5 Investasi yang Aman di Masa Pandemi

Beberapa waktu belakangan, tampak pasar dan ekonomi Indonesia mulai menggeliat, meski status bencana nasional pandemi COVID-19 belum dicabut. IHSG tampak naik turun menggemaskan, begitu pun Rupiah yang struggling terus melawan dolar. Memang masih sangat volatile, tapi ini sudah menjadi perkembangan baik, mengingat awal April semua sektor terpuruk di jurang yang paling dalam. Nah, kalau begini, apakah lantas ada yang mulai memikirkan untuk investasi lagi? Apa ya investasi yang aman untuk dilakukan di masa sulit seperti ini?

Yes, pandemi ini seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap berinvestasi. Hanya saja, investor dituntut untuk lebih cermat dan peka membaca kondisi. 

Satu hal yang pasti, jika ingin berinvestasi di masa seperti ini, pastikan dulu bahwa dana daruratmu aman, begitu pula dengan cicilan utang dan asuransi. Setelah semua jaring pengaman ini benar-benar safe, baru deh, kamu bisa memikirkan untuk berinvestasi jika memang masih ada dana.

Nah, kita bahas satu per satu yuk, apa saja instrumen investasi yang aman untuk dibeli di masa pandemi ini.

5 Instrumen Investasi yang Aman di Masa Pandemi

1. Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)

Banyak pakar dan praktisi keuangan merekomendasikan obligasi atau SBN sebagai pilihan investasi yang aman di masa pandemi virus corona ini.

Mengapa? Karena dibandingkan dengan saham, yang belum terlalu stabil, surat utang—terutama yang dikeluarkan oleh negara—menawarkan pendapatan tetap hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini menjadikan SBN sebagai safe haven untuk cadangan dana darurat. Ada kupon bunga pinjaman yang akan kita terima dalam periode tertentu, dengan besaran yang sudah disepakati.

Apalagi dengan membeli obligasi, kita pun ikut berpartisipasi membantu negara untuk berkembang dan membangun infrastruktur yang lebih baik lagi.

Jadi, siapkan danamu jika next ada penawaran ORI, Sukuk, atau yang lainnya ya.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Selain membeli obligasinya langsung, kita juga bisa berinvestasi melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap, yang 80% dana investasi akan dialokasikan ke produk obligasi, sukuk, dan instrumen berbasis utang yang lain. 

Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan investasi yang aman dilakukan terutama oleh kamu yang masih pemula dan belum banyak pengalaman dalam investasi, ataupun kamu yang nggak pengin ribet dengan birokrasi aturan pembelian obligasi negara. Oh, iya, dan juga cocok buat kamu yang hanya punya modal kecil.

You see, kalau untuk membeli obligasi secara langsung, biasanya ada minimal dana yang diberlakukan. Misalnya, Rp2 juta. Nah, kalau kamu berinvestasi di obligasi melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap, kamu bisa mulai dari Rp100.000 sahaja.

Mampu kan, menyisihkan Rp100.000 saja setiap bulan, meski sekarang masih dalam masa pandemi? Ya, bisalah ya, seenggaknya ini jauh lebih ringan ketimbang Rp2 juta.

3. Reksa Dana Pasar Uang

Instrumen satu ini sepertinya bisa menjadi satu opsi wajib investasi yang aman untuk dilakukan selama masa pandemi.

Mengapa? Karena instrumen pasar uang cenderung lebih stabil ketimbang instrumen pasar modal. Memang imbal baliknya juga enggak seberapa, apalagi dibandingkan saham, dan tetep terpengaruh juga sih dengan situasi dan kondisi yang ada. Tapi, enggak sesensitif itu.

Sampai dengan sekarang, di beberapa manajer investasi, Reksa Dana Pasar Uang masih menawarkan keuntungan plus, meski tipis di kisaran 4 - 7% setiap tahun. Lumayan bikin nyaman kan, hari gini gitu loh!

Makanya, jangan sampai bolong investasinya di Reksa Dana Pasar Uang, jika kamu sudah investasi di produk ini dan masih punya dana ya. Terusin nabungnya!

4. Deposito

Nah, kalau mau investasi yang aman sih ya paling jitu adalah berinvestasi ke produk perbankan. Deposito, misalnya.

Dengan berinvestasi di deposito, danamu akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga nominal Rp2 miliar. Jadi, misalnya, ada apa-apa, danamu akan tetap kembali.

Tapi ingat ya, investasi yang aman sekalipun tetap memiliki risiko, termasuk deposito. Risikonya apa? Ketika bank tempat kita memiliki deposito harus dilikuidasi, contohnya. Atau negara bangkrut, ekstremnya.

Risiko tetap ada, meski memang deposito memiliki risiko yang sangat minim. Tapi dengan bunga yang berkisar 5%, deposito memang jadi pilihan investasi yang paling cocok untuk kondisi krisis seperti sekarang.

5. P2P Lending

Instrumen investasi kelima ini barangkali adalah produk investasi paling kekinian dibandingkan yang empat di atas. P2P Lending—atau peer to peer lending—merupakan produk perkembangan teknologi finansial, yang memungkinkan investor dan pebisnis yang membutuhkan modal untuk bertemu secara langsung.

Memang, kalau dilihat sekarang, ekonomi memang sedang melesu, tetapi ternyata banyak pula bisnis kecil yang justru menggeliat dan muncul. Mereka akan butuh suntikan dana demi memperlancar proses bisnisnya.

Bisa dilihat kan, bentuk kerja sama mutualismanya di sini, antara investor dan pebisnis kecil alias UMKM? Lagi pula, siapa lagi yang bisa membantu UMKM kalau bukan kita-kita sendiri kan?

Untuk mulai berinvestasi di P2P Lending, kamu juga nggak perlu punya modal besar kok. Bisa dimulai dari Rp100.000 juga. Tertarik?


Nah, itu dia 5 investasi yang aman yang bisa jadi opsi kamu berinvestasi selama masa pandemi. Jangan lupa, sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu ya. Adalah penting untuk menentukan apakah tujuan investasimu tujuan jangka panjang ataukah jangka pendek, karena akan bisa menjadi pertimbanganmu dalam memilih instrumen yang paling cocok.

Begitu juga, kalau memilih untuk berinvestasi di reksa dana dan P2P Lending, pastikan kamu memilih manajer investasi dan fintech yang memang bereputasi dan terdaftar di OJK maupun BEI ya.

Jangan pertaruhkan dana terbatasmu pada pihak-pihak yang nggak jelas juntrungannya.