Cara Membaca Laporan Keuangan untuk Mempertimbangkan Beli Saham

Saat kita hendak membeli saham suatu perusahaan, ada baiknya kita cek dulu laporan keuangannya. So, kamu harus tahu cara membaca laporan keuangan ini. Untuk apa? 

Ibaratnya kita mau beli satu produk makanan kemasan yang baru pertama kalinya mau kita coba di supermarket, akan sangat baik adanya jika kita cari tahu dulu apa saja ingredients-nya. Apakah semua aman? Apa ada zat tambahan yang harus diwaspadai? Adakah bahan yang bisa bikin kita alergi, dan seterusnya, bukan?

Begitu juga dengan saham. Kita harus meyakinkan bahwa perusahaan yang hendak kita beli sahamnya memiliki kesehatan yang cukup baik, yang bisa kita lihat dari laporan keuangan ini. Masa sih, mau beli saham perusahaan yang tekor terus pendapatannya? Bisa-bisa bulan depan malah sudah dilikuidasi.

Berarti harus tahu cara membaca laporan keuangan beneran ini ya?

Ya, enggak harus, ada pilihan yang lain. Tapi, percayalah. Kalau membaca laporan keuangan saja ogah bin malas, apalagi melakukan “pilihan yang lain” ini. Bakalan lebih malas lagi deh. Cara memilih saham dengan membaca laporan keuangan ini adalah cara paling mudah yang bisa kita lakukan, selain cara memilih dengan capcipcup kembang kuncup.

Lagi pula, membaca laporan keuangan perusahaan itu enggak serumit dan semenakutkan itu kok. Kita hanya perlu tahu bagian mana yang harus diperhatikan.

Maka dari itu, artikel ini ada.

Enggak usah berpanjang-panjang di bagian intro. Ayo, kita segera baca laporan keuangan saja.

Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan untuk Beli Sahamnya

Buka laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan

Pertama, kamu harus buka dulu laporan keuangan perusahaan tercatat yang ada di website milik Bursa Efek Indonesia ini. Masukkan nama perusahaan incaran, kalau sudah ketemu, cari file yang biasanya ada nama “Financial Statement”. Nah, itu dia laporan keuangannya. Pilih yang paling current ya, karena biasanya ada juga laporan-laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.

Setelah laporan keuangannya sudah bisa dibuka, kamu akan melihat berbagai tabel. Apa saja yang harus diperhatikan?

1. Aset

Kamu akan melihat 2 jenis aset di sini, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar adalah simpanan perusahaan yang sangat aktif, yang digunakan untuk operasional sehari-hari. Biasanya berupa uang kas dan yang setara kas, piutang yang kurang dari satu tahun, cek atau wesel yang belum diuangkan, dan lain sebagainya.

Aset tidak lancar atau aset tetap adalah “harta” yang dimiliki oleh perusahaan dengan manfaat yang bisa dirasakan tanpa berkurang nilainya di atas satu tahun. Misalnya saja, mesin produksi, bangunan gudang, kendaraan operasional, dan sebagainya.

Aset adalah harta kekayaan perusahaan. Semakin besar, sudah tentu semakin kaya perusahaan tersebut, yang berarti semakin lancar pula mereka melakukan kegiatannya. Aset adalah semacam “jaminan” perusahaan untuk menutup utang.

Ini cara membaca laporan keuangan yang paling mudah.

2. Liabilitas

Selanjutnya kamu akan melihat ada liabilitas, atau utang perusahaan yang wajib dibayar secara rutin. Mekanismenya sama saja dengan utang-utang yang biasa kita tanggung. Jenisnya ada 2, yaitu utang jangka pendek (biasanya ditulis dengan istilah liabilitas jangka pendek) dan utang jangka panjang (yang akan ditulis dengan liabilitas jangka panjang).

Utang jangka pendek adalah utang-utang yang harus dibereskan maksimal selama 1 tahun, sedangkan jangka panjang di atas 1 tahun.

Coba cermati, kamu akan tahu perusahaan punya utang apa saja. Utang-utang yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan adalah utang bank, utang pajak, dan utang usaha. Sepertinya mustahil bagi sebuah perusahaan besar untuk tidak punya utang.

Ini salah satu cara membaca laporan keuangan yang harus kamu pahami betul.

3. Ekuitas

Bagian ini menjelaskan mengenai posisi modal dari perusahaan tersebut, yang menjelaskan pendanaan yang bukan berasal dari utang. Biasanya yang ada di sini adalah modal saham, modal dasar, modal disetor, laba yang ditahan--yaitu laba yang tidak dibagikan pada investor untuk menambah pendanaan, dan lain sebagainya.

Kamu akan tahu dengan cara membaca laporan keuangan ini, apakah modal perusahaan itu cukup besar untuk melakukan operasionalnya tanpa tersendat. Semakin besar laba bersih, maka ekuitasnya semakin besar pula nominalnya. Kamu bisa membandingkannya juga dengan laporan-laporan keuangan tahun sebelumnya.

Hitung Rasio-Rasio Penting

Setelah kamu paham apa saja komponen dalam laporan keuangan sebuah perusahan, selanjutnya kamu harus tahu cara menilai apakah perusahaan tersebut kondisinya sehat atau enggak. Caranya adalah dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang paling prinsip.

Apa saja?

1. Aset vs Utang

Ini adalah cara membaca laporan keuangan yang paling mudah, yaitu dengan memperbandingkan aset dan utang yang menjadi tanggungan perusahaan. Kamu bisa melihatnya dari laporan keuangan tersebut, apakah aset lebih besar dari utang? Bagilah aset dengan utang, dan hitung hasilnya.

Jika hasilnya lebih dari 1, maka itu berarti posisi asetnya lebih banyak daripada utang, dan ini adalah pertanda baik. Semakin besar, semakin baik. Meski demikian, kamu perlu mengecek juga komponen lainnya.

2. Ekuitas vs Utang

Struktur modal yang paling baik adalah ketika nilai modalnya lebih besar daripada nilai kewajiban total. Ini adalah kondisi yang paling ideal. 

3. Laba vs Ekuitas

Selanjutnya, kamu bisa cek kondisi laba terhadap nilai ekuitasnya. Jika laba lebih besar daripada ekuitas, maka ini sudah bisa dibilang menjadi jaminan aman untuk investasi karena berarti perusahaan tersebut punya prospek baik hingga jauh ke depan.

Kemampuan perusahaan bisa menghasilkan laba lebih banyak daripada ekuitas disebut dengan ROE, atau Return on Equity. Lebih besar dari 15% adalah nilai yang baik.

Nah, ternyata mudah kan, cara membaca laporan keuangan perusahaan ini? Ini adalah cara membaca laporan keuangan yang paling basic. Setiap perusahaan perlu dicermati laporan keuangannya masing-masing agar kamu mendapatkan gambaran yang lengkap. Akan ada kondisi yang harus dipertimbangkan juga ketika ternyata angkanya tidak ideal. Misalnya saja, bank pasti akan memiliki nominal utang yang sangat besar. Dan, hal ini wajar. Tetapi, kalau perusahaan infrastruktur--misalnya--memiliki utang dengan nominal yang terlalu besar, maka ini patut jadi pertanyaan. Teliti kembali daftar liabilitasnya, biasanya sih akan terlihat utangnya apa saja.

Sampai di sini saja, berarti kamu sudah melakukan sebagian dari analisis fundamental terhadap perusahaan yang sahamnya kamu incar.

Enggak susah kan? Selanjutnya, akan lebih baik lagi jika kamu lengkapi analisismu dengan analisis teknikal juga.

Have fun investing!