5 Resolusi Keuangan untuk Para Karyawan dan Freelancer: Lebih Cermat di Tahun 2021!

Resolusi keuangan tahun 2021 juga sebaiknya dimiliki oleh para karyawan dan freelancer. FYI, UMP di tahun 2021 nanti enggak ada kenaikan ya. So, yeah, akan jadi PR tersendiri nih buat kamu, orang-orang gajian.

However, lepas dari naik atau enggaknya gaji, seharusnya sih besar kecil gaji itu sama saja. Karena masalahnya bukan “how much we earn, but how we spend”.

Menerima gaji teratur setiap bulannya bukan jaminan keuangan akan aman sampai akhir bulan. Apalagi untuk para freelance yang pemasukannya tidak bisa diprediksi karena tergantung proyek yang dijalankan. Tak jarang baru memasuki tanggal belasan saja, duit di saldo sudah melambai-lambaikan tangan dan hanya mampir selewat. Padahal, belum sempat menabung dan yang lainnya.

Nah, untuk manajemen keuangan yang lebih baik di tahun yang baru bagi para karyawan dan freelancer, langsung saja simak beberapa resolusi keuangan yang bisa diterapkan di tahun 2021.

Resolusi Keuangan untuk Karyawan dan Freelancer

Menyusun Pola Pengeluaran

Jika sebelumnya pengeluaran tidak terkontrol dan suka-suka kamu, kini waktunya untuk mengelola gaji menggunakan pola keuangan dengan standar tertentu untuk dijadikan sebagai pedoman. Sebab, berapa pun gaji yang akan diterima tidak akan pernah cukup jika tidak diatur dengan baik dan terpola. 

Salah satu caranya, kamu bisa menggunakan pola 40, 30, 20, dan 10. Maksudnya begini. Bagi penghasilanmu ke dalam beberapa pos, seperti ini:

  • 40% untuk kebutuhan hidup dan pengeluaran rutin
  • 30% untuk cicilan, tabungan, dan pembentukan dana darurat
  • 20% untuk sedekah, amal, hiburan atau rekreasi
  • 10% untuk investasi

Cara ini mungkin cukup efektif untuk mengelola keuangan atau membuat pengeluaran lebih terarah dan terstruktur, sehingga tahu gaji bulanan digunakan untuk apa karena sudah ada porsinya tersendiri.

Buat Tabungan Tanpa ATM

Sadar atau tidak, memiliki ATM tampaknya meningkatkan keinginan untuk membobol rekening kita sendiri. Sebab, memang tidak terasa mengeluarkan uang dari ATM apalagi menggunakan m-banking. Mengeluarkan uang kayak nggak ada rasanya, tinggal tap-tap. Terus, tiba-tiba saldo menjerit.

Beda halnya jika kamu berbelanja atau mengeluarkan uang dalam bentuk cash, saat akan membeli sesuatu tentu ada perasaan ‘sakit’ yang dirasakan, karena telah harus melepaskan uang yang disimpan sedemikian rupa, apalagi untuk membeli sesuatu atau hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

So, coba deh. Bijak lagi dalam mengeluarkan uang yuk. Misalnya, kamu bisa coba untuk punya tabungan lain tanpa ATM, agar dana lebih aman dan tidak dihantui oleh keinginan untuk menggunakannya untuk belanja online dan yang lainnya. Memang ATM dengan m-banking sangat memudahkan, tapi tak mengapa jika memiliki tabungan lain tanpa ATM agar uang yang disisihkan aman dan tidak bisa diganggu gugat.

Hidup Minimalis

Mengikuti trend dan kekinian sebenarnya boleh-boleh saja, tapi kamu juga harus memiliki prinsip dan melihat isi kantong. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang, apalagi jika kamu selalu memenuhi keinginan dengan berutang atau menggunakan kartu kredit. Jika kamu punya kebiasaan ini, nah, mumpung pergantian tahun--for a fresh start, ayo, perbaiki!

Alangkah baiknya jika kamu mulai menerapkan hidup minimalis yang tidak terlalu mementingkan brand atau merek dari suatu barang. Hidup minimalis sendiri artinya hidup dengan gaya sederhana, tidak berlebihan, dan lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.

Namun, hidup minimalis bukan berarti kamu nggak boleh memiliki barang mewah atau mahal kok. Nggak gitu mainnya. 

Misalnya begini. Jika kamu pengin beli sepatu. Maka, ketika kamu memutuskan untuk membeli sepatu yang bisa awet hingga 3-5 tahun ke depan, itu adalah pilihan yang sangat bijaksana, jika dibandingkan membeli barang yang hanya bisa dipakai sekali saja.

Nah, ada nih konsep frugal living. Kamu bisa membaca di artikel yang sudah ditautkan ya, supaya lebih detail.

Segera Berinvestasi

Seperti yang sudah diuraikan pada poin pertama, bahwa dalam pos pengeluaran uangmu, seharusnya ada alokasi 10% untuk investasi. 

Tahun 2021 nanti, jangan tunda lagi deh investasinya. Sedangkan untuk kamu yang sudah berinvestasi, maka ini waktunya untuk menambah investasi baru untuk memperkaya portofoliomu. Tetap ingat pada tujuan keuangan dan juga horizon waktumu ya.

Jika masih belum berani mengambil instrumen investasi dengan risiko tinggi seperti saham, kamu bisa mulai dulu kok dari tingkat risiko yang bisa kamu toleransi. Banyak kan opsinya, dari instrumen reksa dana, deposito, emas, hingga surat utang negara (SUN). Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menunda berinvestasi. Lagi pula, ini demi kebaikan diri sendiri juga di masa depan.

Proteksi Diri

Memiliki proteksi diri merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan hidup dan keuangan di masa depan. Maksudnya, kamu telah memiliki proteksi berupa asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan mungkin asuransi aset yang lain juga, maka kamu sudah bisa cukup tenang menjalani hidup, apa pun kondisinya nanti.

Mengapa demikian? Asuransi yang telah dibuat jauh-jauh hari ini bisa menyelamatkan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan hingga mengakibatkan terjadi risiko keuangan, seperti menurunnya kesehatan dan musibah lainnya.

Tanpa perlindungan, aset yang sudah kamu kumpulkan bisa saja hilang begitu saja sewaktu-waktu ada musibah. Kondisi keuangan kacau, bahkan bisa jadi kamu pun harus terlibat utang yang mencekik.

Nooo! Tentunya bukan hal seperti itu yang diharapkan, bukan? So, buat kamu, para karyawan dan freelancer, segera cek perlindunganmu ya. Kalau buat karyawan sih, biasanya sudah otomatis diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan untuk asuransi kesehatannya. Tinggal lengkapi dengan asuransi jiwa dan asuransi lain yang diperlukan.

Nah, buat freelancer nih kadang lupa pada kesehatan sendiri kan? Jangan lupa melengkapi diri dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa juga. Kamu bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri.

Demikianlah uraian mengenai resolusi keuangan bagi para karyawan dan freelancer yang bisa diterapkan di tahun 2021. Bagaimanapun, keadaan di tahun 2020 telah membuat perekonomian setiap orang melemah akibat pandemi COVID-19. Hal ini mengharuskan setiap orang termasuk para karyawan maupun freelancer harus lebih berhemat dalam mengelola penghasilan di tengah ketidakpastian meskipun akan memasuki tahun yang baru.