Cara Mendapatkan Keringanan Pembayaran Utang Bagi Kamu yang Terdampak COVID-19

Di masa-masa pandemi akibat virus corona seperti ini, adalah penting buat kita untuk segera menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah. Utamanya tentang keuanganmu. Apa kabar cicilan utangmu? Masihkah pembayaran utang masih lancar sampai saat ini?

Salah satu pos pengeluaran terbesar kita, kalau enggak di pemenuhan kebutuhan pokok, adalah pada cicilan utang, mulai dari kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan, KTA, kartu kredit, dan utang teman—yang kalau kita ditagih, kitanya lebih galak daripada yang nagih.

Alasan lain lagi, pos cicilan utang ini—mau seberapa pun buruk kondisi—ya tetap harus dipikirin. Kalau bisa ya harus tetap aman. Pos-pos yang lain bisa diupayakan untuk lebih hemat. Pos cicilan utang sebaiknya tetap harus ada.

Berarti enggak bisa dikurangi sama sekali?

Ya bisa sih. Di awal April, Presiden sendiri sudah menyampaikan, bahwa ada kebijakan keringanan kredit bagi para pelaku bisnis kecil dan pekerja informal yang terkena dampak pandemi COVID-19. So, apakah kamu berniat untuk memanfaatkan stimulus satu ini?

Yuk, ikuti beberapa tip berikut untuk mendapatkan keringanan dalam pembayaran utang.

3 Langkah untuk Mendapatkan Keringanan Pembayaran Utang

1. Pahami syarat-syaratnya

Otoritas Jasa Keuangan telah memiliki ketetapan mengenai tata cara permohonan keringanan kredit ini, yaitu dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical. Dalam peraturan ini dijelaskan bahwa pihak debitur wajib mengajukan permohonan keringanan dengan melengkapi data yang diminta oleh pihak leasing atau bank.

Adapun persyaratannya, seperti yang dilansir situs indonesia.go.id antara lain:

  • Debitur yang dapat mendapatkan keringanan kredit pembayaran utang adalah mereka yang terkena dampak COVID-19, dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp10 miliar, dan merupakan pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (kredit UMKM dan KUR).
  • Keringanan kredit dapat diberikan dalam periode waktu maksimal 1 tahun, baik dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh pihak bank ataupun leasing.
  • Mengajukan keringanan pembayaran utang kepada bank ataupun leasing, sehingga dengan demikian, silakan langsung menghubungi pihak pemberi pinjaman langsung untuk mendapatkan detail pengajuan keringanannya ya.
  • Jika permohonan keringanan kredit ini dilakukan secara kolektif, misalnya melalui perusahaan, maka pihak manajemen atau direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank atau leasing.
Keringanan yang bisa didapatkan bukan berarti lantas bebas tidak membayar cicilan sama sekali ya. Namun, keringanan kredit ini bisa berupa keringanan tidak harus membayar cicilan pokok, tetapi bayar bunga saja. Atau bisa juga berupa penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan.

2. Hubungi pihak pemberi pinjaman

Yes, stimulus berupa keringanan kredit ini memang tidak secara otomatis berlaku begitu saja, tetapi harus ada permohonan dari pihak kita sebagai peminjam atau debitur. Sehingga, kita memang diwajibkan untuk segera menghubungi pihak pemberi pinjaman jika memang sekarang kita terdampak oleh COVID-19 dan membuat kondisi keuangan kita jadi tidak memungkinkan.

So, kalau kamu enggak mengajukan permohonan keringanan kredit, ya cicilan kendaraan, rumah, kartu kredit dan lain sebagainya itu tetap harus kamu bayar sesuai kesepakatan semula.

Lalu, bagaimana jika kamu bukan termasuk mereka yang disebutkan dalam syarat pertama, yaitu pekerja informal, pekerja berpenghasilan harian, dan pelaku bisnis mikro serta usaha kecil? Masih bisa mengajukan keringanan pembayaran utangkah? 

Well, silakan menghubungi pihak pemberi pinjaman, karena masing-masing lembaga punya kebijakan sendiri-sendiri.

Intinya, jalin komunikasi yang lancar dengan pihak pemberi pinjaman. Berikan keterangan yang sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya, agar pihak pemberi pinjaman dapat memutuskan kebijakan yang terbaik.

Sebagai tambahan informasi, misalnya kamu sudah punya kredit kendaraan yang sudah macet sebelum ada COVID-19 dan juga tak mengajukan keringanan kredit seperti yang ditetapkan, maka proses penarikan kendaraan akan tetap dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku.

3. Waspada dan taati aturan

Mengingatkan saja, bahwa di kondisi ekonomi yang sedang carut-marut seperti ini, akan banyak pula orang-orang nggak bertanggung jawab yang memanfaatkan keadaan. Jadi—sudah dianjurkan juga oleh pemerintah nih—usahakan untuk mendapatkan informasi dari saluran resmi bank, leasing, ataupun pemerintah.

Jangan percaya berita hoaks! Atau berita-berita yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Jika ada pihak-pihak yang melanggar ketentuan dan aturan, segera laporkan ke pihak yang berwajib. Misalnya saja, sudah mengajukan keringanan kredit dan sudah pula disetujui, eh ... masih diteror sama debt collector. Nah, kamu bisa melaporkannya ke OJK, nomor telepon 157 atau WhatsApp ke nomor 081 157 157 157, bisa juga email ke konsumen@ojk.go.id, dengan menyebutkan nama, perusahaan bank ataupun leasing, dan masalah yang dihadapi.

Nah, begitulah beberapa cara mendapatkan keringanan pembayaran utang bagi para pelaku ekonomi yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

So, buat kamu yang memang sekarang sedang struggling, boleh mencoba mengajukan permohonan untuk mendapatkan stimulus ini. Pahami syarat-syaratnya, patuhi aturannya, dan jujur ya. 

Kalau kamu memang masih punya penghasilan tetap dan mampu membayar cicilan seperti biasa, ya sudahlah, enggak usah mengajukan permohonan. Cicillah utang seperti biasa. Biar fasilitas ini bisa dinikmati oleh mereka yang memang membutuhkannya.