Lebaran Tanpa THR: Jangan Sedih, Ini Strategi Mengatur Keuanganmu

Apa kabar di hari-hari terakhir Ramadan? Semoga puasamu penuh, jadi bisa segera siap-siap untuk menyambut Lebaran. But, oops! Tahun ini kamu harus merayakan Lebaran tanpa THR?

Oh, well ... Ikut prihatin, tapi yah ... pandemi COVID-19 ini sepertinya memang sangat memengaruhi ekonomi global. Banyak yang terimbas, enggak hanya perorangan, karyawan, atau pekerja informal. Bisnis-bisnis besar pun tergulung oleh badai yang diakibatkan oleh virus corona ini. Mau enggak mau, kita harus memaklumi kondisi. Memang ini situasi yang buruk, tetapi bisa lebih buruk lagi kalau kita terpancing emosi dan memperkeruh suasana dengan tindakan-tindakan yang melanggar aturan.

Jadi, harus Lebaran tanpa THR? Meski sedih, tapi lebih baik segera cari solusi mengatur keuangan agar kamu tetap bisa merayakan Idulfitri, meski pas-pasan. Enggak apalah, kan hari raya seperti ini esensinya enggak hanya pada “perayaan” fisik saja, tetapi lebih ke merayakan spiritualitas kita, hubungan kita dengan Pencipta kita. Betul?

Sekarang, mari kita fokus saja pada ibadah, dan soal finansial, coba deh diatur sesuai kemampuan dan kondisi yang ada. Pasti bisa, ikuti beberapa tip berikut ini.

Merayakan Lebaran Tanpa THR

1. Dana darurat for the rescue

Sudah dibilang kan, betapa pentingnya dana darurat? Pasti sudah mulai bosan dengar atau bacanya. Iya, orang yang nulis aja juga sampai ‘gumoh’ bahas betapa pentingnya dana darurat, betapa menolongnya dana darurat.

Memang enggak benar-benar bikin kita merasa aman 100%. Enggak gitu juga. Tapi, setidaknya kalau punya dana darurat, hidup jadi berasa bisa lebih panjang terus bisa sambil mikir mesti gimana.
Sesimpel itu, dan sepenting itu memang.

Jadi, mau Lebaran tanpa THR? Semoga kamu masih ada dana darurat yang bisa dimanfaatkan. Dan, sekali lagi, ambil atau cairkan secukupnya, sesuai kebutuhan. Nggak usah berlebihan. Cukup enggak cukup, dicukupkan!

Gimana caranya tahu kalau cukup? Bikin anggaran!

2. Utamakan kewajiban

Saat membuat anggaran, utamakan kewajiban-kewajiban lebih dulu ya. Yang enak-enak, ntaran aja.
Kewajiban itu apa saja? Misalnya zakat, yaitu zakat fitrah atau fidyah, jika ada. Hubungi masjid terdekat, dan ikuti aturan yang sudah ditentukan. Atau mau membayar zakat secara online, karena lebih praktis? Boleh saja. Asalkan, utamakan dulu kewajiban agamamu yang satu ini.

Mudik, liburan ke lokasi wisata, main ke mal, dan sejenisnya kan bakalan masih dilarang nih. Jadi, enggak perlu dianggarkan. Alihkan dananya ke hal lain yang lebih berfaedah. Jangan-jangan, malah kamu enggak perlu mencairkan dana darurat juga sudah cukup nih, bisa merayakan Lebaran tanpa THR dengan realokasi dana mudik dan liburan ini.

Jadi, anggaran memang perlu. Cek uang yang ada, sisihkan, lalu buat daftar apa saja dibutuhkan.

3. Menu dan kue Lebaran? Boleh, tapi yang sederhana saja

Salah satu yang harus disiapkan adalah hidangan Lebaran.

Lebaran tanpa THR, tapi masih tetep pengin ketupat dan opor ayam, plus nastar dan kastangel. Ya, boleh-boleh saja kok. Namanya juga tradisi, yang kayak gini juga salah satu yang membuat kita selalu rindu akan Lebaran, ya kan?

So, mungkinkah untuk Lebaran tahun ini, kamu memasak hidangan Lebaran sendiri agar lebih hemat? Porsinya juga disesuaikan saja dengan anggota keluarga. Toh, enggak ada yang bakalan datang bertamu ke rumah untuk sementara waktu kan? Silaturahminya bisa dipindah ke online. Jadi, enggak perlu menyediakan hidangan dan camilan yang terlalu banyak.

Karena itu, kembalilah ke anggaran. Rencanakan mau masak apa, dan sedia camilan apa.

4. Kartu kredit: Simpan aja!

Jangan terjebak belanja dengan kartu kredit.

Kadang orang berpikir, enggak ada uang, ya udah deh, utang aja dulu. Ntar gampang!

No no no. Jangan berpikir begitu ya. Enggak ada yang gampang dengan utang. Utang harus direncanakan dengan baik, agar manfaatnya balik lagi ke kita, dan bukan mudharatnya yang jadi menampol kita.

Jika memang memutuskan untuk berutang, maka saat itu juga kita harus yakin, bahwa kita akan mampu membayarnya. Jadi, kalimat “nggak ada uang, utang aja dulu” ini bisa banget menjebak. Apalagi utang kartu kredit. Cus, silakan baca artikel soal utang kartu kredit biar lebih jelas ya.

Ingat, ke depannya—dengan krisis ekonomi yang sedang terjadi saat ini, mari kita realistis—kita masih belum tahu, kapan pandemi akan berakhir, kapan ekonomi akan membaik. Lebih buruk lagi, kita bahkan enggak tahu kapan bisa mendapat pemasukan yang stabil lagi. Jadi, meminimalkan jumlah utang, untuk saat ini, akan menjadi langkah yang sangat bijak.

Jadi, meski Lebaran tanpa THR, lebih baik simpan saja kartu kredit untuk sementara waktu. Belanjalah sesuai kemampuan, jangan berlebihan.

5. Fokus pada hidup ke depannya

Yes, masih pengin hidup kan ke depannya?

Aih, pertanyaan macam apa itu? Tentu saja mau! Iya kan? Karena itu, akan lebih baik jika kamu berhemat sekarang demi kenyamanan hidup ke depannya. Bagus, kalau kamu memiliki dana darurat yang kuat, tetapi ingat, kita akan masih punya banyak kebutuhan ke depannya. So, spend wisely.

Akan lebih baik jika saat-saat seperti ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi gaya hidup yang kita lakukan sebelumnya, cari di mana kesalahannya, dan kemudian merencanakan solusi serta perbaikannya, agar suatu saat nanti jika harus berhadapan dengan saat-saat sulit seperti ini, kita enggak terlalu shock lagi.

Pengalaman merupakan guru yang baik, bukan? Begitu pula pandemi wabah virus corona ini, bikin kita pontang-panting, terpuruk, terimbas sedemikian hebatnya. Selain dapat “babak belur”-nya, kita pun mendapatkan pelajaran berharga, yang pasti akan diingat selamanya.

Bisa jadi bekal juga buat cerita anak cucu nanti. Betul?

So, meski Lebaran tanpa THR, but that’s ok. Bersyukurlah masih sehat sampai sekarang, masih bisa berkumpul dengan keluarga jika memang kamu sudah berada di rumah, masih pula bisa bercengkerama dengan teman-teman melalui teknologi. Masih banyak hal lain juga yang bisa disyukuri.

Bersyukur, dan berusahalah hidup lebih baik, mulai dari Lebaran kali ini.