Enggak Bisa Bayar Sewa Tempat Tinggal Selama Pandemi, Apa yang Harus Dilakukan?

Enggak hanya masalah kehilangan pekerjaan, masyarakat kita juga terancam untuk terusir lantaran enggak bisa bayar sewa tempat tinggal mereka, selama pandemi COVID-19 ini terjadi.

Duh, kok ya nggak habis-habis dampak pandemi ini kita rasakan ya? Terdampak di satu sisi, langsung berefek juga ke sisi lainnya, hingga berturut-turut sisi-sisi kehidupan yang lain. Efek domino.

Mana yang rata-rata terusir adalah mereka yang bekerja di sektor informal, seperti para pedagang kaki lima, buruh harian, pedagang, pensiunan, para pengemudi ojek/taksi online, hingga mahasiswa penghuni indekos.

Jadi, gimana? Apa yang harus kamu lakukan jika kebetulan kamu berada di situasi seperti ini?

Kalau Kamu dengan Terpaksa Tak Bisa Membayar Sewa Tempat Tinggal, Maka Kamu Harus ...

1.Ketahui dengan pasti, apa hak dan kewajibanmu

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengingat kembali perjanjian sewa menyewa yang dulu pernah dilakukan. Apakah sempat menyebutkan, mengenai apa konsekuensi jika ada keterlambatan pembayaran? 

Well yes, permasalahannya, sering kali yang terjadi adalah enggak pernah ada perjanjian sewa-menyewa di atas kertas, yang kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak; penyewa dan yang menyewakan. Inilah yang membuat keduanya sama-sama lemah.

Iya, sama-sama lemah, karena pihak yang menyewakan tidak bisa begitu saja mengusir, apalagi jika kondisi memang lagi sulit seperti sekarang. Setidaknya, akan ada peluang, bahwa ketika kamu diusir, dia juga enggak akan mendapatkan penyewa lagi secepat yang diharapkan. Kalaupun ada yang menyewa lagi, belum tentu “lebih baik” daripada kamu kan? Iya, realistis sajalah. Siapa pun bermasalah dengan keuangan sih sekarang ini.

So, ini bisa jadi “senjata”, tetapi juga harus berhati-hati dalam menggunakannya. Jangan sampai senjata makan tuan.

2.Datang, dan bicarakanlah dengan pihak induk semang

Hal ini sudah jelas harus dilakukan yang pertama kali. 

Satu, setiap orang tahu bahwa ada imbas ekonomi yang dibawa oleh pandemi. Hal ini yang membuat keuanganmu menjadi tersendat hingga tak mampu membayar sewa tempat tinggal. Apalagi kalau kamu juga kehilangan pekerjaan. 

Bersyukurlah, bahwa kita hidup di tengah orang-orang yang masih punya empati. 

Jadi, datanglah pada induk semang, dan bicarakan kondisimu. Ini akan lebih baik ketimbang kamu menghindarinya, dan menunggak uang sewa tanpa pemberitahuan. Sudahlah nunggak, masih bikin menghindar melulu, kan ya kesel.

Apalagi kalau kamu sebelumnya enggak pernah menunggak uang sewa. Pastilah induk semang akan mengerti dan percaya padamu. Datanglah, dengan argumen, bahwa kamu dan induk semang sedang saling membutuhkan sekarang, dan kamu sedang mengalami kesulitan untuk membayar sewa tempat tinggal bulan ini, atau bahkan untuk beberapa bulan ke depan sampai situasi keuanganmu stabil.

Namun, kamu harus ingat, bahwa induk semang mungkin juga sedang mengalami masalah keuangan yang sama. Jadi, jangan salahkan dia yang nagihin uang sewa. Dia juga butuh. So, tanyakan saja, apakah solusi terbaik untuk sekarang darinya?

3.Cek kondisi riil kamu

Ketika kamu akhirnya mempunyai rencana untuk bicara langsung dengan induk semang, kamu harus sudah punya rencana.

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki keadaanmu? Apa yang akan kamu lakukan untuk menolong dirimu sendiri ke depannya? Apa yang akan kamu lakukan agar bisa bayar sewa tempat tinggal secepatnya?

Hal ini akan jadi semacam pemberi keyakinan pada induk semang, bahwa kamu sedang berusaha. Kamu berjuang keras untuk komit terhadap kewajibanmu, dan menandakan bahwa kamu orang yang bertanggung jawab.

4.Cek, akan bertahan sampai kapan?

Cek juga, kamu masih punya waktu berapa lama untuk menghabiskan masa sewa tempat tinggal itu sekarang? Apakah dalam beberapa bulan lagi kamu harus pindah? Atau masih bisa bertahan sampai beberapa tahun kemudian?

Hal ini juga akan menjadi pertimbanganmu dan induk semangmu dalam berdiskusi nanti.

Misalnya saja, hanya tinggal beberapa bulan lagi, masa kontrak rumah sudah habis. Berarti kamu akan memperpanjang kontrak ataukah mencari tempat lain. Kalau memperpanjang kontrak, apakah saat perpanjangan nanti, akan ada kenaikan harga? (Semoga sih tidak, ya?) Dan seterusnya.

Banyak memang yang harus dipertimbangkan. So, take your time. Persiapkan diri sebaik-baiknya kalau mau ketemu dengan induk semang dan membicarakan hal ini.

Intinya, kamu harus punya “bekal” untuk diskusi. Jangan cuma ngeblank.

5.Buat rencana jauh ke depan

So, sampai di sini, kamu pasti akan menyadari, bahwa ternyata keuanganmu belum sebaik itu. Buktinya, kamu masih mengalami kesulitan saat pandemi berlangsung. Kamu terancam terusir karena enggak mampu membayar sewa tempat tinggal.

Berarti dana daruratmu belum cukup kuat.

Jadikan ini sebagai pelajaran. Next, kamu harus memiliki tujuan dan rencana keuangan yang baik dan komprehensif. Bisa kok, meskipun mungkin gajimu UMR saja. Semuanya memang terletak pada pengelolaannya, bukan besar kecilnya penghasilan. Karena pada dasarnya, penghasilan berapa pun enggak akan pernah cukup, kalau mau menuruti keinginan manusia mah.

Yash, prinsipnya adalah pada being proactive.

Kamu bisa saja diem-diem bae, ngumpet kalau induk semang “berkeliaran” di sekitar kamar kosmu, rumah kontrakanmu, atau apartemenmu. Tapi, sampai kapan kamu bisa lari? Sudahlah enggak bertanggung jawab, masih pula bikin kesel orang lain. Dosanya berlipat kali.

So, akan selalu lebih baik kalau kamu bersikap proaktif dan kooperatif. Setiap orang susah sekarang, jadi, pasti bisa dibicarakan.

Good luck ya, dan semoga kamu enggak perlu kehilangan tempat tinggal.