5 Pertanyaan yang Paling Sering Muncul Mengenai Investasi Reksa Dana

Kamu lagi bingung, pengin mulai investasi, nyari-nyari info dan kemudian ketemulah dengan istilah ‘investasi reksa dana’? Tapi oh tapi ... kok masih belum bisa dapat gambaran lengkap soal investasi yang cocok untuk pemula satu ini?

No worries, kamu sudah berada di tempat yang tepat sekarang.

Karena kita sekarang akan bahas mengenai investasi reksa dana dalam satu artikel khusus kali ini, yang dijamin pasti akan mudah kamu pahami.

Apa Itu Investasi Reksa Dana?

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang sangat populer di samping saham. Kalau mau gampangannya, ini kayak kita pergi ke warung gado-gado. Di situ kita order gado-gado, yang kemudian diracikkan oleh penjualnya. Ada kol, bayam, tauge, telur, ketupat, tahu, dan sebagainya, disatukan dalam piring dan kemudian diberi bumbu kacang yang enak.

Si penjual gado-gado adalah manajer investasi, yang meracikkan berbagai instrumen dalam bentuk investasi reksa dana.

Sistemnya akan lain ketika kita membuat sendiri gado-gado di rumah. Kita beli kol sendiri, tauge, telur, dan sebagainya itu, sekaligus bikin bumbu kacang sendiri juga. Sistem racik sendiri ini berlaku layaknya kalau kita melakukan investasi saham.

Nah, jelas ya, maksudnya?

Jadi dalam investasi reksa dana, manajer investasilah yang akan meracik proporsi instrumen investasi sesuai pilihan jenis reksa dana yang dipilih oleh investor.

Ada 4 jenis reksa dana:

  • Reksa dana pasar uang: reksa dana yang memproporsikan instrumen sebanyak 100% pada instrumen pasar uang.
  • Reksa dana pendapatan tetap: reksa dana yang memproporsikan instrumen maksimal 80% pada obligasi, dan sisanya di pasar uang.
  • Reksa dana saham: reksa dana yang memproporsikan instrumen sebagian besar dana investor (80%) ke instrumen saham. Sisanya baru ke pasar uang ataupun obligasi.
  • Reksa dana campuran: reksa dana yang memproporsikan instrumennya sesuai kebijakan manajer investasi, antara pasar uang, obligasi, maupun saham.

Kapan-kapan kita bahas jenis-jenis reksa dana ini secara khusus ya.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Pada prinsipnya, manajer investasi akan mengumpulkan dana dari masyarakat investor--termasuk kamu, dan kemudian membelanjakannya ke instrumen-instrumen investasi, baik produk pasar uang maupun pasar modal, sesuai amanah para investor. Ya, cara kerjanya kayak si penjual gado-gado tadi.

Dalam prosesnya, nanti investor akan menerima prospektus dan laporan keuangan, yang patut untuk dicermati untuk memantau kondisi investasimu dan kinerja si manajer investasi. So, meski danamu sudah diserahkan pada manajer investasi untuk dikelolakan, ada baiknya bagi kamu untuk belajar juga membaca laporan keuangan.

Nah, yang perlu dipahami adalah dalam pengelolaannya, ada beberapa biaya yang akan ditanggung oleh investor. Di antaranya adalah:

  • Biaya penjualan
  • Biaya pembelian kembali
  • Biaya transfer pembelian kembali
  • Pajak


Apa Saja Risiko Investasi Reksa Dana dan Berapa Imbal yang Bisa Diperoleh?

Hal lain yang mesti dipahami dulu sebelum mulai berinvestasi adalah soal risiko investasinya.. Meskipun banyak yang bilang, bahwa investasi reksa dana adalah investasi yang paling aman, tetapi siapa pun yang hendak mulai berinvestasi di sini tetap harus paham, bahwa tak ada investasi yang tanpa risiko sama sekali.

Termasuk investasi reksa dana.

