Alternatif Liburan Sekolah di Masa New Normal: Tetep Seru Kok!

Berdiam diri di rumah selama lebih dari 3 bulan itu sangat membosankan. Apalagi sekarang liburan sekolah sudah tiba. Bakalan enggak bisa ke mana-mana nih!

Ya meski mungkin sudah bisa keluar rumah (tentu dengan protokol yang ketat), tapi kan enggak mungkin terlalu jauh juga. So, bye bye, Raja Ampat! See you in a year (maybe), Labuan Bajo! Dadah juga, Prancis! Mungkin tahun depan, Korea Selatan! Dan seterusnya.

Sedih sih, tapi ya mau bagaimana lagi? Masa mau nekat traveling sedangkan kondisi seperti ini? Enggak kan? 

Tapi, jangan dulu pakai dana liburan yang sudah kamu kumpulkan setahun kemarin untuk kebutuhan lain. Masih ada cara lain untuk menghabiskan liburan sekolah kali ini tanpa perlu bepergian terlalu jauh, tapi tetap asyik kok. Buat para orang tua, berikut beberapa alternatif aktivitas liburan sekolah yang bisa dilakukan bareng anak-anak rekomendasi Valuemagz, yang tetap seru. Sudah begitu, juga lebih hemat, karena kamu tak perlu pusing mikirin ongkos transportasi.

Alternatif Liburan Sekolah di Masa New Normal

1. Staycation

Staycation berarti adalah liburan di hotel barang sehari 2 hari, dan hanya di hotel; menikmati segala fasilitas yang ada dan menikmati suasana hotel yang pasti berbeda dengan di rumah.

Mumpung, hotel-hotel sudah mulai dibuka kembali di wilayah tertentu,plus menawarkan harga promo untuk liburan di masa new normal pula!

Dengan staycation, selain merasakan suasana yang berbeda, sekaligus kita bisa membantu keberlangsungan bisnis lokal. Oh yes, bukankah sangat heroik?

So, coba cari informasi mengenai program promo di hotel sekitarmu. Jika memang menarik, tak ada salahnya dicoba. Keluarga hepi, liburan sekolah pun tak sepi.

2. Wisata virtual

Beberapa objek wisata di dunia menawarkan program wisata virtual selama masa pandemi yang diteruskan dengan liburan sekolah di masa new normal ini.

Mulai dari Monumen Nasional di Jakarta, Museum Basuki Abdullah, sampai bisa juga nonton konser di Global The Berlin Philharmonic. Bahkan kamu juga bisa masuk ke Museum Louvre, tanpa perlu paspor cuma butuh kuota.

Memang enggak akan sama dengan mengunjungi tempat-tempat ini sendiri sih, tapi seru juga kok melakukan wisata virtual begini. Kapan lagi sih, menjelajahi Museum Louvre sambil ngudap rujak cireng?

Atau, kamu juga bisa mencari program-program wisata virtual yang dikoordinasi oleh lembaga tertentu, yang diadakan melalui aplikasi webinar. Seru juga lo, karena selama tur virtual itu, kita juga akan ditemani pemandu yang akan menjelaskan semua bagian lokasi yang kita “kunjungi”.

Bakalan jadi cerita seru yang tak terlupakan buat anak-anak sepertinya.

Untuk wisata virtual mandiri--yang kamu menjelajah sendiri--tentunya enggak butuh tiket. Kamu hanya cukup mempunyai kuota yang cukup. Sedangkan, untuk program wisata virtual yang dikoordinasi ada tiketnya untuk bergabung, tapi juga enggak mahal-mahal amat kok. Terjangkau banget.

3. Ikutan kelas online sesuai minat

Kemarin sempat mengintip ke sebuah kelas online yang diadakan dengan menggunakan Google Meet: belajar handlettering. Ternyata seru juga.

Ada banyak kelas online diadakan selama kelas pandemi, dan sepertinya masih akan banyak ditawarkan kelas-kelas minat lainnya. Tinggal cari saja yang sesuai. Mulai dari kelas seni sampai kelas keuangan. 

Jangan cuma diri sendiri yang ikutan kelas online. Kelas online buat anak-anak juga banyak lo! Coba deh cari info ya, bisa gugling atau lihat-lihat di media sosial.

