Pensiun Dini Tahun 2021? Persiapkan 5 Hal Penting Ini!

Punya rencana pensiun dini di tahun 2021? Sah-sah saja kok dilakukan. Pensiun dini ini juga kadang ditawarkan oleh beberapa perusahaan dengan persyaratan dan kriteria tertentu, khususnya dalam masa kerja.

Program pensiun dini ini biasanya ditawarkan pada karyawan yang ingin pensiun sebelum usia pensiun normal tiba. Maksudnya, dari namanya saja ‘dini’ artinya pasti lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Biasanya, usia peserta pensiun dini banyak dilakukan pada karyawan yang berusia 40-50 tahun.

Nah, barangkali ada nih di antara kamu, yang sekarang mempertimbangkan untuk pensiun dini di tahun 2021 nanti. Ya, banyak alas an sih mengapa kamu pengin pensiun dini, salah satunya ketika kamu pengin fokus ke bisnis yang sedang kamu rintis.

Namun, pensiun dini itu bukan keputusan yang seharusnya diambil dengan terburu-buru. Apalagi cuma karena sebab emosional semata. Hal ini tentu saja harus dilakukan setelah melakukan banyak pertimbangan. Salah satunya, kamu harus memastikan bahwa dana pensiun dan pesangon cukup untuk kehidupan di masa depan saat kamu sudah tidak aktif lagi bekerja.

Jangan sampai mengajukan pensiun dini tapi saat dihitung ternyata uang pesangonnya tidak cukup untuk melunasi utang atau membiayai hidup keluarga untuk 5 tahun ke depan, apalagi jika masih memiliki utang besar seperti kredit kepemilikan rumah atau apartemen, mobil, dan sejenisnya.

Maka, sebelum memutuskan untuk pensiun dini, sebaiknya persiapkan dulu hal-hal penting di bawah ini.

Cek Dulu Beberapa Hal Berikut Sebelum Memutuskan untuk Pensiun Dini di Tahun 2021

Simpanan Uang Jangka Panjang

Idealnya, sebelum kamu memutuskan untuk pensiun dini, setidaknya kamu harus memiliki simpanan uang dengan jumlah 3 hingga 6 kali lipat dari biaya hidup bulanan saat ini. Misalnya, jika memiliki biaya hidup 2 juta per bulan, berarti kamu harus memiliki simpanan senilai 6 juta hingga 12 juta rupiah.

Jumlah 3-6 kali lipat ini sebenarnya dilakukan jika kamu ingin berhenti bekerja lalu beralih profesi. Sebab, hal ini bisa menjadi uang simpanan dalam mempersiapkan profesi baru. 

Kalau kamu berencana pensiun dini untuk kemudian keliling dunia, ya, hitungannya beda lagi.

Artinya, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk pensiun dini, harus ada simpanan uang jangka panjang dari pemasukan profesi sebelumnya. Tidak mengandalkan uang pesangon atau pensiun semata saja.

Jangan Menumpuk Uang, tapi Kembangkan Uang

Memilih pensiun dini artinya bukan hanya hidup untuk menumpuk uang sebanyak-banyaknya, tapi tentang bagaimana mengembangkan uang tersebut di usia yang tersisa. Memang, memiliki uang banyak bisa membuat kamu tidur tenang, tidak perlu pusing memikirkan apa-apa lagi. Namun, jika uang tersebut diinvestasikan di pasar saham, tentu saja uangnya akan berkembang lebih aktif lagi.

Uang yang diinvestasikan tentu saja dengan catatan masih dalam batas kemampuan kamu dengan strategi yang mendukung. Maksudnya, investasinya tidak asal-asalan dan sebaiknya untuk jangka panjang juga.

Jika sebelumnya tidak memiliki investasi, waktunya mulai mempelajari dan memilih instrumen yang cocok sesuai kebutuhan kamu. Jika sebelumnya sudah memiliki investasi, waktunya untuk menambah instrumen investasi sebelum memutuskan untuk pensiun dini. Nantinya, kamu hanya tinggal menikmati hasilnya di masa depan atau tidak benar-benar berhenti mendapatkan pemasukan.

Punya Kegiatan Sampingan

Pensiun dini artinya memang sudah tidak aktif lagi bekerja, tapi bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan pemasukan kan? 

Nah, sebelum memutuskan pensiun dini sebaiknya kamu memiliki dulu kegiatan sampingan atau usaha sampingan. Sebab, sudah tidak aktif lagi bekerja artinya kamu memiliki banyak waktu luang. Tidak mungkin kan kamu hanya diam seharian di rumah tanpa melakukan aktivitas yang berarti.

Sebelum pensiun dini, minimal kamu sudah tahu atau memiliki kegiatan sampingan yang akan dijalankan selepas resmi dari profesi sebelumnya. Misalnya, kamu bisa membuka bisnis atau mau jadi investor untuk mendapatkan pemasukan pasif yang cukup besar. 

Punya Strategi Hidup Berkelanjutan

Saat niat sudah bulat dalam memutuskan pensiun dini, idealnya kamu memiliki rancangan atau gambaran hidup yang jelas ke depan. Jika belum, sebaiknya kamu harus mengurungkan niat pensiun dini. Sebab, hal ini akan berbahaya untuk kehidupan di masa depan. Tidak mau kan hidupnya tidak memiliki arah alias luntang-lantung atau stuck begitu-begitu saja? 

Berencana pensiun dini di tahun 2021, maka kamu harus sudah punya skema mau hidup seperti apa di tahun 2021, 2022, 2023, dan seterusnya.

Gambaran hidup di masa depan ini akan banyak berkaitan dengan pilihan-pilihan yang telah ditentukan sebelum memutuskan untuk pensiun dini. Hal ini berkaitan dengan rencana panjang setelah melepas pekerjaan, entah strategi menjalankan bisnis, melakukan kegiatan sampingan atau menjalankan kehidupan yang kamu inginkan. Tentu hal ini harus dipikirkan matang-matang

Perubahan Gaya Hidup

Saat pensiun dini bukan hanya berubah status saja dari pekerja aktif menjadi non-aktif, tapi berubah pula gaya hidupnya. Apakah kamu sudah siap? Sebab hal ini nantinya akan cukup berpengaruh setelah resmi melepas pekerjaan sebelumnya.

Sebaiknya, kamu harus mulai membuat penyesuaian gaya hidup dengan mengutamakan kebutuhan primer dan menyampingkan kebutuhan yang bisa dihilangkan atau dikurangi. 

Misalnya, jika saat ini kamu memiliki kebiasaan nongkrong-nongkrong di kafé atau sering menonton film, maka sudah sewajarnya saat pensiun dini hal tersebut diatur lagi. Fokuslah pada prioritas hidup yang lebih penting untuk dilakukan karena ‘sudah bukan masanya’ lagi.

Memang, jika kamu memutuskan pensiun dini di tahun 2021, maka kamu juga harus mempersiapkan banyak hal, khususnya tentang penggunaan uang. Pensiun dini memang bisa menjadi solusi untuk sukses di masa depan bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian yang lainnya bisa sebaliknya karena kurang persiapan dan pengelolaan keuangan yang belum baik. 

Semoga informasi ini dapat membantu kamu memantapkan persiapan pensiun dini.