Strategi Siapkan Dana Pensiun Para Freelancer

Sebagai pekerja lepas, atau freelancer, kadang kamu akan dihadapkan pada kenyataan bahwa penghasilanmu tidak setetap teman-teman lain yang bekerja kantoran. Jumlahnya enggak tetap, bahkan kadang ya harus hidup dengan zero income untuk satu bulan penuh. Namanya juga lepas, kadang ya lepas beneran. Lalu gimana dengan dana pensiun?

Lho, perlu dana pensiun juga? Lah, emangnya berencana untuk qerja bagai quda terus sampai tua? Janganlah, kalau sudah masuk usia 50 - 60 tahun, itu sudah saatnya istirahat, menikmati hidup. Meskipun kamu sekarang bekerja sebagai pekerja lepas alias freelancer, dan mengerjakan hal-hal yang paling kamu suka. Tapi, akan ada saatnya kamu harus istirahat.

Dan, pastinya, jadilah pensiunan yang mandiri. Berdaya sendiri, enggak membebani anak-anak (kalau ada), bisa menghidupi diri sendiri. Tapi, gimana caranya menghidupi diri sendiri, kalau penghasilan dari freelancing sudah enggak ada lagi--atau minimal minim banget? Padahal yang namanya kebutuhan itu mah tetap ada sampai kapan pun.

Nah, di situlah kita butuh dana pensiun.

Buat para pekerja kantoran, biasanya dana pensiun ini sudah termasuk dalam benefit yang diberikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja, baik diikutkan dalam BPJS Ketenagakerjaan ataupun secara mandiri kolektif.

Pekerja lepas? Ya, buat sendiri, bruh. Mari kita lihat caranya.

Strategi Siapkan Dana Pensiun untuk Para Pekerja Lepas

1.Hitung kebutuhan

Untuk bisa membuat rencana, tentu saja kita akan butuh tujuan. Begitu juga saat membuat rencana dana pensiun, buatlah tujuannya secara jelas; jelas nominalnya, jelas jangka waktunya.
Jadi, berapa usia sekarang? Rencananya, pengin pensiun di usia berapa? Harapan hidup sampai usia berapa? Berapa pengeluaran rutin sekarang?

Jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, bisa menjadi bahan perhitungan untuk menentukan besaran dana pensiun yang kamu butuhkan. Kalkulasikan, dengan memperhatikan faktor inflasi yang akan memengaruhi biaya hidup dari tahun ke tahun.

Kalau pusing, kamu bisa mencari kalkulator dana pensiun yang banyak disediakan oleh penyedia jasa asuransi atau investasi, dengan memakai faktor-faktor pengali yang sudah ada tadi.

Sudah ketemu angkanya? Besar ya? Selamat! Kamu baru saja melangkah di step pertama merencanakan dana pensiunmu sendiri.

2.Tetapkan berapa besar kamu harus menyisihkan dana dari sekarang

Berapa usiamu sekarang, dan rencana di usia berapa kamu hendak pensiun akan menjadi horizon waktu untukmu menyiapkan dana pensiun.

Jadi, misal sekarang usiamu 25 tahun, dan pengin pensiun di usia 60 tahun, maka kamu memiliki waktu 35 tahun untuk menabung. Dengan horizon waktu sepanjang itu, dan besaran kebutuhan yang sudah kamu dapatkan di poin pertama di atas, maka kamu pun bisa menentukan seberapa besar kamu harus menabung setiap bulannya dari pemasukanmu.

Ingat, penghasilan seorang freelancer memang bisa saja tidak tetap, tetapi pengeluaran bisa ditetapkan. Coba cek cara mengatur keuangan khusus untuk pekerja lepas ini ya.

Dengan pengeluaran yang ditetapkan, kamu juga bisa membuat anggaran untuk tabungan dana pensiun ini. Sisihkan di awal, jangan lupa.

3.Pilih instrumen yang sesuai

Ada alternatif untuk ikut program dana pensiun mandiri yang disebut DPLK, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan, yaitu program dana pensiun yang diselenggarakan oleh bank atau lembaga asuransi.

Dana pensiun melalui DPLK dapat dicairkan jika kamu sudah memasuki masa pensiun--usia 55 tahun--atau saat pensiun dipercepat (dengan minimal usiamu mencapai 10 tahun dari usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan dana pensiun ini). Juga termasuk pensiun cacat serta meninggal dunia.
Berapa benefit yang bisa diterima? Ada ketentuannya, dan bisa berbeda antara lembaga satu dengan yang lain, so ada baiknya kamu langsung menghubungi saja penyedia jasa layanan dana pensiun ini. Baca ketentuannya dengan saksama ya, jangan skip.

Seandainya kamu mau membuat sendiri dana pensiunmu dengan berbagai instrumen investasi yang ada, ya boleh saja. Tetap ingat ya, diversifikasikan sesuai profil risikomu sendiri, dan evaluasi secara periodik.

4.Amankan dana darurat

Sudah punya besaran kebutuhan dan juga sudah tahu berapa besar mesti menabung untuk dana pensiun, tapi teteup, dana darurat jangan dilupakan. Justru, seiring dengan membangun dana pensiun, maka dana darurat juga mesti dikencengin.

Ingat, kamu akan butuh dana darurat lebih banyak, mengingat pekerjaanmu sebagai freelancer yang enggak punya penghasilan tetap dibandingkan pekerja kantoran lain. Setidaknya, kamu akan butuh dana darurat antara 9 - 12 kali pengeluaran rutin. Itu yang paling ideal.

Besar juga ya? Iya, makanya, meski getol nabung buat dana pensiun, jangan sampai lupakan dana darurat.

5.Konsisten!

Nah, ini penting! Terakhir, tapi kalau tanpa yang satu ini, mengumpulkan dana pensiun yang segitu banyaknya bisa menjadi hal yang mustahil buat manusia-manusia yang lemah akan godaan semacam kita.

Jadi, begitu sudah ada niat, sudah pula menyiapkan amunisi, ada plan, ada tujuan, boleh langsung ngegas. Gaskeun, jangan kasih kendur yak. Pasti bisa deh, mencapai besaran ideal dana pensiun yang sekian belas M itu.

Ingat, hasil enggak akan mengingkari usaha, kawan!

Nah, begitulah beberapa strategi untuk bisa membuat dana pensiun bagi diri sendiri untuk para pekerja lepas alias freelancer. Yeap, akan butuh kerja keras, tentu saja. Tapi, bukan hal yang tak mungkin dicapai.

Jadi, good luck, kawan-kawan!