Bebas Finansial Ada Levelnya, Kamu Sudah Sampai Mana?

Bebas finansial tentu saja menjadi impian banyak orang. Bagaimana tidak? Bisa terus-terusan mendapatkan uang, liburan tanpa perlu memikirkan bujet, hingga belanja tanpa melihat tag harga terlebih dahulu. Idaman!

Sebenarnya, kebebasan finansial bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap orang, ada yang menganggap sebuah pencapaian, ada yang menganggap itu goals dengan cara pensiun semuda mungkin, hingga makna-makna yang lainnya. Memang tidak ada yang salah. Namun yang jelas, bebas finansial itu adalah sebuah proses.

Mengapa proses? Ya, sebab untuk mendapatkannya tidak bisa secara instan, perlu melewati berbagai tahapan yang cukup panjang terlebih dahulu. 

Maka, berikut ini ada enam tahapan bebas finansial, kamu bisa mencocokkannya dengan keadaan kamu saat ini. 

Tahapan Bebas Finansial

Level 0 (Dependence)

Level ini merupakan tahapan ketika kebutuhan finansial dihabiskan untuk memenuhi gaya hidup dan sangat bergantung dengan orang lain. Tahap dependence biasanya terjadi saat seseorang masih berada di usia muda atau belum memiliki kapasitas serta kemampuan untuk menghasilkan uang, sehingga harus mengandalkan orang lain. Contohnya, masih membutuhkan orang tua untuk memenuhi kebutuhannya.

Walaupun umumnya terjadi di usia muda, tak jarang juga beberapa orang yang sudah melewati fase dewasa awal masuk dalam level ini, jika dia bergaya hidup lebih besar pasak daripada tiang, alias pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Selain itu, jika kamu masih mengambil salary advance, meminjam uang ke teman, bank, atau orang tua untuk bertahan hidup, artinya kamu juga termasuk dalam level ini. 

Artinya, memiliki pekerjaan dan sudah berpenghasilan bukan berarti sudah mandiri secara finansial.

Level 1 (Solvency)

Bebas finansial level solvency merupakan tahap ketika kamu memiliki komitmen keuangan yang sudah cukup stabil, artinya sudah tidak bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhanmu. Biasanya kamu yang termasuk dalam level ini sudah memiliki penghasilan sendiri yang seimbang dan pemasukan lebih banyak daripada pengeluaran.

Jika pun memiliki utang yang harus dibayarkan, hal ini tidak membuat finansial goyang karena kamu mampu memenuhi pembayarannya. Di level ini, nggak selalu berarti orang yang memiliki penghasilan saja lo, mahasiswa pun bisa melakukannya dengan kerja paruh waktu walau penghasilannya tidak banyak. Yang pasti, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia sudah tidak bergantung lagi pada orang tua.

Jika kamu ingin sampai pada tahap ini, maka kamu harus memastikan penghasilanmu lebih besar daripada pengeluaran. Bisa saja ini kamu capai dengan mengganti pekerjaan dengan gaji yang lebih besar, menambah penghasilan, mengurangi pengeluaran, dan yang lainnya.

Level 2 (Stability)

Seseorang yang berada di tahap bebas finansial level kedua ini biasanya memiliki kondisi keuangan yang lebih baik dan stabil ketimbang dua sebelumnya.

Pemasukan yang didapatkan tentu saja lebih besar daripada pengeluaran, ia juga mampu membayar segala utang yang dimilikinya, mampu menekan pengeluaran, hingga bisa menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung ataupun diinvestasikan. 

Kamu yang sudah masuk ke dalam level ini biasanya sudah mampu memiliki dana darurat untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada kondisi darurat atau hal yang tidak diinginkan.

Biasanya, jika sudah berada di level ini, kamu juga sudah nggak punya lagi utang konsumtif yang harus dibayarkan, sehingga hanya fokus melunasi utang produktif. Misalnya, semacam pinjaman pendidikan atau properti dan KPR.
Selain itu, seseorang di tahap ini juga biasanya sudah mulai berinvestasi karena sadar bahwa menabung saja tidak cukup untuk masa depan.

Level 3 (Debt Freedom)

Jika kamu sudah berada di level ini, artinya sudah berada di tengah jalan untuk mencapai kebebasan finansial. Sebab, semua utang telah terbayarkan dan kamu juga memiliki dana cadangan yang cukup. Bahkan, kamu bisa menganggap uang bukan lagi alat untuk bertahan hidup, melainkan alat untuk berkembang di kehidupanmu. 

Level ini juga memungkinkan seseorang hidup berdasarkan apa yang diinginkannya.

Misalnya, ingin berhenti bekerja sejenak lalu keliling Eropa selama berbulan-bulan tanpa perlu khawatir, karena memiliki tabungan yang cukup untuk menghidupi diri selama itu. Ya, makanya, wajar jika level bebas finansial ketiga ini disebut dengan ‘debt freedom’.

Level 4 (Security)

Level ini merupakan tahapan ketika seseorang sudah mampu secara konsisten menyisihkan uang untuk investasi jangka pendek, menengah, hingga panjang. 

Pada tahapan ini kamu sudah bisa menikmati hasil dari investasimu, dan merasa aman karena pendapatan dari investasi atau tabungan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan besar seperti sewa rumah, transportasi, dan yang lainnya dapat dipenuhi.

Akan tetapi, bukan berarti juga kamu bisa berhenti bekerja di tahap ini. Sebab, dana investasi memang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi belum tentu bisa mencakup kebutuhan lain atau keinginan. Maka, penghasilan dari pekerjaan biasanya tetap dibutuhkan.

Level 5 (Independence)

Level ini merupakan tahapan bebas finansial ‘merdeka’ yang sesungguhnya, ketika seseorang sudah benar-benar mandiri secara finansial dan mendapatkan penghasilan dari dana investasi hingga imbal hasil tersebut bisa digunakan untuk memenuhi gaya hidup. 

Artinya, bukan hanya membiayai kebutuhan besar saja, melainkan memenuhi keinginan dalam hidup.
Maka, dalam tahap inilah, kamu sudah tidak memiliki masalah jika harus berhenti kerja, dan kemudian memutuskan untuk traveling keliling dunia tanpa perlu memikirkan pengeluaran. 

Level ini merupakan kenyamanan dalam hidup karena kamu sudah tidak bekerja untuk uang, tapi uanglah yang bekerja untuk kamu.

Level 6 (Abundance)

Level bebas finansial terakhir ini merupakan tahapan ketika kamu memiliki passive income yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, gaya hidup, keinginan, hingga masih memiliki sisa untuk hal lainnya. Penghasilan pasif yang kamu miliki mampu memberikan kebebasan untuk melakukan apa pun dengan hidup dalam kemewahan, berbisnis, hingga keliling dunia. Apalagi hanya sekadar rebahan, istirahat, liburan, dan uang yang bukan lagi menjadi sebuah impian.

Jadi, bagaimana setelah mengetahui level dan tahapan bebas finansial di atas? Apakah kamu semakin tertantang? Atau semangat untuk mencapainya? 

Jangan mudah menyerah, teruslah lakukan secara konsisten. Setiap orang yang sukses bergelimang harta hingga bebas finansial, umumnya memang melewati tahapan-tahapan tersebut terlebih dahulu, apalagi jika orang tersebut memang merintis dari nol. 

Oleh sebab itu, tetap semangat ya!