Beberapa risiko yang harus diwaspadai misalnya:

  • Return tidak pasti, karena bagaimanapun produk investasi tergantung pada kondisi pasar. Saat lagi pandemi, harga per unit reksa dana itu bisa naik turun juga. Apalagi kalau kamu pilih reksa dana saham, sangat volatile juga tergantung kondisi pasar saham.
  • Produk reksa dana enggak dijamin oleh pemerintah, beda dengan deposito yang dijamin oleh LPS sampai nominal Rp2 M. So, meski kolabs, uang kita ya akan kembali sampai nominal Rp2 M itu. Reksa dana bablas, ya bablas aja.
  • Gagal bayar, kayak kasus beberapa waktu terakhir ada manajer investasi yang mengalami kegagalan bayar pada investor. Akibatnya, ya kena suspend atau bahkan bisa dibubarkan oleh OJK. Kalau manajer investasi bubar, duit kita gimana dong? Ya bubar juga.
Risiko yang cukup lumayan ini (meski tetap lebih kecil kalau dibanding dengan investasi saham langsung) dibarengi pula dengan imbal yang juga lumayan.

Dari salah satu manajer investasi yang sudah cukup senior di Indonesia, saat ini, imbal terbanyak reksa dana bisa sampai 11% per tahun. Kalau kondisi ekonomi sedang membaik, ada manajer investasi yang mampu membukukan bunga hingga 17% juga lo.

Bagaimana Cara Berinvestasi di Reksa Dana?

Zaman sekarang mah mudah banget!

Kamu tinggal pilih saja aplikasi sekuritas online dari smartphone-mu. Untuk memilih mana yang paling oke, ya kamu mesti lakukan riset dulu. Cari info, bagaimana sistem transaksinya, ribet enggak. Juga bagaimana cara buka akunnya, belibet enggak. Pun berapa biaya transaksinya, besar apa kecil. Termasuk fitur-fiturnya juga diamati, apakah cukup user friendly? Kamu bisa mencari review-reviewnya di Google.

Kalau sudah terpilih, kamu bisa mulai membuat akun di perusahaan sekuritas pilihanmu itu. So far, yang paling sederhana itu cuma tinggal buka, isi data, bikin pin, terus setor foto identitas diri dan foto buku tabungan, terus tunggu verifikasi deh.

Habis verifikasi, biasanya kita sudah langsung bisa berinvestasi. Membeli reksa dana enggak butuh modal terlalu banyak. Dari Rp100.000 juga sudah cukup.

Terjangkau banget kan? Pelajari semua term & condition yang ada ya, dan pelajari cara-cara transaksinya.

Tip Praktis Berinvestasi di Reksa Dana

Buat tujuan, kamu berinvestasi untuk apa

Tujuan ini harus sudah ada sejak awal, sehingga kamu pun punya objektif yang jelas. Tujuan yang enggak jelas bisa bikin kita malas dan enggak konsisten lo, ya karena enggak tahu nabung buat apa. Nggak ada motivasi.

Kenali profil risikomu sendiri

Apakah kamu cukup toleran terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam investasi reksa dana? Kalau enggak, kamu mungkin bisa pilih reksa dana pasar uang yang tingkat risikonya paling kecil (meski tetap ada). Kalau kamu cukup bijak menyikapi risiko yang timbul, kamu bisa pilih reksa dana saham atau reksa dana campuran.

Sesuaikan!

Kesesuaian pemilihan produk akan menentukan sukses enggaknya kamu mencapai tujuan keuangan. So, take your time untuk belajar lebih banyak mengenai produk investasi sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan.

Konsisten

Alokasikan investasi di awal penghasilan diterima. Buatlah persentase besarnya investasi, lalu segera transfer. Mau 10%, 20%, atau berapa pun besarnya, tentukanlah berdasarkan kebutuhan dan kemampuanmu.

Nah, itu dia beberapa pertanyaan yang sering muncul dari para investor pemula tentang investasi reksa dana.

Sampai di sini bingung enggak? Semoga enggak ya? Reksa dana ini cukup mudah kok dipahami, asalkan kita sudah mendapatkan manajer investasi yang cocok dan dapat dipercaya. Selanjutnya, tinggal setor-setor aja rutin setiap bulan. Kalau perlu, dibuat autodebet, biar enggak kelupaan.

Sampai ketemu di artikel selanjutnya ya!