Tip-Tip Terbaik Mulai Trading Saham untuk Pemula

Kalau baca-baca cerita sukses para taipan yang kebanyakan berhasil mendulang kekayaannya dari berinvestasi di pasar saham, kita memang lantas tergiur ya? Betapa enggak, dalam tidur pun, konon mereka tetap menghasilkan uang lho! Duh, jadi pengin ikutan trading saham deh.

Tapi, trading saham ini memang bukan bisnis yang bisa dilakukan oleh semua orang. Butuh keterampilan khusus untuk bisa sukses di bidang ini. Tapi, bukan mustahil juga untuk dilakukan. Terutama sih karena sebenarnya--meski butuh kejelian level dewa--tapi hal ini bisa dipelajari. Jam terbang enggak akan bohong juga. Jadi, kalau memang sudah benar-benar punya niat kuat, bolehlah kamu mencoba terjun.

Namanya juga ‘mencoba’, jadi kamu boleh celup-celup dulu. Ingat, bakalan butuh trial and error yang banyak, berjuta kali. Bukan lebay, tapi itu kenyataannya.

So, inilah beberapa tip terbaik buat kamu yang pengin memulai karier kamu di bidang trading saham.

Miliki pengetahuan yang cukup

Yang pasti, sedari awal, kamu harus sadar sepenuhnya, bahwa kamu akan butuh ‘modal’, ya modal pengetahuan, ya modal dana. Nah, modal pertama nih, apakah kamu sudah cukup memilikinya?

Berinvestasi di pasar saham itu berisiko tinggi. Untuk berinvestasi jangka panjang pun, kamu harus siap untuk loss juga (apalagi kondisi pasar sedang volatile seperti ini), apalagi jika kamu pengin bisnis trading saham, yang notabene berjangka pendek, bahkan sangat pendek.

Pengetahuan akan perdagangan saham dari berbagai aspek ibarat senjata dan amunisi untuk meraih sukses di bidang ini. 

Jadi, belajarlah, mulai belajar analisis fundamental dan kemudian analisis teknikal. Ketahui apa itu fibonacci, PER, PBV, dan sebagainya. Belajar membaca chart, belajar menerjemahkan grafik, dan seterusnya.

Pakai modal dana dingin, dan mulai dari nominal kecil

Sekarang soal jenis modal kedua, yaitu cash. Seperti juga bisnis yang lain, kamu akan butuh modal dana di awal bisnis trading saham ini. Berapa banyak? Well, saran terbaik sih mulailah dari nominal kecil. Kecil itu seberapa? Ya, kamu tentukan saja sendiri, seberapa mampu kamu menyuntikkan modal ke bisnis barumu ini.

Sudah tahu kan, bahwa minimal pembelian saham adalah 1 lot, yang berarti 100 lembar saham? Terus, ya tinggal dikalikan saja dengan harga sahamnya. Itulah modal paling minim yang bisa kamu pakai untuk mulai.

Memang, dengan bermodal 1 lot saham saja, kamu sudah bisa kok trading saham. Tapi ‘hukum’-nya ya, receh menghasilkan receh, sedangkan cepek tiao ya akan menarik cepek tiao yang lainnya. Simpelnya sih gitu.

Tapi, kalau kamu memang masih dalam taraf trial and error, pikirkan mengenai ‘biaya belajar’. Kalau tahu-tahu kamu harus rugi cepek tiao di awal bisnismu ini, ya kayaknya sih terlalu gede biaya belajarnya ya. So, kamu sendiri yang bisa merasakan, seberapa besar modal yang bisa kamu sediakan.

Prinsipnya sih sama dengan investasi saham biasanya: pergunakanlah dana dingin, dana yang benar-benar dialokasikan sebagai modal.

Karena sekarang kamu sudah berbisnis, maka berpikirlah seperti pebisnis.

Pilih perusahaan sekuritas

Berikutnya, untuk bisa mulai melakukan perdagangan saham, maka kamu butuh partner--dalam hal ini adalah perusahaan sekuritas. Masalahnya, perusahaan sekuritas itu ada banyak. Harus pilih yang mana? Enggak mungkin cuma capcipcup. 

