Seluk Beluk Pasar Uang yang Wajib Diketahui oleh Investor Pemula

Kemarin kita sudah sedikit ulik tentang mekanisme pasar modal. Sekarang, coba kita “kunjungi” pasar uang yuk!

Yes, selain pasar modal, pasar uang juga menjadi sentral aktivitas ekonomi sebuah negara. Bedanya dengan pasar modal terletak pada instrumennya, jangka waktunya, otoritasnya, dan risikonya.

Nah, makanya ayo kita lihat saja satu per satu, nanti kamu akan bisa menyimpulkan sendiri, apa yang membuat pasar uang berbeda dengan pasar modal, dan mengapa pasar uang juga begitu penting bagi perekonomian sebuah negara, termasuk Indonesia.

Apa Itu Pasar Uang?

Kalau mengacu pada Wikipedia, pasar uang adalah pasar abstrak yang mempertemukan penjual dan pembeli surat berharga (antara yang memiliki dana dengan yang membutuhkan dana) berjangka waktu pendek, mulai dari 1 hari sampai 360 hari.

Pasar uang tidak terikat pada tempat seperti halnya pasar modal, yang dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia.

Pelaku Pasar Uang

Seperti halnya pasar modal, ada banyak pihak yang terlibat dalam aktivitas yang terjadi di pasar uang.

Mereka itu adalah:

  • Bank sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia, yang memiliki wewenang untuk membuat aturan, mengontrol, memberi perizinan, hingga mengembangkan setiap aktivitas yang terjadi di dalam pasar uang.
  • Pemerintah, sebagai peminjam terbesar dalam pasar uang. Iya, pemerintah di sini enggak pernah menjadi pihak yang memberi pinjaman, tetapi selalu jadi peminjam.
  • Bank-bank komersial, sebagai pemegang sekuritas pemerintah yang resmi.
  • Perusahaan-perusahaan asuransi dan penyedia dana pensiun
  • Lembaga keuangan lain
  • Perusahaan-perusahaan besar, yang beraktivitas dalam pasar uang untuk menyimpan kelebihan dana, memperoleh keuntungan, dan juga memperoleh pinjaman jangka pendek.
  • Individu-individu yang berpartisipasi melalui broker atau agen, bertransaksi untuk mendapatkan keuntungan.

Nah, apakah kamu juga sudah menjadi pelaku pasar uang? Menjadi individu yang berpartisipasi melalui broker atau agen, barangkali? Berbanggalah!

Instrumen Pasar Uang

Instrumen yang diperjualbelikan di pasar uang berbeda dengan di pasar modal. Kalau di pasar modal ada 4 instrumen utama yang menjadi komoditi, di pasar uang ada lebih banyak jenisnya.

Di antaranya adalah:

  • Surat berharga pasar uang, atau SPBU, yang merupakan surat jaminan pelunasan utang yang diterbitkan oleh bank dan ditandatangani oleh nasabah. SPBU yang bisa diperdagangkan di pasar uang adalah yang memiliki jangka waktu pendek, mulai dari 30 hari sampai dengan 1 tahun, dengan minimal nominal Rp25 M maksimal Rp30 M, dengan kelipatan Rp5 juta.
  • Sertifikat Bank Indonesia, yaitu surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk menjamin pelunasan utang jangka waktu pendek.
  • Sertifikat deposito. Berbeda dengan deposito bank yang bersifat tabungan, sertifikat deposito bersifat investasi, di mana tidak ada nama paten tertera dalam suratnya, sehingga bisa diperjualbelikan.
  • Banker’s Acceptance, yaitu wesel berjangka yang sering menjadi alat pembayaran ekspor impor atau perdagangan antarnegara.
  • Treasury Bills, yaitu surat obligasi pemerintah yang awalnya diisu oleh pemerintah Amerika Serikat.
  • Call money, yaitu instrumen peminjaman dana antarbank dengan jangka waktu yang sangat pendek.
  • Promissory notes, atau bisa diterjemahkan bebas sebagai surat sanggup bayar.
  • Commercial paper, yang biasanya dikeluarkan oleh pihak tertentu untuk membeli invetaris dalam jangka waktu pendek.

Dari ke-8 instrumen pasar uang di atas, mana nih yang sudah familier untukmu?

Risiko Investasi di Pasar Uang

Yeap, tetap ada risiko yang bisa terjadi di pasar uang, meski sangat kecil lantaran jangka waktu instrumen yang diperjualbelikan juga pendek.

Apa saja risikonya? Di antaranya adalah:

  • Risiko gagal bayar, yang terjadi akibat penerbit surat utang tidak bisa membayar bunga atau pokok utang pada investor.
  • Risiko pasar, yang dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal. Ya, seperti kondisi pandemi COVID-19 ini, yang membuat perekonomian dunia terpuruk, sehingga memengaruhi pula aktivitas di pasar uang, meski tidak sedrastis pasar modal. Hal ini mengakibatkan nilai imbalnya sendiri juga nggak tetap, alias berfluktuasi sesuai dengan pasar. Bahkan ada peluang untuk minus juga.
  • Risiko reinvestasi, yaitu ketika keuntungan reinvestasi ternyata tidak sebaik yang diharapkan. 

Ketiga risiko di atas bisa banget memengaruhi nilai reksa dana, jika kita berinvestasi di pasar uang melalui reksa dana; nilai aktiva bersih jadi berkurang.

Selain ketiga risiko investasi di atas, kamu juga perlu tahu, bahwa dana investasi kita di pasar uang tidak dijamin oleh pemerintah. Berbeda kalau kita berinvestasi melalui deposito atau tabungan berjangka di bank, ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin dana kita sampai maksimal Rp2 miliar. So, hal ini juga bisa dianggap sebagai risiko.

Cara Berinvestasi di Pasar Uang

Sebenarnya, sama saja sih antara cara berinvestasi di pasar modal ataupun di pasar uang. 

Yang pertama, pastinya kamu perlu menemukan perusahaan sekuritas yang sesuai untukmu. Cobalah riset, dan cek apakah perusahan sekuritas incaranmu itu memiliki track record yang baik--dalam artian, tidak pernah terlibat dalam masalah yang serius. Terutama sih, apakah pernah mengalami gagal bayar atau tidak.

Jika sudah menemukan sekuritas yang pas, kamu bisa membuka akun di sana dan ikuti saja prosedur yang berlaku. Biasanya sih, begitu sudah punya akun, kamu bisa langsung ikut investasi.

Zaman sekarang lebih mudah lagi, karena kamu bisa berinvestasi di pasar uang via aplikasi online. Sekali lagi, riset dulu ya, terhadap perusahaan pemilik aplikasi investasi pasar uang online-nya. Lihat track record-nya, lihat akun-akun media sosialnya--aktif mengedukasi dan menjawab pertanyaan follower atau enggak--dan googling, apakah pernah ada komplain-komplain tertentu yang diajukan oleh nasabahnya.

Nah, itulah sedikit seluk-beluk pasar uang yang harus diketahui oleh investor pemula. Gimana? Enggak pusing kan? Enggak dong, dan malah bikin kamu penasaran, pengin tahu lebih jauh lagi soal investasi ini.

Selanjutnya kamu bisa belajar lebih banyak lagi dari artikel-artikel lain, post di Instagram, buku, dan tentu saja, emagz Value!

Have fun!