Keuntungan dan Risiko Investasi Saham yang Harus Diketahui oleh Investor Newbie

Setiap jenis instrumen investasi akan membawa keuntungan dan risikonya masing-masing. Ini sudah hal yang absolut. Meski dibilang aman, tapi kalau produk tersebut dimasukkan ke dalam instrumen investasi, maka pasti ada risikonya. Dan kita, sebagai investor, mesti paham betul apa keuntungan dan risiko setiap investasi yang kita pilih, termasuk investasi saham.

Kadang, orang sudah membayangkan untungnya lebih dulu, padahal belum paham betul apa risikonya. Hingga akhirnya, ketika mengalami kerugian, mereka pun lantas menyalahkan orang lain, sistem, pasar yang fluktuatif, dan sebagainya. Padahal, setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab kita sendiri sebagai investor, bukan orang lain. 

Inilah yang mesti dipahami.

Pemahaman menyeluruh mengenai keuntungan dan risiko investasi--terutama investasi saham--akan membuat kita bijak memutuskan dan mengelola portofolio kita, yang akhirnya membuat kita sukses meraih tujuan keuangan yang sudah kita rencanakan.

Karena itu, ayo, kita belajar dulu mengenai keuntungan dan risiko investasi saham, sebelum benar-benar terjun ke pasar modal.

Mari kita bahas yang bikin hepi dulu: keuntungan investasi saham.

Keuntungan Investasi Saham

Ini dia nih, yang bisa banget bikin orang kesengsem sampai-sampai melupakan logika. Duh, kayak lagu. Tapi, memang biasanya begitu orang membaca atau mendengar kalimat, “Investasi saham bisa bikin kita untung berjuta-juta!” selanjutnya jadi kurang jernih pikirannya.
Apa saja sih keuntungan investasi saham yang bisa diperoleh oleh investor, memangnya?

1.Capital gain

Yaitu keuntungan investasi saham yang diperoleh dari selisih antara harga jual yang lebih tinggi ketimbang harga belinya.

Misalnya saja, kamu membeli 10 lot saham ABCD seharga Rp100, yang berarti kamu mengeluarkan uang sebesar Rp100.000 untuk 10 lot saham tersebut. Kemudian kamu bisa menjual saham ABCD tersebut di harga Rp110/lembar saham. So, untuk 10 lot saham, kamu akan menerima uang sebesar Rp110.000. Kamu mendapatkan capital gain sebesar Rp10.000.

Mudah kan, perhitungannya?

Capital gain bisa kamu dapatkan dari hasil aktivitas yang terjadi di dalam bursa, yang kadang dipengaruhi juga oleh faktor-faktor eksternal, misalnya seperti sentimen pasar, kebijakan politik pemerintah, keberhasilan-keberhasilan tertentu, dan sebagainya.

2.Dividen

Bentuk keuntungan kedua yang bisa kamu dapatkan dari investasi saham adalah jika ada pembagian dividen perusahaan yang sahamnya kamu miliki.

Dividen adalah laba bersih yang diberikan kepada para pemegang saham, yang jumlahnya diperhitungkan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing investor. Adanya pembagian dividen akan tergantung pada hasil putusan RUPS--atau Rapat Umum Pemegang Saham yang biasanya dilakukan setahun sekali.

Jenis dividen ada 5, yaitu:

  • Dividen tunai, yaitu pembagian laba dalam bentuk uang tunai, ini yang lazim dilakukan di sini.
  • Dividen saham, yaitu pembagian laba dalam bentuk saham tambahan, yang dihitung per proporsi saham yang kita miliki.
  • Dividen properti, adalah pembagian laba dalam bentuk properti. Rada ribet, makanya jarang dilakukan.
  • Dividen skrip, yaitu pembagian laba dalam bentuk surat utang, dengan janji pelunasan dalam jangka waktu tertentu yang sudah disepakati.
  • Dividen likuidasi, yaitu pembagian laba menjelang perusahaan yang bersangkutan akan dilikuidasi. Lah, kok sedih ya?

Pada praktiknya, pembagian dividen biasanya dilakukan setahun sekali, tapi ada juga perusahaan yang royal dengan memberikan dividen dua kali setahun. Berbahagialah kamu jika sempat mendapatkannya.

Nah, kalau kamu pengin tahu lebih jauh mengenai seluk beluk dividen dari investasi saham, kamu bisa baca artikel ini ya.

