Apa Itu Penghasilan Pasif, Apa Pentingnya, dan Bagaimana Memperolehnya?

Semua orang butuh uang untuk membiayai hidupnya masing-masing. Untuk mendapatkan uang, maka kita harus bekerja. Dengan bekerja, kita akan mendapatkan imbalan. Imbalan yang kita dapatkan dari bekerja ini disebut sebagai penghasilan aktif. Kalau ada penghasilan aktif, berarti ada penghasilan pasif dong?

Ada.


Apa Itu Penghasilan Pasif?

Penghasilan pasif adalah uang yang kita dapatkan tidak dengan cara bekerja secara aktif. Penghasilan pasif—atau yang sering disebut dengan passive income—adalah penghasilan yang kita dapatkan bahkan saat kita tidur; pendapatan yang datang tanpa kita harus menukarkan tenaga, waktu, dan pikiran kita. Penghasilan pasif ibarat kita menanam benih, lalu dengan perawatan yang tepat dan pengawasan yang ketat, benih itu tumbuh dan akhirnya kita bisa memetik buahnya di kemudian hari.

Ya, begitulah kata orang. Terdengar sangat mevvah, ya kan? Siapa sih yang enggak mau saat tidur saja bisa menghasilkan uang? Huuu, kebayang deh, kita bisa kipas-kipas duit gede, atau berenang di gudang uang kayak Scrooge McDuck.

Tapi, sepertinya terlalu khayal enggak sih? Memang bisa tuh, kita menghasilkan pendapatan pasif? Kita para working class? Kayaknya, mending kerja aja deh, yang bener. Sepertinya too good to be true kan ya, menghasilkan uang selagi kita tidur?

Untuk menjawab semua keraguan itu, coba kita lihat dulu apa manfaat penghasilan pasif bagi kita.


Manfaat Penghasilan Pasif

1. Bisa memperpendek waktu kerja

Berapa banyak sih kita punya waktu dalam sehari untuk bekerja? Iya, kita bisa kok kerja 12 – 20 jam, bahkan, sehari demi mendapatkan uang yang bisa kita gunakan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan yang kita rencanakan.

But, dude, kerja 12 jam sehari itu otomatis enggak istirahat loh! Mau sampai seberapa lama memangnya kita bisa bekerja nonstop tanpa istirahat? Kesehatanmu itu loh!

Dengan memiliki passive income yang datang sembari kita bekerja secara aktif, bisa saja kita lantas memiliki pendapatan dobel. Dengan demikian, bisa jadi kita enggak harus bekerja dalam jam-jam kerja yang panjang. Mungkin bahkan kita hanya butuh waktu 2 – 3 jam saja untuk bekerja setiap harinya!

Selebihnya? Do whatever you want to do! Ngerjain hobi, atau kegiatan yang kamu sukai, sampai rebahan.

2. Tujuan finansial lebih cepat tercapai

Dengan adanya penghasilan pasif, kita bisa lebih cepat mencapai tujuan finansial kita. Let’s say untuk dana pendidikan anak, dana beli rumah, sampai dana pensiun.

Oke, kita bekerja untuk mendapatkan imbalan berupa uang. Selain itu, ada pula uang yang kita dapatkan dari penghasilan pasif, sehingga tabungan kita bisa bertambah lebih cepat—meski waktu kerja kita tetap.

3. Terjaminnya masa depan

Bayangkan 10 – 20 tahun dari sekarang—kita sudah pensiun. Tidak ada lagi penghasilan aktif, karena kita sudah masuk usia pensiun. 

Sebagian dari kita yang pernah menjadi karyawan perusahaan, akan digantikan oleh angkatan kerja yang baru, yang lebih fresh. Atau mungkin malah tergantikan oleh robot? Duh, malah lebih sedih. Sebagian yang lain, memang tidak menjadi karyawan perusahaan, tetapi energi kita juga sudah habis untuk bekerja. Sudah lebih gampang capek, sudah enggak sigap lagi.

