Mau Nambah Penghasilan dari Kerjaan Freelance? Siapkan Dulu 7 Hal Ini!

Hari gini, ketika banyak orang dirumahkan, kita pun jadi cari-cari akal untuk bisa nambah penghasilan. Yang punya source atau bisa produksi sendiri, bisa deh langsung coba jualan sendiri. Nah, buat kamu yang punya keterampilan khusus, kamu juga bisa coba cari penghasilan tambahan dari kerjaan freelance.

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai sih, bahwa angkatan kerja masa kini pada lebih suka pekerjaan freelance atau remoting, artinya mereka lebih meminati pekerjaan yang enggak terlalu menuntut kehadiran di kantor. Mereka lebih suka bisa bekerja dari mana saja, dari kos-kosan, dari rumah, ke coffee shop atau ke coworking space (biar terlihat keren juga di Instagram).

Memang, kalau hanya dilihat dari luarnya saja, kerjaan freelance itu enak banget. Banyak kebebasan bisa didapatkan, tapi sebenarnya pekerjaan ini menuntut tanggung jawab yang sangat lebih besar. Tanpa itu, mustahil bisa sukses dan nambah penghasilan deh.

So, kalau memang mau mencoba peruntungan untuk jadi freelancer, coba persiapkan dulu dengan baik.

7 Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Nambah Penghasilan dari Kerjaan Freelancer

1. Buat CV dan portofolio yang meyakinkan

Modal untuk jadi freelancer yang harus disiapkan pertama kali adalah CV dan portofolio yang meyakinkan. So, ayo siapkan. Kumpulkan karya-karya yang pernah dibuat, dalam satu wadah. Kamu bisa mengumpulkannya di Instagram, atau di DeviantArt, kalau bentuknya artworks, atau bisa juga di Facebook dengan dibuat album khusus. Atau, bikin blog sendiri. Yang gratisan juga nggak apa. Yang penting, bisa kamu tunjukkan pada (calon) klien saat dibutuhkan.

Kalau belum punya portofolio gimana? Namanya juga baru mulai, ya belum punya karya dong.

Duhdek, kreatif yuk! Bikin-bikin aja dulu dong, apa aja. Kan yang penting contoh karya, ya buat aja dulu pura-puranya pernah dijadiin proyek.

Kumpulkan juga kalau kamu pernah memenangkan penghargaan atau lomba, masukkan ke CV. Buatlah CV-mu mengesankan, karena dari situlah (calon) klien akan membuat penilaian.

2. Mulai “jual diri”

Jangan negative thinking dulu. Memang jadi seorang freelancer itu kamu mestinya “jual diri”, karena produknya adalah dirimu sendiri; keterampilanmu atau keahlianmu. Betul?

Jadi, mulailah jual diri di mana saja. Kamu bisa mulai dari media sosial. Kalaupun belum ada yang respons, jangan menyerah. Update bio-bio media sosialmu, nyatakan bahwa kamu seorang freelancer yang bersedia bekerja untuk satu pekerjaan, sebutkan secara rinci. Buatlah promosi secara teratur, sebutkan apa saja yang bisa kamu lakukan.

Nggak perlu terlihat desperate, take it easy. Santuy, tapi terus menerus dan konsisten.

3. Gabung ke marketplace freelancer

Sekarang sudah ada banyak marketplace freelancer yang bisa bantu kamu untuk nambah penghasilan.

Misalnya:
Freelancer.com
Sribulancer.com
Projects.co.id

Kalau mau yang global, kamu bisa mencoba peruntungan di Upwork. Jenis pekerjaannya lebih banyak, dengan harga yang rentang yang sangat luas. Tapi, kamu juga harus siap dengan persaingan yang lebih banyak. So, kalau memang punya nyali, patut banget dicoba. Sudah banyak kisah sukses didulang oleh para freelancer dari Upwork.

