Tahun 2021, Kelola Keuanganmu dengan Cara Ini!

Tahun 2021 sudah tinggal di depan mata. Sebelumnya, tak ada yang menyangka di tahun 2020 harus dilalui dengan berat sejak awal tahun hingga akhirnya berada di penghujung tahun seperti sekarang.

Awal tahun 2020, ibukota diterjang banjir hingga berdampak pada kegiatan ekonomi dan sosial di masyarakat. Kemudian Maret 2020, adalah pertama kalinya diumumkan infeksi virus Corona yang pertama kali oleh pemerintah. Tanpa adanya persiapan apa pun, angkatnya terus melonjak naik dan melumpuhkan ekonomi hingga krisis. Hingga sekarang.

Belum lagi bagi para pelaku usaha, tahun 2020 menjadi tahun yang sangat sulit untuk dilalui karena harus bertahan di tengah pandemi. Banyak yang usahanya terus mengalami penurunan pengunjung atau konsumen, hingga omzet anjlok drastis. Bahkan tak jarang juga bagi beberapa pelaku usaha harus gulung tikar karena lumpuh total lantaran tidak adanya transaksi yang berarti.
Bagi para pekerja, dampak dari corona dan adanya kelumpuhan perusahaan pun membuat banyak di antaranya harus melakukan efisiensi tenaga kerja hingga terjadi Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK secara masif.

Keadaan seperti ini membuat semuanya harus mengeluarkan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau mencari pendapatan sampingan karena tidak bertahan lama dan bekal sudah menipis.

Dan, siapa bisa menjamin 2021 semua sudah akan baik-baik saja? Sudah kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya?

Nggak ada yang bisa menjamin!

Karenanyanya, kelola uangmu di 2021 secara lebih cermat. Sudah banyak pelajaran kamu terima kan, selama pandemi? So, nggak ada alasan buat melakukan kesalahan yang sama lagi.

Memangnya mau dapat kesulitan keuangan lagi?

Refleksi Resolusi Tahun Sebelumnya

Jika kamu sebelumnya sudah membuat resolusi 2020 dan ada beberapa resolusi yang belum tercapai atau tidak coba mencapai. Inilah waktunya untuk merefleksikan diri atas resolusi tersebut. Apakah karena terlalu tinggi? karena kondisi ekonomi? Ataukah, harus mengelola keuangan lagi dengan membuka lembaran baru? Dan, hal yang lainnya. 

Kamu bisa membuat resolusi keuangan yang sedikit konservatif agar bisa menggiring kamu untuk berpikir lebih realistis di era yang saat ini serba tak menentu.

Artinya, kamu harus cermat dalam memilih mana yang berhasil dijalani dan mana status yang belum tercapai. Kondisi keuangan pribadi memang hanya diri sendiri yang paling paham dibandingkan orang lain. Jika sudah mengetahuinya maka kamu akan mengetahui apa langkah selanjutnya, entah itu mengurangi pengeluaran, meningkatkan tabungan, atau mencari instrumen investasi keuangan lainnya.

Memeriksa dan Merencanakan Keuangan Kembali

Hal pertama yang harus dilakukan menuju 2021 yaitu memeriksa dan merencanakan tujuan keuangan. Maka, kamu harus membuat rincian tentang keuangan agar perencanaan lebih mudah diimplementasikan.

Nantinya, akan terlihat bagian mana yang perlu dikurangi ataupun ditambah. Misalnya, pengeluaran lifestyle, hobi, traveling, dan yang lainnya, karena harus sudah menghemat dan mengumpulkan lagi berbagai dana.

Selain itu, pengecekan keuangan juga dibutuhkan untuk persiapan menuju tahun 2021 yang lebih baik. Kamu bisa memeriksa ketersediaan dana darurat mengingat tahun 2020 dilalui cukup sulit dan menguras dana tersebut, lalu asuransi, status harta dan utang, bisnis, dan yang lainnya agar terukur.

