5 Hal Siapkan Diri untuk Menghadapi The New Normal secara Finansial

Selama beberapa bulan terakhir, kita telah menjalankan kebiasaan baru. Mulai dari mengurangi bepergian keluar rumah kalau bukan karena urusan yang sangat mendesak, memakai masker, mencuci tangan setiap kali masuk ke toko, bank, gedung mana pun itu; hingga kebiasaan mandi setelah bepergian dan pulang ke rumah. Virus corona telah mengubah setiap aspek hidup kita. The new normal, begitu katanya.

Lalu, datanglah wacana bahwa di bulan Juni dan Juli, secara bertahap, kehidupan rutin akan kembali dijalankan. Menurut berita, mal-mal akan dibuka, kita juga akan diperbolehkan untuk beribadah lagi ke tempat ibadah, perkantoran mulai aktif lagi, hingga nantinya sekolah juga kembali dibuka.

Tentunya, akan berbeda dengan sebelumnya, karena kita sekarang punya virus corona sebagai “teman” hidup. Makanya, pemerintah sendiri harus menyiapkan banyak protokol kesehatan agar kesehatan kita bisa tetap terjaga.

Meanwhile, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita siap hidup dengan kebiasaan baru? Karena, terus terang saja, semakin lama aktivitas terhenti--terutama aktivitas ekonomi--bakalan lebih banyak lagi korban berjatuhan.

Sampai dengan hari ini saja, konon ada 25 juta pekerja telah kehilangan pekerjaan. Kebayang enggak, kalau masyarakat “dipaksa” di rumah saja tanpa berkegiatan sampai akhir tahun? Bakalan seperti apa ekonomi Indonesia nanti?

Karena itu, wacana tatanan baru mau enggak mau harus kita terima, meski dengan tingkat kewaspadaan supertinggi.

Berikut adalah beberapa strategi untuk mempersiapkan diri, terutama dalam mengatur keuangan pribadi untuk periode the new normal yang akan datang.

5 Hal Finansial untuk Kamu Lakukan Menyongsong The New Normal

1.Tetaplah hidup hemat

Jika selama pandemi COVID-19 ini kamu berhasil menghemat dan mengurangi pengeluaran, lanjutkan saja.

Bagaimanapun, hidup normal yang benar-benar normal dijalani sebelum masa pandemi nggak akan datang lagi. Ada banyak hal yang berubah, dan kita enggak tahu pasti akan seberapa besar perubahannya. Makanya, periode setelah ini disebut the new normal.

So, akan lebih bijak jika kamu tetap berhemat, dan memperhitungkan setiap pengeluaran dengan baik. Penghematan yang bisa kamu lakukan selama ini, dan beberapa waktu mendatang, harus dimanfaatkan untuk memperkuat dana darurat. 

Miliki dana darurat di rumah dalam bentuk kas kecil, dan sisanya tetap simpan di instrumen yang sesuai dengan profil risikonya dan rasio likuiditasmu. Segera ganti jika dana darurat terpakai, sedikit demi sedikit juga enggak apa-apa.

2.Kelola utang

Bayarlah utang dengan bunga yang tinggi lebih cepat.

Jika kamu saat ini memiliki beberapa jenis cicilan utang, maka fokuslah untuk menyelesaikan utang dengan bunga tertinggi. Misalnya saja, kamu punya cicilan utang kartu kredit dan KTA. Lalu, yang mana dulu yang harus dilunasi karena keduanya sama-sama memiliki bunga yang tinggi?

KTA mengharuskanmu untuk membayar cicilan sesuai jatuh tempo. Kalau lunas lebih cepat, kamu bisa mendapatkan penalti. Tapi tidak demikian dengan kartu kredit. Lebih cepat lunas, lebih baik. Maka, prioritaskan pelunasan utang kartu kredit terlebih dulu.

Satu utang selesai, hidupmu akan lebih ringan. The new normal akan lebih mudah dijalani, tanpa utang. Tentu saja, kamu harus memperhitungkannya dengan kebutuhan yang lain ya.
Lalu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan berutang, setidaknya selama kondisi the new normal ini berlangsung. Anggap saja, kondisi darurat masih berjalan, meski mungkin kamu sudah bisa masuk kerja lagi.

