Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Kecilmu

Meski katanya ekonomi sedang lesu, bahkan konon di ambang resesi, tapi sebagian dari kita—yang bisa membaca peluang dengan baik—tetep aja otaknya berputar terus, gimana caranya bisa tetap dapatkan duit meski lagi di tengah pandemi. Buktinya, beberapa bisnis kecil mulai bermunculan. Nah, kita akan bahas mengenai cara mendapatkan investor sekarang. Cucoks kan?

Yes, untuk bisnis, selalu dibutuhkan modal. Tinggal seberapa gedenya, tentu tergantung pada rencana bisnis yang kita buat dan kebutuhan kita.

Kalau punya, pakai modal sendiri tentu lebih disarankan. Mungkin kamu sudah punya tabungan—yang memang sudah dipersiapkan khusus untuk merintis bisnis yang sekarang. Atau, kamu juga bisa menjual sebagian asetmu untuk kemudian dijadikan modal. Yang mana saja, bisa, karena untuk mulai bisnis, kita selalu bisa mulai dari modal kecil dulu.

Nah, ketika nanti bisnis kecil yang kamu rintis ini sudah semakin berkembang, ada kemungkinan kamu butuh suntikan modal lagi. Untuk apa? Ya, bisa saja untuk ekspansi; menambah gerai, menambah mesin produksi, menambah bahan baku, sampai menambah ruang untuk bekerja, dan sebagainya.
Di sini, kemungkinan kamu akan butuh investor, yang bisa memberimu tambahan modal.

Terus, bagaimana caranya mendapatkan investor yang cocok dan mau memberi bantuan modal untuk bisnis kecil yang sedang kamu tekuni? Ini dia beberapa hal yang bisa kamu lakukan dan siapkan.

5 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Kecil

1. Lakukan riset

Adalah penting bagi kamu untuk menentukan investor mana saja yang bisa kamu prospek untuk diajak kerja sama. Minimal, kamu harus bisa menemukan investor yang sevisi. Susah juga, kalau misalnya, kamu dan calon investor memiliki visi dan misi yang berseberangan. Bakalan enggak lancar deh, bisnisnya.

Makanya, kamu butuh riset terhadap calon investor. Apa saja yang harus diriset, atau dicari infonya?

  • Aturan main investor terhadap investasi yang mereka kucurkan. Misalnya, kamu mau mencari tambahan modal dengan meminjam dari bank. So, cobalah untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai syarat dan ketentuan peminjaman modal dari bank. Enggak hanya dari satu bank, tetapi dari beberapa bank sekaligus sebagai bahan pertimbangan.
  • Reputasi investor, misalnya mereka sudah pernah investasi ke mana saja? Atau barangkali kamu punya kenalan yang juga mendanai bisnisnya dari investor yang sama? Kamu bisa mencari informasi dari kenalam kamu ini. 
  • Visi dan misi investor terhadap bisnis sejenis. Misalnya, kamu berbisnis impor wine, tentu enggak bisa melamar modal pada investor yang lebih suka berinvestasi pada produk-produk Syariah. Yah, ini contoh yang cukup ekstrem tampaknya, tapi got the picture kan? 
  • Apakah investor yang akan kamu prospek tersebut sudah pernah punya pengalaman bekerja sama dengan bisnis kecil seperti bisnismu? Kalau sudah, tentu akan menjadi keuntungan tersendiri, karena kamu enggak perlu memperkenalkan bisnismu from scratch lagi kan?

2. Siapkan laporan keuangan

Laporan keuangan bisnis kecil yang kamu jalankan akan menjadi bahan pertimbangan yang penting bagi investor, sebelum akhirnya mereka setuju untuk menanamkan sejumlah dana untuk membantumu mengembangkan bisnis.

Sudah pasti, investor akan mikir dua tiga kali untuk mau investasi kalau ternyata laporan keuanganmu kacau. Siapa yang mau mempercayakan dana sebesar itu pada orang yang enggak ngerti gimana mengelola keuangan bisnis dengan baik, ya kan? Realistis saja deh.

