Mengatur Keuangan Pekerja Lepas di Masa Pandemi COVID-19

“Mati karena virus atau mati kelaparan”, begitulah headline berita di sebuah media, menyoroti kondisi para buruh saat ini, tak terkecuali para pekerja lepas.

Memprihatinkan memang. Tapi, sepertinya memang kita harus segera bersiap untuk yang terburuk. Termasuk kamu, wahai pekerja lepas.

Problema utama para pekerja lepas adalah pendapatan yang tidak tetap setiap bulannya, bahkan akan ada kalanya tidak ada pemasukan, sehingga memang akan butuh backup yang kuat. Karenanya, adalah penting buat para pekerja lepas untuk investasi diri soal keuangan; belajar budgeting, belajar investasi, belajar mengendalikan diri.

Jadi, apa yang harus pekerja lepas lakukan di tengah masa pandemi COVID-19 ini, agar bisa bertahan setidaknya sampai kondisi kembali membaik?

Yang pertama kali, harus tetap tenang dan jangan panik, apalagi sampai buang-buang duit untuk stock piling. Itu bukan tindakan bijak, karena kamu akan lebih butuh duit cash sekarang ini ketimbang tumpukan barang yang menggunung dan bisa membusuk. Percayalah.

Setelah tenang, lakukan beberapa langkah berikut.

7 Hal untuk Mengatur Keuangan Pekerja Lepas di Tengah Masa Pandemi

1. Cek kondisi

Terutama soal penghasilan. Bagaimana posisi pemasukan dalam beberapa bulan ke depan? Apakah sekarang masih ada proyek atau job yang masih ongoing? Statusnya bagaimana? Apakah “tampak” aman, dan klien juga mampu membayarmu?

Karena sebagian teman pekerja lepas sempat mengeluh, kerjaan sudah disetorkan, ternyata klien enggak mampu bayar fee karena mereka pun terdampak oleh pandemi ini. Sebagian yang lain mengeluh, proyek lagi setengah jalan dan tidak bisa diteruskan—alias ditunda untuk batas waktu yang belum ditentukan.

Tapi, tak sedikit pula yang mengaku, bahwa job—Alhamdulillah—masih lancar, dan klien sepertinya bakalan tetap lancar pembayarannya.

Karena kondisinya serba-tak pasti, dan juga banyak dampak yang bisa terjadi, maka kamu harus memastikan, sampai berapa lama kamu mendapatkan penghasilan.

2. Cek pengeluaran

Penghasilan para pekerja lepas bisa saja tidak tetap setiap bulannya, tetapi pengeluaran bisa disamakan. Salah satu caranya adalah dengan memiliki 2 rekening bank. Yang pertama, untuk rekening penerimaan fee dan tabungan, yang kedua adalah untuk rekening operasional, rekening yang kamu gunakan untuk belanja.

Setiap kali fee masuk, tampung di rekening tabungan. Setiap awal bulan, transfer sejumlah tertentu—sesuai budgeting yang sudah kamu lakukan—ke rekening operasional, seperti halnya gajian. Pakailah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ketika saldo di rekening operasional menipis, maka itu berarti kamu bokek. Cobalah untuk berhemat lagi.

Nah, selama dalam masa pandemi ini, coba deh, kamu cermati lagi pengeluaranmu. Rumusnya sama: Kurangi, sesuaikan, hapus, dan tundalah yang kurang penting. Prioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok, cicilan utang, dan tagihan rutin.

3. Cek dana darurat

Oh, betapa kita semua berharap, bahwa dana daruratmu cukup!

Mau pakai dana darurat sekarang? Boleh saja! Cek lagi ya kebutuhannya, dan cairkan seperlunya! Ingat, dana darurat bukan duit kaget atau duit nganggur. Jadi, spend wisely!

4. Sesuaikan gaya hidup

Ya, kalau tadinya kamu selalu pesan kopi-kopi kekinian, sekarang minum kopi sachetan dulu saja nggak apa. Tadinya kalau beli skincare dan alat makeup selalu keluaran luar negeri atau impor, sekarang coba pakai yang merek lokal dulu. Sekalian mendukung pebisnis lokal kan? Harganya pun lebih bersahabat, pastinya.

Yep, kita harus sesuaikan gaya hidup, demi bisa mengurangi pengeluaran semaksimal mungkin. Cuma sementara kok. Semoga keadaan segera membaik lagi, dan kamu pun bisa menjalani gaya hidup yang normal lagi.

Tapi untuk sekarang, kamu akan lebih butuh untuk berhemat, karena kita enggak tahu sampai kapan masa sulit ini akan harus kita jalani.

5. Cari alternatif pemasukan lain

Saatnya untuk kreatif, dan mencari alternatif pemasukan lain. Kalau kamu mengamati, ada beberapa peluang baru lo selama masa pandemi ini berlangsung. Coba deh, lihat sekitarmu, siapa tahu ada yang bisa kamu kerjakan atau jual demi menambah pemasukan yang berkurang.

Sebagai pekerja lepas, kamu seharusnya sudah biasa menghadapi masa paceklik seperti ini. Minimal, biasanya sih sudah siap mental, karena memang etos dan kebiasaan kerjanya berbeda dengan mereka yang kerja kantoran. So, pasti deh, kamu akan cukup kreatif untuk tidak berdiam diri saja ketika pemasukanmu berkurang.

6. Usahakan untuk tetap bisa menabung

Iya, kondisinya memang lagi sulit. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari aja sudah bagus. Bisa mentraktir diri sendiri makanan melalui aplikasi online aja sudah syukur.

Tapi, menabung tetap penting, jadi usahakanlah untuk tetap mengisi tabunganmu. Hasil penghematan belanja sana-sini bisa kok kamu tabung. Bahkan kamu bisa mulai dari menabung recehan uang kembalian. Coba cek artikel tip agar tetap bisa menabung di masa pandemi ini ya, dan coba deh praktikkan.

You will thank yourself later, kalau kamu memang bisa melakukannya.

7. Tambah skill

Proyek berkurang, berarti mungkin kamu juga sekarang sudah enggak sesibuk sebelumnya. Mungkin, kamu sekarang ada waktu untuk investasi pada diri sendiri.

Coba tambah skill, yang berhubungan dengan profesimu. Atau, mungkin kamu mau mencoba skill baru? Nggak masalah juga. Atau perdalam hobimu dengan update ilmunya.

Ini adalah salah satu bentuk investasi terbesar yang bisa kamu lakukan selama masa pandemi; investasi pada dirimu sendiri. Sehingga, harapannya, nanti ketika masa-masa sulit ini akhirnya bisa kita lalui, kamu bisa kembali berkarya atau malahan bisa lebih baik lagi, karena skill kamu juga bertambah.

So, bertahanlah, wahai pekerja lepas! Satu lagi yang penting, carilah support system yang tepat; saling mendukunglah dengan orang-orang di sekitarmu untuk bisa melalui masa sulit ini bersama-sama. Agar kamu tak merasa sendirian, dan ini penting untuk kesehatanmu juga.