan orang-orang tercintamu. Jaga diri, berikan perlindungan terhadap diri sendiri, yang juga berarti memberikan perlindungan pada orang lain.

Stay safe, everyone!

Other Blogs