Strategi Siapkan Dana Pensiun untuk Generasi Milenial

Menjadi generasi yang siap pensiun sejak dini itu hal yang bagus. Dengan begitu, kita pun jadi punya persiapan lebih matang saat harus menjalani masa-masa saat kita sudah tak produktif lagi. Mengingatkan saja, bahwa masa tak produktif ini hampir sama panjangnya dengan masa produktif lo. Apa ya bisa kita hidup tanpa ada pemasukan—katakanlah begitu—dengan pengeluaran yang hampir sama, kalau enggak punya dana pensiun?

Mari kita lihat di sekitar kita saat ini. Generasi X dan generasi milenial sering disebut sebagai sandwich generation—generasi yang harus menopang hidup anak-anaknya, sekaligus orang tuanya yang sudah menjalani masa pensiun. Sebagian dari kita punya “kewajiban” untuk memberi uang pensiun pada orang tua kita secara teratur.

Sebenarnya juga enggak pengin menyalahkan generasi mana pun sih, namun fakta ini membuktikan bahwa banyak dari pendahulu kita yang benar-benar enggak melek mengenai literasi keuangan sehingga banyak dari mereka yang enggak siap menghadapi masa pensiun. Sebagian menggantungkan diri pada anak-anaknya, sebagian lagi masih terus bekerja padahal usia sudah tak muda lagi—yang mana pasti tenaga dan energi pun sudah menipis.

Lalu, apakah kita saat sudah tua nanti juga pengin bernasib yang sama? Hanya bisa menggantungkan diri pada pemberian anak-anak kita untuk hidup sehari-hari?

Rasanya, itu enggak adil kan ya buat anak-anak kita? Kelak mereka kan sudah punya hidup sendiri, bahkan sudah punya keluarga sendiri juga. Masa masih harus menghidupi kita juga, sebagai orang tuanya? Memangnya kita enggak bisa hidup mandiri setelah tua? Harusnya bisa dong. Gimana caranya?

Strategi Siapkan Dana Pensiun Generasi Milenial

1. Miliki rencana keuangan sejak dini

Rata-rata orang-orang yang berusia produktif belum banyak memikirkan dana pensiun ini sekarang. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa masa pensiunnya masih lama sekali, sedangkan ada keperluan dan kebutuhan lain yang lebih mendesak untuk dipikirkan sekarang.

Pertimbangan lainnya, karena memang pemasukan yang masih terbatas membuat mereka jadi harus membuat prioritas, dan dana pensiun pun jatuh di urutan kesekian.

Padahal faktanya, semakin dini kita memulai membuat rencana keuangan untuk dana pensiun, maka akan semakin ringan pula beban kita dalam menyisihkan dana. Taruhlah, saat ini usia kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 60 tahun. Berarti ada horizon waktu selama 30 tahun untuk menyisihkan dana untuk bekal di masa pensiun. Bandingkan dengan ketika kita baru mulai memikirkannya di usia 50 tahun, menjelang masa pensiun tiba. Kita “cuma” punya waktu 10 tahun untuk menyisihkan dana.
Tanpa repot-repot menghitung, hanya dengan logika saja sudah kelihatan perbandingan bebannya kan?

So, milikilah rencana keuangan sejak dini. Akan lebih bagus bahkan ketika kita mulai saat masih first jobber. Tapi seandainya di usia 30-an sekarang pun, enggak masalah sih untuk dimulai. Lebih baik daripada semakin terlambat kan?

2. Disiplin atas utang

Sebagai generasi yang sekarang sedang berada di puncak produktivitas, generasi milenial biasanya memang sedang mendaki mimpi-mimpinya. Untuk membiayai semua itu, pastinya akan butuh biaya besar—kadang bahkan harus berutang.

Disiplinlah terhadap utang. Kenapa? Supaya ketika menjelang usia pensiun, semua utang sudah beres. Percayalah, utang adalah hal terakhir yang seharusnya membebani pikiran kita saat menjalani masa pensiun.

Kebayang enggak, sudahlah enggak ada pemasukan yang setetap dulu, masih pula terbebani oleh utang yang belum juga lunas. Pedih.

Jadi, meski langkah ini tidak termasuk dalam langkah perencanaan keuangan secara langsung untuk membangun dana pensiun, tapi hal ini akan berpengaruh juga nantinya. So, jangan diremehkan ya.

3. Hitung kebutuhan hidup selama pensiun

Kamu akan butuh berapa banyak untuk bekal di masa pensiun nanti? Kamu bisa menghitungnya dengan memperhitungkan lama harapan hidup dikurangi usia pensiun dan kemudian dikalikan dengan 70 – 80% dari pengeluaran per bulan sekarang. Jangan lupa perhitungkan pula inflasinya.

Pada akhir perhitungan, kamu mungkin akan menemukan angkanya mencapai jumlah miliaran. Menakutkan? Semoga tidak. Semoga ini justru menjadi faktor pemicu agar kamu semakin cermat mempersiapkan dana pensiun untuk dirimu sendiri (dan pasanganmu).

Kalau kamu kesulitan untuk menghitungnya, kamu bisa coba mencari kalkulator dana pensiun yang biasanya ada di situs-situs penyedia jasa asuransi ataupun investasi. Coba kamu gugling saja, tapi akan lebih baik jika kamu bisa menghitungnya sendiri.

4. Jangan hanya andalkan dana pensiun dari kantor

Jika kamu adalah karyawan, perusahaan tempat kamu bekerja mungkin sudah mengikutkanmu dalam program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Setiap bulan, kamu akan membayar iuran dan disubsidi oleh kantor juga.

Tapi, sebaiknya sih, kamu juga siapkan dana pensiun di instrumen investasi lain. Jangan hanya andalkan dari BPJS Ketenagakerjaan. Pastinya kamu mau dong bisa hidup pensiun dengan sejahtera, yang mungkin enggak akan cukup dengan Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan saja.

5. Konsisten dan temukan instrumen yang tepat

Kalau hanya menabung, sepertinya mustahil untuk bisa mencapai angka yang sudah kita dapatkan di poin tiga di atas. Karena itu, perlu untuk dibantu dengan investasi.

Nah, masalahnya, investasi apa yang cocok? Enggak hanya cocok untuk tujuan keuangan dana pensiun, tetapi juga cocok dengan profil risiko kita sendiri.

Selain kenalan dengan diri sendiri (lagi) dan berbagai instrumen investasi, kita juga mesti konsisten dengan niat kita untuk menyiapkan dana pensiun ini. Apalah artinya rencana kalau pada praktiknya kita enggak bisa disiplin terhadap apa yang sudah kita rencanakan, right?

Yes, menghitung dan membuat rencana dana pensiun itu gampang. Jalaninnya yang bakalan penuh tantangan. Enggak hanya datang dari diri sendiri, tapi juga banyak faktor eksternal yang akan jadi tantangan tersendiri. Misalnya, kalau kondisi seperti sekarang—ketika artikel ini ditulis—saat wabah penyakit COVID-19 menyerang seluruh dunia, melumpuhkan ekonomi, meruntuhkan pasar modal, dan membuat jutaan orang kena PHK. Apa yang lantas bisa kita lakukan? Ada beberapa langkah sih, kamu bisa membacanya di sini.

Meski demikian, seharusnya hal ini enggak membuat kita surut langkah. Tetap semangat untuk membangun dana pensiun kamu ya.