Kondisi Keuangan Kritis: Pilih Bayar Utang, Asuransi, atau Investasi Dulu?

Paling ideal adalah ketika kita bisa membayar utang, juga enggak lupa iuran asuransi, plus setoran wajib di instrumen investasi yang sudah kita pilih. Tetapi, kadang kondisi keuangan tidak mengizinkan.

Ya, kayak sekarang ini, lagi ada pandemi yang membuat semua orang harus mengurangi aktivitas di luar rumah, yang berarti berkurang kesempatan untuk mencari penghidupan.

Akibatnya, gaji dipotong, ditunda, bahkan diputus secara sepihak. Akibatnya (lagi) kondisi keuangan pun krisis.

Padahal pos utang, asuransi, dan investasi adalah termasuk pengeluaran wajib, yang sepertinya nggak mungkin dikurangi. Tapi, kalau kepepet, gimana dong?

Berarti, harus ada skala prioritas. Tapi, mesti prioritaskan yang mana, kalau ketiganya penting seperti ini?

So, apakah kamu sedang mengalami kebingungan ini? Kalau iya, mari kita lihat satu per satu, siapa tahu bisa membantumu untuk memutuskan hendak prioritas yang mana dulu sesuai kebutuhan dan kemampuanmu.

Bayar Utang

Bagaimana posisi utangmu sekarang? Utang apa yang sedang menjadi kewajibanmu? Kurang berapa lama lagi kamu harus membayar cicilannya, dan berapa besar cicilan yang harus kamu bayarkan setiap bulan?

Semoga porsinya tidak melebihi 30% dari penghasilanmu semula. Porsi cicilan sebesar 30% itu bukannya tanpa sebab lo, tetapi itulah yang dianggap sebagai porsi paling aman untuk siapa saja. Boleh saja lebih besar, atau lebih kecil, tetapi pastikan semua risikonya sudah kamu pahami.

Jadi, bagaimana seandainya kamu tidak bisa membayar utang di kondisi keuangan yang morat-marit seperti ini? Akan ada beberapa akibat yang harus kamu hadapi:

  • Waspadai adanya denda yang timbul ketika kamu terlambat membayar cicilan. FYI ya, denda keterlambatan pembayaran utang kartu kredit bervariasi sampai maksimal 3% dari total tagihan, dan tidak boleh melebihi Rp150.000, demikian menurut Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) No. 14/ 17 /DASP. Untuk kredit yang diambil di leasing akan beda lagi, biasanya dendanya akan diberlakukan sekian persen per hari.
  • Bunga pinjaman, yang bisa berbunga-bunga. Ini terjadi jika kita berutang dengan sistem compound interest, alias bunga majemuk. Bunga yang dihitung dengan membungakan pinjaman pokok, dan ditambahkan pada bunga periode sebelumnya. Nggak heran sih, ada yang berutang Rp3 juta saja, setelah beberapa tahun menjadi Rp150 juta. Warbiyasak memang sistem ini. Waspadalah, kalau kamu memiliki utang dengan sistem bunga majemuk ini.

Kedua alasan di atas sekiranya sudah cukup untuk meyakinkan diri kita sendiri agar jangan menurunkan prioritas terhadap utang. Ya, kecuali utangnya ke orang tua atau saudara sendiri, yang sedari awal sudah sepakat untuk bunga lunak. Bisa saja kamu coba sepik-sepik, agar mau melonggarkan waktu pelunasannya.

Jika kamu memiliki utang kartu kredit, kredit tanpa agunan, atau jenis-jenis kredit lain ke lembaga keuangan, seperti bank atau leasing, coba manfaatkan fasilitas untuk pengajuan keringanan cicilan di masa pandemi ini. Hal ini juga sudah disosialisasikan oleh OJK, tetapi ada syarat dan ketentuannya ya. Coba kamu cek lagi, dan penuhi deh syarat-syaratnya.

Bayar Premi Asuransi

Asuransi—terutama asuransi kesehatan—menjadi hal yang sangat penting di masa sekarang, ketika penyakit berdatangan dan mengancam hidup kita setiap hari. 

Sesaat sebelum pandemi COVID-19 kemarin, pemerintah telah memutuskan untuk tidak jadi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Tetapi baru-baru ini, Menteri Keuangan akhirnya memberi sinyal, bahwa iuran BPJS Kesehatan terutama untuk kelas satu dan dua akan dinaikkan. Defisit, katanya.

Oh wow. Dengan demikian, kamu yang sudah “terlanjur” punya BPJS Kesehatan dengan fasilitas kelas satu dan dua, mesti bersiap-siap nih dengan iuran yang baru. Padahal, kerja juga masih belum normal.
Itu baru BPJS Kesehatan, lalu bagaimana juga dengan kamu yang kemarin sempat menambah dengan asuransi kesehatan yang lain? Fyuh, pasti kepikiran juga ya? Apalagi ada asuransi jiwa juga, misalnya, yang preminya lumayan banget.

Jadi, gimana dong?

Padahal, sesuai aturan yang berlaku, begitu kita terlambat membayar premi, maka kita bisa kena denda sampai keanggotaan bisa hilang. 

FYI lagi, bahwa selain pemberian relaksasi kredit, OJK juga memberikan stimulus berupa keringanan untuk industri asuransi nasional, yang diatur sesuai surat Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Kebijakan ini memberikan kelonggaran perhitungan piutang premi, yang biasanya 2 bulan diperpanjang menjadi 4 bulan, terhitung sejak 30 Maret 2020 yang lalu.

So, ada baiknya kamu juga update mengenai kebijakan ini ya, mengingat sekarang sudah menginjak Mei. Dengan adanya kebijakan ini, kamu boleh “libur” enggak bayar premi dulu, sampai batas waktu yang sudah ditentukan, dan keanggotaanmu tidak akan hangus.

Hubungi perusahaan asuransi di mana kamu membeli polis asuransinya, dan cari informasi lebih jauh ya.

Setor Investasi

Bagaimana dengan investasi? Dalam kondisi keuangan seperti ini, apakah cukup worth untuk diteruskan? Mengingat kondisi pasar modal Indonesia yang sempat terpuruk. Meski beberapa kali mengalami penguatan, tetapi masih tetap volatile dan sepertinya masih mengkhawatirkan.

Nah, kamu bisa baca sedikit tip investasi terbaik di tengah masa pandemi ini, dan kemudian lanjutkan dengan melihat-lihat 5 instrumen investasi yang bisa dicoba ini.

Satu hal yang pasti, selalu berpegang pada tujuan keuanganmu. Jika kondisi keuangan menipis, tetapi dana darurat masih aman, kamu boleh saja kalau mau “libur” dulu investasinya. Jika kondisi keuangan memungkinkan, dengan dana darurat masih aman juga, kamu bisa lanjut. Tetapi, kalau kondisi keuangan kritis, dana darurat belum aman setidaknya sampai 3 bulan ke depan, mending kamu berhenti investasi dan fokus ke dana darurat. Jika perlu, kamu juga boleh mencairkan dananya untuk memperkuat dana darurat sekarang. Tentunya, pertimbangkan dengan saksama ya.

Nah, semoga dengan sedikit uraian di atas, kamu sekarang bisa mempertimbangkan, mana yang harus diprioritaskan lebih dulu di kondisi keuangan seperti sekarang: bayar utang, bayar premi ataukah setor investasi.

Semoga keuanganmu lebih sehat bulan depan ya!