Mengubah Gaya Hidup Menyesuaikan The New Normal

Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia memengaruhi setiap aspek hidup, mulai dari ekonomi hingga gaya hidup. Banyak hal berubah, termasuk kebiasaan-kebiasaan kita. Yang tadinya kerja ngantor jadi kerja di rumah, yang tadinya belanja ke supermarket atau hipermarket jadi belanja online. Sekarang pun lebih banyak cashless ketimbang belanja pakai uang kertas dan logam.

Sadar nggak sadar, akhirnya hal-hal yang tadinya jarang kita lakukan jadi kebiasaan baru.

Sebagian orang dengan mudah mengadaptasikan diri, sedangkan yang lain yah ... harus berusaha lebih keras, karena yang namanya mengubah kebiasaan dan gaya hidup itu memang enggak mudah.

Tapi, mau enggak mau, kondisi “the new normal” akan segera kita hadapi. Beberapa orang pinter sudah mensinyalkan hal ini, bahwa akan ada kebiasaan baru yang akan dilanjutkan meski pandemi dinyatakan berakhir.

Lalu bagaimana? Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi era the new normal ini?

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Menyesuaikan Gaya Hidup The New Normal

1. Selalu kembali ke kebutuhan

Ya, kebutuhan adalah yang utama. Mungkin sebagian besar dari kamu akan kangen banget bisa jalan-jalan liburan ke luar negeri, kongko di food court mal atau nongkrong di kafe, juga nonton konser penyanyi idola. Gatel banget rasanya, ngeluarin duit sekadar buat hati senang, merasa content, dan bisa dipamerin di story Instagram.

Tapi, tunggu. Kamu harus sadar, bahwa kegiatan-kegiatan yang berpotensi membuat kerumunan orang banyak seperti ini enggak akan diizinkan untuk sementara waktu. Begitu juga dengan bepergian ke luar negeri sekadar untuk liburan. Sepertinya untuk sekarang, masih belum memungkinkan.

Lagi pula, kamu akan lebih butuh dana darurat yang kuat dulu untuk beberapa bulan ke depan, demi kondisi the new normal yang kondusif dan membuatmu merasa aman.

Jadi, kembalilah ke kebutuhan pokok dulu, yaitu makanan dan kesehatan. Juga papan. Penuhilah ketiganya, buatlah dirimu sendiri nyaman dengan terpenuhinya ketiga kebutuhan yang harus diprioritaskan ini.

2. Selalu kembali ke catatan keuangan

Sadar atau tidak, sebuah catatan keuangan akan selalu dapat membuat kita tak kehilangan kontrol untuk belanja. Apalagi kalau ternyata pengeluaran sudah limit atau malah sudah melampaui bujet. Wah, pasti langsung timbul niat mengurungkan membeli segala macam barang yang enggak penting-penting amat.

So, selalulah kembali ke catatan keuanganmu. Buatlah anggaran, boleh mingguan ataupun bulanan, dan keluarkan uang sesuai yang sudah direncanakan. Jangan pernah lupa juga untuk mencatat setiap pengeluaran yang kamu lakukan.

Ketika kita mencermati antara anggaran dan pengeluaran, di situ biasanya kita bisa menjadi lebih logis. Percayalah.

Kamu boleh membuat catatan keuangan di aplikasi ponsel pintar, atau pakai Excel, atau di buku tulis pun enggak masalah. Yang mana saja yang membuatmu nyaman untuk mencatat.

3. Nggak perlu membandingkan diri

Temanmu baru saja upload unboxing Oreo Supreme yang harganya Rp500.000 per bungkus di akun Instagramnya? Ya sudah, biarkan saja. Mungkin dia sudah punya dana darurat yang sangat kuat, mungkin dia juga punya uang yang tumbuh dari pohon di rumahnya.

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, dan jangan jadikan ini sebagai tujuan hidup. Masing-masing kan punya tujuan hidupnya sendiri, dan enggak harus sama karena kebutuhan, prioritas, dan timeline masing-masing juga berbeda. Memang sudah begitu diatur dari sononya.

So, kalau kamu pengin hidupmu shantuy dan tetap bahagia, jangan terlalu banyak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kondisi berubah, saatnya juga kamu memiliki gaya hidup yang lebih baik serta lebih sehat—lebih sehat untuk fisik, mental, dan keuangan. Sahih?

4. Fokus pada tujuan keuanganmu sendiri

Apakah kamu sudah mengevaluasi tujuan keuanganmu dan disesuaikan dengan kondisi the new normal yang akan datang?Tujuan keuangan apa saja yang sebelumnya kamu miliki? Dana pendidikan anak? Punya rumah pertama? Dana liburan? Dana pensiun?

Inilah saatnya kamu mengevaluasi semua tujuan keuangan dan tentunya juga instrumen investasi yang kamu gunakan. Karena, instrumen investasi yang kamu gunakan sekarang mungkin sedikit berubah juga posisinya. Saham, mungkin akan butuh waktu untuk kembali ke posisi semula. 

Untuk dana pendidikan anak misalnya, apakah masih sesuai target dan waktu yang kamu rencanakan? Jika berubah, segera lakukan beberapa hal untuk “menyelamatkan”-nya. Begitu juga dengan dana pensiun, dana membeli rumah, dan dana-dana lainnya.

Semoga kamu sudah mendiversifikasi dana investasimu, sesuai tujuannya masing-masing.

5. Tetap pantau situasi

Ya, akan ada banyak hal yang berubah setelah pandemi berakhir, dan mau enggak mau kita harus menyesuaikan pula gaya hidup kita.

Mungkin akan ada tambahan protokol atau prosedur jika kita hendak keluar rumah, mulai dari bekerja di kantor, belajar di sekolah/kampus, bahkan kalau kita mau kongko di kafe. 

Di luar negeri pun sudah banyak penyesuaian yang diberlakukan oleh pemerintah, agar dapat memutus mata rantai penularan virus corona ini. Misalnya saja, ada restoran yang menaruh sekat plastik di antara meja hingga penggunaan topi dengan aksesori unik untuk siswa sekolah yang memungkinkan mereka menjaga jarak satu sama lain. Unik dan lucu dilihat, tetapi sepertinya kita pun nantinya juga harus melakukannya di sini.

Karena itu, tetap pantau situasi dan update terus perkembangan yang terjadi. Tetapi, tidak berarti ini lantas menjadi beban hidup lo. Jangan terus jadi stres lantaran mikirin angka kasus positif COVID-19 yang selalu bertambah setiap hari, hingga percaya juga pada berita-berita hoaks yang berseliweran.

Update informasi secara bijak dan pintar, memilah mana yang memang harus dicerna dengan baik, dan mana yang diabaikan saja demi kebaikan diri sendiri.

Alright, dengan beberapa tip di atas, semoga kamu enggak terlalu shock dengan kondisi baru yang akan segera kita hadapi.

The new normal memang akan menuntut kita untuk bisa beradaptasi secara cepat, tetapi percaya deh, begitu sudah biasa, maka the new normal akan menjadi the normal normal. Dan, kita pun akan nyaman menjalaninya.