3.Mencegah akan lebih mudah dan murah ketimbang mengobati

Setuju nggak? Kalau setuju, maka alokasikan dana lebih untuk menjaga kesehatanmu saat menjalani the new normal nanti. 

Makanlah makanan yang sehat dan bergizi. Ya enggak harus setop junk food sama sekali juga kok, tapi perbanyak porsi buah, sayur, dan makanan lain yang dianjurkan. Sesekali tetap bolehlah jajan, tapi harus tetap terkontrol. Dengan begini, baik tubuh maupun dompet bisa terjaga kesehatannya.

Alokasikan dana juga untuk membeli vitamin atau suplemen kesehatan sesuai kebutuhan. Jika kamu merasa ragu dan bingung, ada baiknya juga untuk konsultasi dengan ahli gizi. Nggak cuma investasi kekayaan, kamu juga perlu investasi untuk kesehatan. Bener nggak sih?

Nggak cuma kesehatan tubuh yang harus diperhatikan, tetapi juga kesehatan mentalmu. Perbanyak untuk melakukan hal-hal positif ketimbang yang unfaedah. Upgrade ilmu, mulai dari belajar bahasa baru, self development, hingga ilmu keuangan. Hal ini akan bagus untuk menjaga mood, juga menjauhkanmu dari cabin fever.

4.Jika kamu masih akan di rumah untuk sementara waktu karena berbagai alasan ...

... maka kamu harus memanfaatkan kesempatan ini untuk upgrade diri lebih banyak lagi.

Kondisi the new normal nantii tidak pasti kapan akan segera berakhir. Jika kamu di rumah karena memang kantor tempat kamu bekerja memutuskan untuk memperpanjang periode kerja dari rumah, itu bagus. Tapi, jika kamu harus tinggal di rumah lebih lama karena kamu kehilangan pekerjaan, itu perkara lain.

Dua-duanya memberimu peluang untuk dapat upgrade skill dan investasi otak lebih banyak lagi. Tapi kondisi yang terakhir akan lebih terasa berat.

So, jangan menyerah sekarang. Segera bangkit dan bersemangat untuk mencoba dan berusaha lagi. Mungkin kamu bisa mencoba berbisnis, sembari mencari peluang kerja di tempat lain. Update CV-mu, jangan sampai info yang out of date.

5.Evaluasi lagi rencana dan tujuan keuanganmu

Dengan berbagai kondisi yang berubah dan tidak pasti, maka rencana dan tujuan keuanganmu juga perlu disesuaikan. So, ayo dicek, bagaimana posisinya saat ini.

  • Cek tujuan keuanganmu, apakah perlu diubah, disesuaikan dengan kondisi?
  • Cek horizon waktumu, apakah masih sesuai? Ataukah perlu dipendekkan atau diperpanjang lagi?
  • Cek nominal yang sudah kamu kumpulkan sampai sekarang, apakah masih sesuai dengan rencana ataukah perlu disesuaikan juga?
  • Cek kemampuan finansialmu untuk beberapa waktu ke depan, apakah masih sesuai dengan rencana? Ataukah--karena sekarang kamu dirumahkan, maka kemampuan finansialmu berubah? Kalau iya, maka kamu perlu menyesuaikannya juga di sana-sini.

Melalui periode pandemi COVID-19 ini, kita belajar bagaimana menyikapi kondisi yang tak pasti, ekonomi yang menurun, kesehatan yang rentan, dan hubungan antarmanusia yang juga begitu rapuh. Ambillah pelajaran. Dengan begitu, jika suatu saat nanti kamu harus berada dalam situasi yang sama sulitnya, kamu sudah tahu apa dan bagaimana harus bersikap dan bertindak.

Tujuan dari semua tip dan trik di atas adalah sederhana: Bertahan hidup. Memperpanjang napas, hingga bisa mendapatkan napas baru yang lebih segar di kehidupan the new normal.

Good luck!