Trik Sederhana Agar Tetap Bisa Menabung di Tengah Pandemi

Boro-boro dah! Duit masuk aja enggak ada! Mungkin begitu yang terlintas di benak ketika membaca judul artikel ini. Tapi tenang, tetap ada kok trik agar kita bisa tetap menabung meski kondisi lagi sulit seperti ini.

Justru, ada survei yang membuktikan nih—di Amerika sana sih, sebenarnya. Tapi sepertinya juga bisa relevan untuk di Indonesia—perilaku menabung justru bertambah secara signifikan pada warga Amerika ketika pandemi COVID-19 ini menyerang. Bahkan, 60% orang dewasa Amerika kini sudah sadar banget akan arti pentingnya menabung, dalam survei yang diadakan di tahun 2019, 10 tahun setelah krisis ekonomi pernah melanda negara itu.

So, mungkin ada di antara kamu yang sekarang sedang menyesali, kenapa kemarin-kemarin enggak bisa menabung, sehingga ketika tiba kondisi tak terduga seperti ini kamu pun menjadi terdampak hebat. Yah, seenggaknya sekarang kamu sudah dapat pelajaran berharga, yang (semoga saja) bakalan kamu ingat terus sepanjang hidupmu. Bahwa, punya tabungan itu penting.

Dan, belum terlambat kok kalau kamu mau berusaha.

Coba lakukan beberapa trik sederhana berikut ini agar kamu tetap bisa menabung di tengah pandemi.

1. Cek pemasukan dan pengeluaran

Tentu saja yang pertama kali harus kamu lakukan adalah mengecek pemasukanmu. Well, kalau umpamanya sudah zero income, yah berarti memang red alert beneran. Kamu harus segera melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan pemasukan kembali. Nominal kecil pun akan sangat membantu.

Jika kamu masih punya pemasukan (Alhamdulillah!), maka cek apakah masih seperti sebelumnya? Jika berkurang, berkurangnya berapa? Jika lebih (Alhamdulillah, sekali lagi!), berapa banyak?

Lalu bandingkan dengan pengeluaranmu. Apakah ada yang berubah pada pos pengeluaranmu Harusnya sih ada, karena kondisi sekarang sudah sangat berubah dengan sebelumnya.

2. Cut pengeluaran atau tarik dana dari pos yang enggak urgent

Di sini hasil pengecekan pengeluaranmu akan berguna. Kalau kamu punya catatan yang baik, seharusnya dari situ bisa dilihat, pos pengeluaran mana saja yang bisa dihemat, dikurangi, diganti, disesuaikan, hingga dihilangkan, demi mendapatkan uang lebih untuk agar bisa menabung lebih banyak di tengah pandemi.

Biasanya sih pos-pos pengeluaran yang bisa di-cut itu adalah di:

  • Pos hiburan, misalnya langganan streaming musik dan film, TV kabel, membership gym, hangout, nonton, nongkrong dan lain sebagainya.
  • Pos transportasi, karena sekarang makin jarang keluar rumah kan? Bisa saja sih masih ada, tetapi jumlahnya mungkin enggak sebanyak dulu.
  • Pos liburan, jangan lupa untuk minta refund jika masih memungkinkan ya. Lumayan, meski ada potongan, tapi kamu jadi punya cash kan?
  • Pos-pos lainnya, sesuai catatanmu jika memungkinkan.
Semaksimal mungkin, carilah celah di mana kamu bisa mengurangi pengeluaran, dan alokasikan uang hasil penghematanmu untuk tabungan.

3. Belanja bijak, hemat, usahakan ada sisa uang

Ada kalanya, diskon dan promo-promo ini menjebak keuangan kita, tapi ada saat lainnya ketika promo dan diskon juga bisa menyelamatkan di saat-saat sulit. Of course, kita yang mesti cerdas memanfaatkannya.

Prinsipnya sih sebenarnya satu: Beli sesuai kebutuhan.

Cari barang-barang yang benar-benar kita butuhkan, dan sedang promo atau ada diskon. Jangan tergiur oleh diskon atau promo barang lain yang enggak kita butuhkan. Kalau butuhnya cuma satu, tapi beli dua dapat diskon, tetaplah beli satu. Tapi kalau memang kita butuh dua, ya belilah dua. 

Mungkin kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengganti beberapa barang dengan barang lain, yang kualitasnya tidak jauh berbeda tetapi harganya lebih bersahabat di kantong. Kalau biasanya selalu pakai barang-barang merek kualitas A, sekarang pakai kualitas B saja dulu enggak masalah. Biasanya selalu pakai skincare impor, sekarang belanja produk lokal dulu deh.

Kita yang harus cerdas belanja ya, usahakan untuk selalu ada sisa uang belanja, agar tetap bisa menabung di masa pandemi ini.

Satu lagi, usahakan untuk bisa memasak sendiri dengan bahan-bahan yang sederhana. Resepnya banyak kok di Youtube atau Instagram. Usaha sedikit, bisa menghemat cukup banyak. Masak juga enggak harus serumit itu kok, apalagi jika kamu hidup sendiri. Seharusnya enggak bikin repot sama sekali. 

Dan ingat, masak enggak cuma kerjaan perempuan ya! Ini juga salah satu survival skill buat para laki-laki. Jadi, jangan jadikan gender sebagai alasan. Basi.

4. Uang receh juga berharga

Uang receh juga berharga lo! Jadi, jangan sia-siakan uang receh berapa pun besarnya. Kamu bisa masukkan ke stoples atau tempat khusus untuk menyimpan recehan. Ketika kondisi sedang darurat dan kamu butuh uang, receh-receh ini bisa membantu.

Nggak usah gengsi dengan uang recehan. Kalau dikumpulkan, dalam satu stoples bisa sampai beberapa puluh ribu kalau sudah penuh—ya tergantung besarnya stoplesmu juga sih.

Recehan ini berguna banget jika kamu butuh untuk bayar parkir, atau bayar-bayar kebutuhan kecil lainnya. Pernah enggak menghitung berapa habisnya uang untuk parkir dalam sebulan? Lumayan banget lo! Dan si abang parkir sepertinya juga enggak pernah menolak meski dikasih uang receh, asalkan jumlahnya benar.

5. Beri judul untuk tabunganmu

Biasanya sih, kalau kita menabung tanpa tujuan, hasilnya sih ya nabungnya kalau ingat. Tapi, kalau kita punya tujuan saat menabung, kita akan lebih termotivasi.

Jadi, berilah “judul” untuk tabunganmu. Mau jadi tabungan untuk apa nih? Tabungan supaya bisa beli celana baru bulan depan? Bisa. Tabungan untuk ganti kacamata? Bisa. Tabungan untuk nambah uang belanja bulan depan? Gitu aja juga boleh kok.

Simpel-simpel aja juga enggak masalah, karena kondisi sulit kayak gini sepertinya juga enggak perlu bermewah-mewah dulu kan? Sesimpel beli celana baru, sepatu baru, atau earphone baru bulan depan tanpa harus mengganggu uang rutin aja sudah bagus.

Demikianlah beberapa trik sederhana agar tetap bisa menabung di masa pandemi. Memang butuh niat besar dan usaha ekstra. Tapi seharusnya ini enggak masalah. Kamu pasti bisa.

Hang in there ya! Kita semua pasti bisa melalui masa-masa sulit ini bareng-bareng.