Tidak bisa bekerja secara aktif lagi, ya berarti juga tidak ada penghasilan aktif, bener kan ya? Tapi, kebutuhan masih tetap ada dong. Ya masa kita enggak butuh makan, dan juga hal-hal lainnya? Dari mana itu kita bisa dapatkan? Dana pensiun? Bener, dana pensiun. Tapi, kita juga bisa mendapatkannya juga dari hasil penghasilan pasif.


Jadi, memiliki penghasilan pasif itu penting dong? Iya, penting, jika kamu peduli dengan masa depan dan juga cita-citamu.


Bagaimana Kita Memperoleh Penghasilan Pasif?

Ya, lalu, dari mana kita bisa memperolehnya?
Penghasilan pasif setidaknya bisa kita dapatkan dari 3 sumber berikut ini:

1. Investasi

Yes, investasi adalah salah satu bentuk usaha untuk mendapatkan penghasilan pasif. Dari mana kita mendapatkan penghasilan dari investasi? Tentu saja dari imbal hasil investasi, tergantung bentuk instrumennya.

Dari saham, kita bisa memperoleh imbal hasil dari capital gain—yang merupakan keuntungan selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli—dan juga dividen perusahaan yang dibagikan setiap tahun (sesuai Rapat Umum Pemegang Saham).

Dari reksa dana, ya tergantung pada jenis reksa dananya. Kalau kita berinvestasi di reksa dana saham atau reksa dana campuran, ya sebagian besar dari capital gain dan dividen, kurang lebih sama dengan saham. Kalau berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap, ya dari bunga pinjaman. Begitu juga dengan reksa dana pasar uang, juga dari bunga tetapi dengan jangka waktu yang lebih pendek.

Kalau kamu berinvestasi pada surat utang atau obligasi dan P2P Lending, ya kamu akan mendapatkan penghasilan pasif dari bunga pinjaman.

Menarik kan? Kamu boleh mencoba untuk mendapatkan penghasilan pasif dari investasi, tetapi pelajari dulu cara kerjanya ya, agar kamu juga paham risiko yang harus kamu hadapi.

2. Sewa properti

Cara lain untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif adalah dengan menyewakan properti. Ada 2 jenis properti yang bisa disewakan, yaitu untuk tujuan komersial atau residensial.

Properti komersial misalnya, kamu menyewakan ruko, rukan, atau counter-counter sebagai tempat orang membuka usaha. Sedangkan properti residensial misalnya seperti menyewakan rumah, kamar kos, atau apartemen.

Untuk mendapatkan penghasilan pasif dari sewa properti ini pastinya kamu akan butuh modal dulu yang lumayan besar ya, berbeda misalnya dengan reksa dana atau saham yang “hanya” butuh beberapa ratus ribu sampai beberapa juta saja untuk memulai.

3. Royalti

Buat kamu yang memiliki keahlian khusus—misalnya menyanyi, bisa mencipta lagu, bisa menulis buku, desain, atau membuat aplikasi atau software atau games—kamu bisa mendapatkan penghasilan pasif dari royalti atau penjualan hak cipta.

Kayak penulis buku, misalnya. Saat menandatangani kontrak penerbitan buku, maka penulis biasanya akan mendapatkan royalti sekian persen dari harga jual buku di toko buku. Taruhlah, royalti yang disepakati adalah 10%, dari harga jual buku Rp100.000. Maka, dari setiap 1 eksemplar buku yang terjual, si penulis akan mendapatkan Rp10.000. Jika buku dicetak 2.500 eksemplar dan sold out, maka total royalti yang diterima oleh penulis adalah Rp25.000.000. Jika bukunya dicetak ulang, tanpa harus menulis lagi, penulis akan mendapatkan royalti lagi (yang biasanya lebih besar).

Hmmm, jadi nggak heran kan, kalau JK Rowling masuk sebagai salah satu orang terkaya di dunia?
Kamu juga bisa mendapatkan penghasilan pasif seperti ini dari membuat aplikasi mobile, software, desain web, jualan foto, dan lain sebagainya. Tinggal sesuaikan saja dengan hobi dan keahlianmu.


Nah, jelas kan, pentingnya penghasilan pasif buat hidupmu? Terus, sesudah membaca beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan pasif ini, kamu berencana untuk mendapatkannya dari sumber yang mana nih, dari ketiga sumber di atas?