Karena itu, adalah penting buatmu untuk memiliki laporan keuangan yang rapi sejak awal. Kalau misalnya belum ada laporan keuangan sampai sekarang, ya berarti ayo, segera siapkan sebaik mungkin.

Kalau kamu bisa menunjukkan laporan keuangan yang baik maka di saat itu pulalah, investor akan bisa memperkirakan profit seperti apa yang akan bisa diraih dalam berbisnis denganmu.

3. Buat strategi bisnis yang meyakinkan

Jika laporan keuangan menjadi bahan pertimbangan investor untuk menggelontorkan modal yang kamu perlukan, maka strategi bisnis akan menjadi goals dan profit yang kamu tawarkan pada para calon investor sehingga mereka yakin, bahwa kamu memang benar-benar serius menggarap bisnismu.

Strategi bisnis yang matang akan memberi gambaran dengan jelas pada calon investor, akan seperti apa bisnismu nanti di masa mendatang. Semakin matang dan komprehensif strategi bisnis yang kamu miliki, semakin mudah investor menyetujui permintaanmu untuk mendapatkan tambahan modal.

So, seriuslah dalam membuat strategi bisnismu ini. Tak sedikit bisnis besar yang kolaps dan gulung tikar hanya karena strategi bisnis mereka tak matang. Jangan sampai kamu mengalami nasib yang sama. Enggak hanya kamu buat kalau kamu sedang “berburu” modal saja, tetapi strategi bisnis ini ada juga demi bisnismu itu sendiri.

4. Siapkan presentasi sebaik mungkin

Akan ada saatnya kamu harus membuat proposal yang akan menjadi jembatan antara kamu sebagai pebisnis dan investor atau pemberi pinjaman modal. Buatlah proposal sejelas mungkin, mulai dari menjelaskan profil bisnis kecilmu, visi dan misi yang diemban, dan seterusnya.

Setelah proposal diterima, mungkin kamu akan perlu mengadakan pertemuan untuk memberikan presentasi kecil mengenai permintaanmu untuk tambahan modal bisnis. Siapkanlah sebaik mungkin. 

Bisa jadi, proposalmu sudah dipelajari dengan baik oleh investor, tapi dengan kamu yang memberi penjelasan langsung, pasti akan lebih berbeda efeknya. Setidaknya, dengan bertemu langsung, kamu bisa tahu, kamu bisa nyambung enggak dengan si calon investor? Iya kan? 

Siapa tahu, investor punya masukan atau insight-insight tertentu yang justru bisa kamu gunakan untuk mengembangkan bisnismu itu dengan lebih baik.

5. Pastikan ikuti kesepakatan

Ketika akhirnya modal bisnis bisa kamu dapatkan, maka selanjutnya, cermati dan ikuti setiap kesepakatan yang telah disetujui bersama. Jika kamu masih ada pertanyaan atau ganjalan seputar perjanjian bisnis ini, segera utarakanlah pada mereka secepatnya. Permasalahan yang bisa dipecahkan lebih cepat akan lebih baik, bukan?

Buatlah investor mengerti, bahwa tak hanya bisnismu yang memerlukan modal, tetapi mereka pun juga membutuhkan profit. Kalian terhubung karena saling membutuhkan. Jadi, jika ada syarat dan ketentuan yang terasa berat sebelah, segeralah minta waktu untuk membicarakannya secara baik-baik.

Jika semua sudah sesuai, maka disiplinlah dalam menjalankan perjanjian bisnis tersebut. Semakin baik kinerjamu dalam mengelola modal yang mereka investasikan, maka tak menutup kemungkinan investor mau menyuntikkan tambahan modal lagi untuk bisnis kecilmu itu.

Nah, demikianlah beberapa cara mendapatkan investor untuk bisnis kecilmu. Akhir kata, good luck ya! Semoga bisnis kecilmu berjaya, dan kamu pun sukses menjadi pengusaha!