Keunggulan Lain dari Investasi Saham

Sesaat sebelum pandemi COVID-19 terjadi, investasi saham tengah naik daun, seiring semakin sadarnya orang akan pentingnya memiliki rencana dan tujuan keuangan. Apa saja keunggulan investasi saham, setidaknya dibandingkan dengan jenis investasi lainnya? Kan, bisa dibilang ini juga sebagai beberapa keuntungan investasi saham, meski enggak dalam bentuk cuan. Ya kan?

  • Mulai dari modal kecil, karena kamu bisa membeli saham dalam satuan lot, yang terdiri atas 100 lembar saham. Nah, tinggal pinter-pinter saja memilih sahamnya. Banyak saham perusahaan bagus yang dijual di kisaran Rp1.000 - Rp5.000 per lembarnya. So, kadang ya kamu bisa mulai dari Rp100.000 saja untuk berinvestasi saham. Terjangkau kan?
  • Fleksibel, karena kamu bisa menjual atau membeli saham kapan pun kamu mau--tentunya ya sesuai jam operasional bursa efek ya. Jika kamu butuh untuk mencairkan investasimu, kamu jual, dan langsung bisa minta dananya ditransfer ke rekening pribadimu hari itu juga.
  • Pajak final relatif kecil, yang artinya pajak ini sudah dibayarkan oleh broker sehingga kamu enggak perlu melaporkannya lagi di SPT. Besarnya hanya 0,1% dari keuntungan akhir yang diterima oleh investor.

Risiko Investasi Saham

Nah, mari kita ke bagian yang “enggak enak” dari investasi saham.
Kalau kamu lihat berita akhir-akhir ini, mungkin kamu sempat menangkap adanya pergerakan negatif dari pasar modal, yang disebabkan oleh terganggunya kegiatan ekonomi global. Hal seperti inilah yang bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya risiko pada investasi saham.

1.Capital loss

Capital loss adalah kerugian yang terjadi akibat adanya selisih harga jual yang lebih rendah ketimbang harga beli.

Contoh, kamu membeli 1 lot saham EFGH seharga Rp200 per lembar, sehingga nominal total investasi yang kamu miliki adalah Rp20.000, yang kemudian kamu harus jual di harga Rp150 per lembar. Kamu pun menerima dana sebesar Rp15.000 dari hasil penjualan sahammu. Kamu mengalami capital loss sebesar Rp5.000.

Cukup jelas kan?

2.Tidak ada pembagian dividen

Meski pembagian dividen adalah agenda umum di pasar modal, tetapi ada peluang perusahaan tidak membagikan dividen dalam satu tahun berdasarkan hasil keputusan RUPS. Pun, tidak semua perusahaan punya kebijakan membagi dividen.

3.Saham tersuspensi

Suatu saham perusahaan bisa terkena suspensi oleh bursa efek karena berbagai sebab, di antaranya terjadi fluktuasi harga (melonjak atau menukik) terlalu cepat, atau perusahaan penerbit sahamnya enggak setor laporan keuangan hingga batas waktu yang ditentukan, dan lain sebagainya.

Tersuspensinya saham membuat investor enggak bisa menjual ataupun membeli saham perusahaan yang bersangkutan hingga suspensi dicabut. Berapa lama? Ya, tergantung keputusan bursa efek. Bisa hanya satu hari, bisa pula sampai beberapa hari perdagangan.

4.Delisting

Selain suspensi, ada pula delisting saham, yang memungkinkan terjadi terutama jika kinerja perusahaannya begitu buruk.

Kondisi ini berbeda kalau delisting karena go private ya. Biasanya sih perusahaan yang pengin go private akan buy back saham yang sudah beredar di pasar modal sebelum akhirnya delisting.

5.Likuidasi

Kerugian investor juga bisa terjadi ketika perusahaan yang sahamnya kita miliki dinyatakan pailit, bangkrut dan dilikuidasi.

FYI, sebagai investor, kita akan menempati prioritas terakhir pembayaran, setelah semua kewajiban perusahaan terhadap karyawan, pelanggan, dan stakeholder lainnya dipenuhi. Kalau enggak ada sisa aset lagi, ya investor tidak akan mendapatkan apa pun, tak peduli seberapa besar ia sudah berinvestasi.

Nah, itu dia keuntungan dan risiko investasi saham yang harus dipahami oleh investor pemula. Yes, keuntungan yang diperoleh dari investasi saham memang lebih besar ketimbang deposito atau tabungan berjangka. Namun, tanpa pengetahuan dan pemahaman yang cukup, hal ini bisa jadi bumerang bagi investor.

Bagaimana? Masih tertarik untuk berinvestasi di saham? Good luck ya!