Kenalan dengan Surat Berharga Pasar Uang, Yuk!

Kamu mungkin sudah familier dengan reksa dana pasar uang, yang merupakan salah satu instrumen investasi di pasar uang. Tapi, ada lagi beberapa instrumen lain yang juga bisa didapatkan lho. Salah satunya adalah Surat Berharga Pasar Uang.

Dalam artikel ini, kita secara khusus akan membahas mengenai Surat Berharga Pasar Uang ini. Siapa tahu kamu juga tertarik berinvestasi di sini kan? Yuk!

Apa Itu Surat Berharga Pasar Uang?

Well, sebelum menuju ke definisi instrumen ini, ada baiknya kita pahami dulu pasar uang itu sendiri.

Apa sih pasar uang?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar uang berarti:

pasar abstrak yang mempertemukan permintaan dan penawaran dana jangka pendek antara 1–360
hari dari calon penanam dan pencari modal.

Nah, kurang lebih sih sama dengan pengertian pasar saham ya, hanya saja perbedaan utamanya ada pada jangka waktu instrumennya. Kalau di pasar uang, yang diperdagangkan adalah instrumen investasi jangka pendek, sedangkan di pasar saham instrumennya berjangka panjang.

Perbedaan yang paling mudah dilihat yang lain adalah pasar uang enggak terbatas oleh ruang, maksudnya kegiatan transaksi di pasar uang terjadi via online, dengan diregulasi, diawasi, dan dikontrol oleh Bank Indonesia. Sedangkan pasar saham, transaksinya bisa kamu ikuti di Bursa Efek Indonesia, dengan kontrol dari OJK.

Perbedaan pasar uang dan pasar saham atau pasar modal yang lain bisa kamu baca di sini nih, biar semakin jelas.

Mari kita kembali ke Surat Berharga Pasar Uang.

Setelah memahami apa itu pasar uang, jadi Surat Berharga Pasar Uang ini apaan dong? Ini adalah salah satu instrumen investasi yang berupa surat jaminan pelunasan utang yang diterbitkan oleh pihak peminjam dana, dan ditandatangani oleh kedua pihak (peminjam dan pemilik dana). Biasanya sih, pihak pemilik dana adalah bank, dan peminjam dananya adalah nasabah bank tersebut.
Pihak nasabah meminjam dana dari bank, kemudian menandatangani surat pelunasannya, yang kemudian menjadi aset dari bank. Oleh bank, surat perjanjian pelunasan utang ini lantas diperjualbelikan demi mendapatkan dana lagi.

Gampangannya begitu.

Jadi, fungsi dari Surat Berharga Pasar Uang ini adalah sebagai alat pembayaran, surat bukti tagih, hingga menjadi salah satu instrumen investasi. Surat Berharga Pasar Uang diperdagangkan melalui bank komersial, antarbank komersial, lembaga keuangan selain bank, Bank Indonesia, dan masyarakat umum yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi pelaku transaksi di pasar uang, yang dilakukan dengan cara lelang atau sistem diskonto.

Surat Berharga Pasar Uang yang diperdagangkan dengan Bank Indonesia haruslah berjangka waktu pendek (minimal 30 hari), dan bernilai minimal Rp25 juta, dengan kelipatan selanjutnya Rp5 juta, dan maksimum Rp10 miliar.

Perdagangan yang terjadi terhadap Surat Berharga Pasar Uang haruslah dengan memperhatikan hak dan kewajiban penjual atau pembeli, sehingga sejak semula harus jelas mau pakai cara outright atau repurchase agreement.

Apa lagi tuh?

Transaksi outright adalah transaksi Surat Berharga Pasar Uang yang didasarkan atas sisa jatuh tempo surat yang bersangkutan. Sedangkan, repurchase agreement, atau sering juga disebut dengan repo, adalah perdagangan Surat Berharga Pasar Uang dengan syarat penjual nantinya harus membeli kembali surat berharganya sesuai dengan perjanjian.

Jenis-jenis Surat Berharga Pasar Uang

Ada beberapa jenis Surat Berharga Pasar Uang yang menjadi komoditi di pasar uang. Yaitu:

1. Surat Sanggup

Atau yang disebut juga promes, yaitu salah satu bentuk surat berharga yang berisi kontrak janji suatu pihak untuk memberikan pembayaran kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Biasanya surat ini terbit lantaran adanya transaksi yang pembayarannya sebagian tunai, sedangkan sebagian lagi dibayar kemudian. Maka terbitlah surat ini sebagai pengikat ‘janji’ tersebut.

Romantis juga ya, ini dunia investasi?

Di dalam surat sanggup terdapat nominal jumlah pokok, bunga jika ada, dan tanggal jatuh tempo pembayaran, serta kadang disertai pula klausul konsekuensi jika pihak pemberi janji ternyata gagal bayar.

2.Surat wesel

Yaitu salah satu bentuk surat berharga yang kurang lebih hampir sama dengan surat sanggup. Bedanya, surat berharga ini dikeluarkan oleh kreditur untuk debitur, sehingga statusnya adalah surat piutang. Berbeda kan, dengan surat sanggup yang dikeluarkan oleh debitur untuk kreditur?
Semoga sih enggak bingung ya?

Nah, surat wesel ini juga ada beberapa jenis. Ada yang berdasarkan jangka waktunya. Ada surat wesel jangka panjang yang jatuh temponya lebih dari 30 hari, dan surat wesel jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 30 hari. 

Ada juga yang berdasarkan pengakuan piutangnya. Yang pertama, surat wesel yang mencantumkan tingkat bunga yang dibebankan pada debitur dalam perinciannya. Yang kedua, yang tidak mencantumkan tingkat bunga yang dibebankan pada debitur, tetapi ada nominal jumlah total piutang di mana tingkat bunga sudah termasuk di dalamnya.

Tip Investasi di Pasar Uang

Jika kamu berminat untuk berinvestasi di pasar uang, kamu bisa mulai dengan memilih perusahaan sekuritas untuk membantumu melakukan transaksi-transaksinya. Setelah membuat akun di perusahaan sekuritas itu, kamu sudah bisa langsung membeli berbagai instrumen investasi pasar uang yang menurutmu paling menjanjikan.

Pada umumnya, instrumen-instrumen investasi di pasar uang berisiko kecil karena jangka waktunya yang pendek. Dan, risiko berbanding lurus dengan imbal juga. So, ini memang cocok buat kamu yang baru mulai.

Paling mudah sih kamu beli reksa dana pasar uang saja. Serahkan saja pengelolaannya ke manajer investasi, kamu tinggal monitor dan evaluasi berkala.

Nah, semoga sedikit ulasan mengenai Surat Berharga Pasar Uang di atas cukup jelas ya, dan memberimu gambaran tentang investasi di pasar uang lebih baik lagi.