Kelola Cash Flow Menjadi Lebih Terarah

Langkah selanjutnya, setelah mengetahui kondisi keuangan maka lakukan pengelolaan penghasilan dan pengeluaran bulanan yang lebih terarah. Kamu harus mengetahui sumber-sumber penghasilan bulanan yang didapatkan, misalnya dari gaji, keuntungan bisnis, saham, dan yang lainnya.

Jika kamu merasa penghasilan masih belum mencukupi, kamu bisa mencari penghasilan tambahan dari hobi yang kamu miliki, misalnya dengan cara freelance dan yang lainnya. Kesampingkan terlebih dahulu hobi-hobi yang tidak menghasilkan.

Pengeluaran juga harus dikelola dengan baik, bisa dengan cara membuat pos atau bujet yang mengatur pengeluaran dan bisa diatur sendiri sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa menggunakan metode 50-30-20, seperti dalam buku ‘All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan’ yang dipopulerkan oleh Elizabeth Warren. Angka 50% tersebut untuk kebutuhan rutin, 30% untuk lifestyle, dan 20% untuk tabungan maupun investasi.

Ada beberapa metode lainnya yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif dalam mengatur cash flow bulanan, seperti cicilan utang maksimal 30% dari gaji, pengeluaran rutin seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, anak, dan kesehatan sekitar 40-60% dari gaji, menabung dan investasi 10% dalam satu bulan, dan membayar kebutuhan sosial seperti zakat, sedekah, dan yang lainnya minimal 2,5%. Sebesar 20% bisa digunakan untuk kebutuhan lifestyle dari pendapatan.

Pengelolaan Utang dan Memilih Prioritas

Utang menjadi salah satu poin penting dalam perencanaan keuangan. Memang tidak salah jika memiliki cicilan dan utang kartu kredit, kendaraan, atau rumah. Asalkan, barang tersebut berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Jika kamu memiliki utang yang jangka cicilannya masih panjang, alangkah lebih baiknya tidak menambah cicilan baru dulu. Kamu bisa mengambil cicilan baru dengan syarat sanggup membayar cicilan maksimal 30% dari penghasilan bulanan.

Proteksi Hidup dengan Asuransi

Asuransi menjadi sebuah proteksi dalam kehidupanmu saat ini dan di masa mendatang. Mungkin banyak orang saat ini yang belum membutuhkan asuransi kesehatan karena merasa masih sehat, padahal asuransi kesehatan penting agar terhindar dari risiko ekonomis biaya rumah sakit yang besar di waktu yang tidak terduga. Asuransi tentu menjadi sebuah pelindung sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi pada kamu dan keluarga.

Untuk itu, proteksi hidup kamu minimal dengan asuransi kesehatan karena hal ini sangat bermanfaat di masa depan dan menjaga perencanaan keuangan yang ada agar tidak menjadi berantakan kedepannya. Jika sudah ada, kamu bisa mempertimbangkan asuransi lainnya.

Rencanakan Investasi dan Tabungan

Jika kamu belum memiliki dua rencana ini, latihlah sejak dini. Sisihkan minimal 10% dari penghasilan bulanan untuk menabung dan berinvestasi. Sebenarnya angka ini Kembali disesuaikan dengan kondisi finansialmu saat ini. Kamu juga bisa menyimpan uang tabungan dalam rekening biasa atau instrumen investasi seperti reksa dana, emas, ataupun obligasi.

Jika ingin berinvestasi, tentukan tujuannya terlebih dahulu. Misalnya berinvestasi untuk kuliah, liburan, rumah atau kendaraan. Lalu hitung jumlah investasi yang dibutuhkan dan pilih produk yang sesuai dengan tujuan investasi.

Demikianlah uraian tip pengelolaan keuangan di tahun 2021. Semoga informasi ini dapat membantu memperbaiki keuangan kamu setelah melewati peliknya tahun 2020 akibat berbagai bencana dan pandemic virus COVID-19.