4. Masak menu-menu viral

Selama pandemi dan tinggal di rumah saja, kita nih jadi lebih kreatif. Terbukti dengan makin banyaknya resep-resep yang viral di media sosial, yang murah, gampang, pakai bahan seadanya, enak, dan lucu!

Misalnya saja kayak dalgona coffee, kamu sudah pernah coba bikin belum? Atau, mi instan carbonara? Ada juga risol mayo kornet keju dari roti tawar. Ternyata enak juga, nggak kalah sama risol mayo kafe-kafe. Biasanya sih, resep-resep viral ini paling banyak ditemukan di Tiktok. Di Instagram juga banyak.

Coba deh, selama liburan sekolah ini, ajak anak-anak untuk ikut “berkarya” di dapur. Masak makanan-makanan yang mereka suka, atau nyobain resep-resep viral ini.

Siapa tahu, nantinya malah jadi ide bisnis yang bagus juga untuk dikembangkan kan?

5. Rutin olahraga

Yang kemarin-kemarin suka alesan aja setiap kali disuruh olahraga, mana suaranya?

Di musim penyakit seperti sekarang, penting lo untuk menjadwalkan olahraga rutin. Well, gym memang belum akan segera dibuka, sepertinya. Tapi untuk olahraga rutin, kamu enggak perlu mesti ke gym kok. Olahraga saja di rumah, bareng keluarga.

Coba cari video-video tutorial olahraga di Youtube, pilih yang kamu suka. Dari yang low impact sampai yang high impact, ada semua. Dari mulai yoga sampai zumba juga lengkap. Mau pakai alat yang simpel, atau yang tanpa alat juga ada.

Nggak ada alasan lagi buat skip olahraga. Ajak anak-anak untuk bergerak aktif bareng. Pasti enggak kalah seru dengan olahraga di pusat kebugaran.

6. Urban farming

Urban farming juga naik daun nih di masa pandemi ini, dan sepertinya akan berlanjut ke masa new normal. Jadi, enggak ada salahnya untuk mencoba, mumpung lagi liburan sekolah.

Termasuk di dalam urban farming ini adalah pembuatan kebun hidroponik, taman vertikal, indoor farming, pembuatan greenhouse kota, hingga community garden. Ya, karena konsep urban farming itu sendiri adalah mengoptimalkan lahan-lahan perkotaan agar lebih produktif.

Menarik kan? Coba saja tanam tanaman-tanaman yang menghasilkan buah atau dapat dimakan. Dari yang mudah dulu juga boleh, misalnya tomat, selada air, bayam, kangkung, mentimun, sirsak, jeruk, pepaya, dan sebagainya.

Tunggu saja sampai panen. Bakalan seneng banget deh, memetik hasil jerih payah sendiri dan kemudian dinikmati bareng keluarga. Bisa-bisa enggak perlu pergi ke pasar lagi buat memenuhi kebutuhan sayur dan buah kita, ya kan?

7. Urusin stray animals

Beberapa waktu yang lalu, sempat ada berita bahwa kucing-kucing liar yang tinggal di seputaran beberapa pasar tradisional mengalami kelaparan akut. Ya, gimana enggak. Selama pandemi, beberapa pasar harus ditutup untuk disteril. Kucing-kucing ini kan cari makan di pasar itu. Karena enggak ada kegiatan selama 14 hari, mereka pun enggak bisa makan.

Kasihan banget deh.

Nah, ini juga bisa menjadi salah satu agenda liburan sekolah nih. Enggak usah jauh-jauh ke pasar tradisional juga sih, tetapi bisa kok mulai memberi perhatian pada stray animals yang ada di kompleks rumah masing-masing. Kasih makan deh, setiap pagi misalnya. Sediakan tempat minum aja juga boleh kok. Syukur-syukur ada yang diadopsi. Kan bisa jadi teman main. Liburan sekolah jadi enggak ngebosenin lagi kan?

Nah, kamu punya alternatif acara liburan sekolah lain yang bisa dilakukan selama masa new normal ini enggak? Kalau ada, bisa deh ditambahkan sendiri menjadi satu agenda panjang, sampai tiba waktunya sekolah online dimulai lagi.

Seru kan?