Well, kamu bisa mulai dari mencari tahu biaya transaksi yang diberlakukan dalam perusahaan sekuritas yang bersangkutan. FYI, perusahaan-perusahaan ini mendapatkan pemasukan dari biaya transaksi ini, yang dipotong nol koma sekian persen dari transaksi saham yang kamu lakukan.

Wajar dong, mereka mengenakan tarif. Namanya juga perantara bisnis. Nah, keputusannya tinggal di kamu. Pilihlah perusahaan sekuritas dengan biaya transaksi paling kecil.

Of course, ini bukan satu-satunya bahan pertimbangan juga. Tapi setidaknya, kamu bisa shortlisting dari sini. Selanjutnya, kamu juga harus mencari informasi track record-nya. Adakah perusahaan tersebut terlibat fraud atau masalah? Apakah ia banyak dikomplain oleh nasabahnya? Apakah perusahaan tersebut memiliki akun media sosial yang aktif, ramah, dan responsif? Dan seterusnya.

Kamu bisa cek langsung di sini nih, tip memilih perusahaan sekuritas yang cocok untuk pemula.

Pilihan saham yang tepat adalah koentji

Saat trading saham, kamu akan berhadapan dengan ratusan pilihan emiten. Lalu, gimana cara memilih dan memutuskan hendak beli saham yang mana?

Nah, di sinilah modal pengetahuanmu di poin pertama tadi akan berguna.

Saran terbaik adalah hindari saham gorengan, untuk pemula. Apa itu saham gorengan? Adalah saham yang harganya bisa dipermainkan oleh para pemain saham senior. Seiring berjalannya waktu kamu bergulat di bisnis ini, kamu akan tahu bagaimana mereka mempermainkan harga saham-saham ini. Sabar saja.

Tapi untuk sekarang, lebih baik fokus ke saham-saham dengan harga yang cenderung stabil. Cenderung ya, karena enggak pernah ada saham yang memiliki harga stabil, sebenarnya. Saham-saham ini adalah saham yang bisa menentukan indeks harga saham gabungan; saham blue chip, saham yang masuk ke dalam daftar LQ45, atau IDX30, atau Kompas100.

Mulailah dari situ saja.

Belajar lincah cut loss dan average down

Seiring waktu, kamu akan belajar bertahan secara mental untuk trading saham. Akan banyak peluang, kamu harus mengambil keputusan secara cepat sebelum mengalami kerugian semakin banyak ketika pasar melesu.

So, belajarlah untuk bisa mengambil keputusan dengan lincah; kapan harus cut loss, kapan harus average down dengan saham yang mana? Di kerugian berapa persen, kamu harus cut loss dan average down?

Di sinilah kamu dituntut untuk peka terhadap perubahan dan pergerakan yang terjadi. Biasanya ketika harga pasar atau harga saham tertentu menurun drastis, maka sedang terjadi sesuatu di luar sana. Coba deh, cari tahu. Kamu bisa belajar dari sini, tentang apa saja yang bisa terjadi pada harga saham, sehingga next, kamu pun bisa membaca pergerakan dan bisa menentukan langkah apa yang paling baik untuk dilakukan demi cuan.

Diversifikasi di sektor yang berbeda

Ini prinsip umum dalam investasi, dan harus kamu lakukan juga jika kamu pengin sukses dalam bisnis trading saham kamu ini.

Diversifikasi akan dapat meminimalkan risiko kerugian yang terjadi. Tapi diversifikasi tak sembarang diversifikasi. Diversifikasikan saham pada sektor yang berbeda, karena di setiap situasi selalu ada yang berefek menurunkan harga, ada juga yang menaikkan harga.

Jadi, balik lagi ke poin kelima di atas, belajar peka membaca perubahan dan lincah dalam mengambil keputusan.

Nah, gimana? Siap untuk menjalankan bisnis trading saham sekarang? Yang pasti, prosesnya akan panjang dan penuh dengan “kesalahan”. Siaplah untuk belajar dari kesalahanmu, dan juga kesalahan orang lain.

Have fun and good luck!