Yuk, Belajar Mekanisme Pasar Modal Agar Investasimu Jadi Lebih Lancar!

Sudah tahu belum kalau hari ini--3 Juni--diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia? Yes, karena itulah kenapa kita akan belajar mengenai mekanisme pasar modal nih di artikel kali ini.

Mengapa hal ini penting untuk dipahami? Ya, klise sebenarnya sih, karena kalau tak kenal maka tak sayang. Kalau kamu berniat untuk mendapatkan cuan di pasar modal, ya mulailah dari mempelajari mekanisme pasar modal lebih dulu; tahu gimana saham diperjualbelikan, tahu juga gimana perjalanan saham sampai menjadi milik kita.

Oh, sudah cukup meyakinkan belum nih?

Yuk, kita coba lihat mekanisme pasar modal lebih dekat!

3 Tahapan dalam Mekanisme Pasar Modal yang Perlu Kamu Ketahui

1.Kenalan dengan para pelaku pasar modal

Pasar modal sebagai tempat terjadinya transaksi surat berharga. Bisa dibilang, di sinilah pusatnya kegiatan perekonomian suatu negara. Karena itu, banyak pihak terlibat dalam kegiatannya sehari-hari.

Di antaranya:

  • Menteri Keuangan, sebagai pembuat regulasi segala aktivitas yang terjadi di pasar modal.
  • Badan pengawas, yang mengawasi jalannya aktivitas dalam pasar modal. Di sini ada OJK alias Otoritas Jasa Keuangan.
  • Perusahaan efek, yaitu para underwriter, broker, dan manajer investasi.
  • Bursa efek, yang berfungsi sebagai fasilitator dan kontrol.
  • Investor, yaitu kita-kita yang berinvestasi dengan membeli dan menjual surat berharga di pasar modal.
  • Emiten, yaitu perusahaan yang memperdagangkan surat berharganya di lantai bursa efek.
  • Kustodian, wali amanat, dan biro administrasi efek, sebagai lembaga penunjang terjadinya aktivitas perdagangan.
  • Kliring Penjaminan Efek Indonesia, sebagai lembaga penjamin.
  • Kustodian Sentral Efek Indonesia, sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek.
  • Akuntan, notaris, penasihat hukum, dan profesi lainnya yang dibutuhkan demi lancarnya mekanisme pasar modal yang dijalankan.

Banyak kan? Iya. Namanya juga menyangkut hajat hidup orang banyak, makanya banyak orang juga yang harus terlibat di dalamnya.

Jadi, apakah kamu sudah termasuk dalam pelaku pasar modal seperti di atas? Sebagai investor, mungkin?

Semoga sudah!

2.Initial Public Offering (IPO)

Tahap ini adalah tahap pertama kalinya saham sebuah perusahaan diperdagangkan di lantai bursa saham, untuk kemudian dibeli oleh masyarakat umum dalam satuan lot (100 lembar saham).
Ada banyak syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan untuk dapat melantaikan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kamu bisa membacanya langsung di website milik IDX ini.

Adapun tahapan sebuah perusahaan dapat melakukan IPO--atau sering juga disebut go public--adalah sebagai berikut:

  • RUPS, ketika para pemegang saham perusahaan memberikan izin untuk memperjualbelikan saham pada umum. Tanpa seizin RUPS, maka tahap go public tidak akan bisa diteruskan.
  • Penunjukan penjamin emisi, yang akan membantu proses persiapan menuju IPO, mulai dari mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan IPO, menawarkan saham pada investor yang akan diundang saat IPO, menyusun prospektus, merekomendasikan perusahaan sekuritas yang akan menjadi agen emisi pertama, dan memastikan kelancaran transaksi saat IPO.
  • Penyiapan laporan keuangan perusahaan, sebagai syarat utama dalam mekanisme pasar modal.
  • Mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, tentu saja dengan menyertakan semua dokumen yang disyaratkan.
  • Menunggu hasil evaluasi syarat, oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.
  • Penjualan saham, melalui agen penjualan saham perdana yang sudah ditunjuk sebelumnya.
  • Pencatatan saham, setelah transaksi perdana sukses. Kalau masih ada sisa lembar saham yang belum sempat tertransaksikan, maka akan disimpan di KSEI untuk diperdagangkan di pasar sekunder.

Nah, mari kita ke tahap berikutnya!

3.Mekanisme pasar modal sekunder

Nah, setelah perusahaan sukses IPO, maka selanjutnya sahamnya akan diperdagangkan di pasar sekunder. Ini dia yang sehari-harinya kita jumpai di Bursa Efek Indonesia. Atau malahan ada di antara kamu yang sudah terlibat aktif dalam prosesnya.

So, sampai di sini secara tak langsung, kamu sudah mempelajari beda antara pasar primer dan pasar sekunder yang ada di Bursa Efek Indonesia lo! Selamat!

Mari kita lanjut.

Ada beberapa tahapan perdagangan yang terjadi di sini:

  • Pra pembukaan dan pembukaan, yang sudah diatur secara rapi dalam Jakarta Automated Trading System NEXT-G, sebuah fasilitas perdagangan saham, dilakukan oleh anggota bursa dan anggota kliring KPEI. Di sini terjadi lelang elektronik, ketika terjadi penawaran jual beli saham antaranggota.
  • JATS NEXT-G kemudian memproses transaksi dengan berdasarkan prioritas harga dan waktu, yang akan menentukan investor mana yang akan mendapatkan saham yang diincarnya. 
  • Setelah terjadi kecocokan harga antara penjual dan pembeli saham, maka kemudian terjadi proses penyelesaian, yang prosesnya menjadi tanggung jawab KPEI, selaku lembaga penjamin dan penyelesaian perdagangan efek. Waktu penyelesaiannya antara 0 - 2 hari, tergantung jenis transaksinya. 
  • Pra penutupan dan penutupan, di mana para anggota bursa memasukkan penawaran penjualan dan pembelian saham menjelang bursa tutup. Konon, di sinilah titik rentan mekanisme pasar modal karena di saat inilah sering terjadi fraud atau “kecurangan”. Kamu bisa mengikuti beberapa kisah kejahatan di pasar modal di sini nih. Seru-seru loh! #eh Saat harga penawaran beli dan jual saham bertemu, maka itulah yang menjadi harga penutupan hari itu.

Nah, itulah mekanisme pasar modal secara garis besar.

Rumit? Semoga tidak. Sebenarnya ini sih kita sederhanakan banget ya. Kalau mau didetailkan di setiap tahapan sih bisa juga, tapi ya akan panjang banget ngalahin materi kuliah 4 SKS. Belum lagi bikin peluang kamu malah pusing lebih dulu sebelum mulai berinvestasi.

Yah, karena memang tujuannya di sini adalah memperkenalkan mekanisme pasar modal untuk kamu yang memang baru pertama mengenal investasi saham. Untuk selanjutnya? Kamu akan bisa belajar lebih banyak dengan follow akun Instagram Value! ini, dan tentunya, dengan beli Value! dong ya!