Apa Itu Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental Saham?

Kalau kita membeli suatu barang, maka akan ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang mendasari keputusan kita. Misalnya saja, soal manfaat, keawetan, harga, kualitas bahan, dan lain sebagainya. Ternyata, demikian pula saat berinvestasi, saham utamanya. Kita perlu banyak mempelajari hal-hal di seputar investasi saham, sekadar untuk mendasari keputusan kita untuk membeli saham. Pertimbangan ini meliputi analisis teknikal dan analisis fundamental.

Kenapa perlu pertimbangan? Ya, balik lagi ke analogi membeli barang, pastinya kita enggak mau dong beli barang yang enggak berkualitas, yang cepat rusak, yang bahannya jelek. Penginnya beli barang ya yang kualitas baik, awet, dan murah!

Begitu juga saat kita membeli saham. Nggak bisa asal cap cip cup, karena pastinya kita pengin dana yang kita investasikan bisa berkembang sesuai harapan. Kayaknya, enggak ada kan orang yang investasi dengan tujuan merugi? Yakali, ada.

Nah, ada 2 jenis pertimbangan yang dapat digunakan oleh investor saat hendak membeli saham--kayak yang sudah disebutkan di atas: analisis teknikal dan analisis fundamental.

Kali ini, kita akan bahas apa arti keduanya, terutama buat kamu yang baru mulai--yang belum kenal PER, ROI, ROE, dan teman-temannya yah. Kita akan coba bahas semanusiawi mungkin sekarang, sebagai perkenalan. Nantinya di akhir masing-masing uraian akan ada tautan menuju artikel yang lebih mendalam membahas mengenai analisis teknikal dan analisis fundamental. Silakan langsung telusuri, dan pelajari lebih jauh.

Jangan lupa siapkan kopi, teh, camilan, ... apa pun yang bisa menemanimu belajar investasi saham. Biar nggak pusing duluan.

Apa Itu Analisis Fundamental?

Analisis fundamental adalah suatu teknik untuk menganalisis berdasarkan fundamental ekonomi suatu perusahaan. 

Metode analisis ini akan berfokus pada rasio finansial dan hal-hal yang memengaruhi kondisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Termasuk di dalamnya adalah tingkat persaingan bisnis di mana perusahaan tersebut bergerak, bagaimana potensi industrinya, juga menganalisis kondisi pasar dan ekonomi makro dan mikro. 

Nah, ada yang berpendapat, bahwa teknik analisis fundamental ini cocok dipakai jika kamu hendak berinvestasi untuk tujuan jangka panjang. Dengan analisis fundamental ini, kita akan bisa menjawab pertanyaan: kondisi perusahaannya sehat atau enggak sih? Apakah layak kita kasih suntikan dana? Di harga berapa, sahamnya layak untuk dibeli? Dan seterusnya.

Sebagai investor, kamu akan dihadapkan pada chart atau grafik, tetapi grafik yang luas, karena analisis fundamental akan membuatmu mencermati pergerakan harga saham dalam jangka waktu yang lebih panjang, di mana dalam jangka panjang harga saham perusahaan berfundamental baik akan bergerak cenderung naik, meski di sana-sini ada penurunan dan berfluktuasi. Tapi pada dasarnya, tren grafik bergerak naik.

Karena itu, ada pendapat bahwa teknik analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk membantu investasi demi tujuan keuangan jangka panjang. Dana pensiun, misalnya.

Beberapa faktor fundamental yang dipakai saat melakukan analisis terbagi dalam 4 kategori besar, yaitu:

  • Faktor politik, yang dapat dipakai untuk memperkirakan pergerakan nilai tukar uang.
  • Faktor keuangan, misalnya seperti ada perubahan kebijakan moneter dan fiskal dari pemerintah, atau perubahan tingkat suku bunga, dan lain sebagainya. 
  • Faktor eksternal, yang sekiranya dapat memengaruhi nilai tukar uang suatu negara. Karena memang bisa banget, gejolak di suatu wilayah sampai memengaruhi pergerakan perdagangan saham di belahan bumi lain. Ingat kan, krisis ekonomi beberapa tahun silam yang melanda AS dan dampaknya sampai ke Asia? Sudah bukan rahasia lagi, para investor juga fund manager jadi sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi--tak hanya di negara sendiri--tetapi meluas hingga mengglobal.
  • Faktor ekonomi, seperti tingkat inflasi, produk nasional bruto (PNB), dan produk domestik bruto (PDB)

Nah, sampai di sini, sudah dapat gambaran mengenai analisis fundamental saham? Ayo, belajar lebih jauh lagi, analisis fundamental saham secara kualitatif maupun kuantitatif.

Lalu, Apa Itu Analisis Teknikal?

Analisis teknikal adalah suatu teknik untuk menganalisis saham dengan cara mempelajari dan memprediksi grafik tren harga saham dari data pasar sebelumnya, terutama fokus pada pergerakan harga, volume perdagangan, dan indikator pasar lainnya. Data-data ini menjadi dasar investor untuk memprediksi pergerakan saham di hari-hari berikutnya, hingga jauh ke depan.

Karena “selalu menekuni” grafik, makanya analis teknikal sering juga disebut sebagai chartist.
Chart yang dicermati bisa dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • Line chart atau grafik garis, yang menunjukkan harga penutupan bursa di setiap akhir periode perdagangan
  • Bar chart atau grafik batang, yang biasanya terdiri atas 4 komponen: open (harga pembukaan), high (harga tertinggi), low (harga terendah), dan closing (harga penutupan); 
  • Candlesticks, yang terdiri atas 4 komponen bar chart di atas yang disertai dengan candle warna gelap tanda harga saham sedang turun dan warna candle yang cerah pertanda sedang terjadi kenaikan harga saham.

Jadi, jual beli saham ini bukan gambling ya. Bukan sulap, bukan sihir. Tetapi memang penuh dengan perhitungan yang nyata adanya.

Analisis teknikal ini biasa dipakai enggak hanya pada perdagangan saham, tetapi juga bursa komoditi pun di pasar valuta asing. Para investor forex akrab banget deh dengan metode analisis ini.

Para analis melakukan analisis tekninal demi bisa memperkirakan pergerakan pasar, demi mendapatkan keberhasilan dalam perdagangan dan mitigasi risiko kerugian.

Kata sebagian orang, untuk belajar analisis teknikal, kamu akan harus meluangkan waktu lebih banyak lagi ketimbang belajar analisis fundamental saham, karena lebih banyak printilan yang harus dipahami dan dipelajari pelan-pelan. Well yeah, take your time. Kamu bisa mulai dari membaca artikel belajar analisis teknikal saham ini, setelah selesai membaca artikel ini.

Gimana, sudah semakin semangat belajar saham?

Selamat melanjutkan membaca ya! Jangan kasih kendur, dan yang pasti, praktikkan ilmumu!