Biasanya, untuk mulai sebuah proyek, seorang calon klien akan membuka lowongan dengan menyebutkan detail pekerjaan. Freelancer yang berminat lantas melakukan bidding, alias penawaran. Namanya juga penawaran, ya kita mengajukan penawaran harga pekerjaan yang bisa kita lakukan sekalian menunjukkan CV dan portofolio kita. CV dan portofolio ini nanti akan jadi salah satu faktor penentu apakah kita lolos dan di-hire oleh calon klien, selain harga penawaran kita.

Jadi, memiliki CV dan portofolio yang meyakinkan itu penting. Harga penawaranmu akan sangat bergantung pada seberapa terampil kamu dan seberapa mengesankannya hasil kerjamu.

Beberapa kali pernah merekrut beberapa freelancer di marketplace lokal, dan banyak banget mendapati, penawaran harga tinggi sedangkan portofolio tidak terlalu mengesankan. Rasanya ... errr banget.

4. Tetap selektif

Selain kamu akan diseleksi oleh (calon) klien, kamu sendiri juga harus menyeleksi calon klienmu. Tak jarang, kita juga akan mendapati calon klien yang “nakal”. Minta pekerjaan dengan target ketat dan beban berat, tetapi tidak dibarengi dengan bayaran yang sepadan.

Meski kamu pemula, jangan sampai terlalu murah juga “jual diri”. Ingat, kamu mau nambah penghasilan, bukan buat kerja sosial. So, bersabar dan berikhtiar itu sangat perlu jika kamu sedang berburu proyekan seperti ini.

Yaqinlah, bahwa kalau memah sudah rezeki enggak akan ke mana, tetapi rezeki juga perlu dicari dan dijemput, jangan hanya ditunggu.

Jadi, selektiflah memilih jenis pekerjaan. Hanya kerjakan yang benar-benar mampu kamu kerjakan dengan hasil yang maksimal.

5. Konsisten dan disiplin

Kerjaan freelance berarti kita akan bekerja secara mandiri. Kalau kamu adalah tipe pekerja team, mungkin kamu akan perlu waktu untuk penyesuaian diri.

Agar kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu, maka kamu akan membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan disiplin diri yang tinggi. Saat kerja freelance, enggak ada HR yang akan menegurmu saat kamu lelet menyelesaikan pekerjaan. Yang ada, kalau kamu lelet, ya klien akan marah dan the next thing, mereka akan berpikir ulang untuk hire kamu lagi. Mending cari orang lain yang bisa diandalkan.
Enggak kayak kantor dengan HR yang masih bisa kasih surat peringatan satu hingga tiga, baru memecatmu.

Dan, sekali klien mendapatkan pengalaman buruk, sepertinya akan lebih sulit bagimu untuk mencari pekerjaan lain dalam sektor yang sama. Karena klien selalu punya circle, dan informasi bisa cepat menyebar.

So, adalah penting untuk bisa mengelola diri sendiri and be professional!

6. Upgrade skill

Jangan pernah capek untuk upgrade skill-mu. Miliki spesialisasi khusus, yang bisa mengatrol daya jualmu, dan mengasahnya terus.

Ingat, kamu akan bersaing dengan banyak orang di luar sana lo. So, adalah penting untuk selalu mengembangkan dirimu, update dengan ilmu-ilmu terbaru.

7. Kelola penghasilan dengan bijak

Meski namanya “cuma” nambah penghasilan, tetapi kamu juga harus dapat mengelola keuangan dengan baik. Percuma juga, kamu nambah penghasilan tapi nyatanya belum bisa membelanjakannya dengan baik.

Sebaiknya, buatlah rekening khusus untuk menerima fee selama kerja freelance. Dengan begini, kamu akan lebih mudah mencatatnya. Jika memang akan kamu pergunakan langsung untuk memenuhi kebutuhan, bagilah ke pos-pos pengeluaran yang sesuai. Jangan lupa, buat dana darurat juga ya.

Jangan hambur-hamburkan ya, karena di masa sulit seperti ini, bisa nambah penghasilan jadi satu privilege yang enggak semua orang bisa mendapatkannya.

Nah, demikianlah beberapa hal yang harus kamu ketahui untuk bisa nambah penghasilan dari kerjaan freelance.

Banyak ya? Iyalah, tapi kamu pasti bisa melakukannya. Good luck!